On 4/27/06, m.c. cptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

mas adjie, kalau dari pengamatan saya  sebenarnya cara hidup dan
pandangan pelajar india itu SAMA DENGAN pelajar/orang Indonesia koq.
Tapi orang Indonesia pas jamanya bapak saya dan bapaknya mas adjie
dulu, yaitu yang lahir di periode 1920an-1940an.

Maaf Carlos, saya di sini banyak ketemu mereka yagn lahir tahun segitu dan disekolahkan (beasiswa ke LN).  He he he menurut mereka beasiswa yg mereka terima berlebihan dan mereka hidup bermewah-mewahan :-)

Kalau saya melihat pada mereka yg tahun 1920-an dan 1940-an gimana sih kesempatan "belajar" yang ada (massal atau terbatas).  ketika kesempatan itu makin luas (barrier makin rendah) maka orangnya akan makin macam macam.

Nah situasi itulah yang ada di mahasiswa Indonesia (jangan lihat kamnpus top saja ya...).  Situasinya beragam.

sebenarnya kita ini produk brainwashed westernisasi dan feodalismenya
pak de harto yg dimulai sejak tahun 1970an. makin parah dengan adanya
tipi swasta :))

Ini Favorit saya.... kalau udah ndak bisa ketemu "root causal" pak de yg dijadikan root causal :-). 

bagaimana generasi india bisa meraih segala macam kesuksesan dibidang
hitek/kedokteran tapi disaat yang sama mereka bisa dengan sangat kuat
menahan serangan(budaya)  westernisasi.

Memahami India, pendidikan dan manajemennya harus menarik ke ratusan tahun yg lalu (ketika Inggris memulai mendidik orang India utk mencukupi kebutuhan management mereka).  Di samping itu, kultur pendidikan (ashram yg diserap menjadi pesantren) yang telah lama tumbuh di India tidak boleh dilupakan.

Kalau Madhava sudah menemukan beberapa teori Calculus sebelum orang Eropa dan pengetahuan itu tetap terjaga hingga kini, ya tidak heran kalau mereka bisa cepat maju di bidang engineering.

IMW


Kirim email ke