> Uni kelas dunia itu muncul setelah timbulnya semangat "berdikari" (Swadeshi)
> yg dilontarkan oleh Gandhi.  Nah kalau kita sendiri belum mikir semangat
> ini.h.e.he.h.he. ya sampai kapanpun sulit mengejarnya.
>
> Oleh karena itu ngapain pusing pusing  Cisco, MS, dll ndak buka R&D di
> Indonesia, biarin aja.  Hidupkan semangat mandiri dulu :-), nanti baru kita
> akan bisa ngejar mereka kalau udah ada semangat ini.
>

ya sebenarnya dua duanya gak salah alias dua duanya bener (pandangan yg
mau si sisko buka r&d etc).

kalau dari big company macam sisko ada dua hal :
- untuk buka r&d mereka sebenarnya gak perduli dengan bagaimana
salesnya di negara tersebut. asal tahu saja sebenarnya yg punya ide
pertama untuk r&d relocation ke negara2 seperti india/china itu orang
engineering koq, bukan orang sales. Orang engineering dimana2 sama,
sukanya inovasi. Nah ingredientnya inovasi ini kan sdm yang capable di
bidang engineering jadi mereka 'hunting' terus ke tempat2 dimana ada
talent pool.
- yang mereka cari sebenarnya memang orang2 yg mandiri, yang capable,
org2 yg bisa buat produk seeperti mereka, baru mereka minat invest.
jadi benar kalu memang kita harus mandiri.


> Oleh karena itu ngapain pusing pusing  Cisco, MS, dll ndak buka R&D di
> Indonesia, biarin aja.  Hidupkan semangat mandiri dulu :-), nanti baru kita
> akan bisa ngejar mereka kalau udah ada semangat ini.

masalah mandiri ini bisa dibagi atas dua. mau individu yang mandiri
atau negara/komunitas yang mandiri  ?

kalau mau individu yg mandiri dan "cakap" mah gampang, bikin aja
student engineering di Indonesia sekolah di India (iya kalo keterima..)
, nanti mereka akan pelan2 menyerap how-to-nya disono (misalnya si
fatih yg paham bener di subjek ini).

tapi kalau negara/komunitas yg mandiri baru ini agak sulit karena nanti
mentok2nya di keluhan pengusaha seperti tidak ada iklum
bisnislah,risk/reward,etc (which is very true indeed).

jadi memang lebih gampang bikin diri sendiri mandiri dulu, nanti cisco
dan microsoft yang mengejar ngejar kita :-)) kalo nunggu orang lain
sadar dulu kelamaan ach padahal umur nambah terus.

-mcp

Kirim email ke