Budi Rahardjo wrote: > On 8/4/06, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > BTW pewawancara itu nyari orang "yang palin cocok" bukan "yang paling baik" > > Tepat sekali. > Kemampuan teknis hanya merupakan salah satu komponen saja. > Tentu saja cukup penting. > > Salah satu pekerjaan saya adalah ... menginterview calon pegawai. > he he he. (Layanan commercial dan juga untuk diri sendiri.) > Kemarin menginterview 9 calon pegawai (untuk startup sendiri). > Minggu lalu interview 5 orang. > Nampaknya ke depannya akan ada interview setiap bulannya. > > We are always looking for good people!
dan beruntunglah para "good people" karena banyak peluang :) > Setelah menginterview ratusan calon pegawai, akhirnya mulai > menemukan pola dan feeling untuk interview ;-) > Ada pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk menguji apakah > seseorang kompeten untuk sesuatu. ha ha ha. > > > Saya buka salah satu rahasia. (Wah bikin susah saya ya > karena nanti pertanyaan ini tidak dapat saya pakai lagi? he100x. > Tapi nggak apa-apa. Namanya belajar bersama. Supaya milis > ini menjadi manfaat.) > > Untuk yang melamar untuk menjadi programmer, saya beri > soal seperti ini. > > Ada dua variabel > A = 9 > B = 11 > Bagaimana cara mempertukarkan (swap) isi variabel itu? > > Suprisingly, *BANYAK* yang tidak tahu!!! kalau gak salah pertanyaan ini ada dibuku interview programer :) sharing juga ach : 1. pak daripada interview ratusan orang, apakah pak budi melakukan phone call screening juga ? 2. kalo disini, interview dilakukan dua tipe interviewer, hiring manager dan team member. yang hiring manager ini biasanya menanyakan minat dan interest kandidat, bener2 ditanya, apa minat ke sw new project atau regression project, kemudian ditanya seflexibel apa dia, misalnya dia bekerja 5 tahun di MPLS, apa dia ok untuk bekerja di hal yang relatif "mudah" dan "gak keren" seperti DNS atau DHCP :)) sedangkan untuk team member, baru mereka menanyakan hal hal yang sifatnya sangat teknis 3. Dalam banyak kesempatan, biasanya interviewer menanyakan pertanyaan yang lebih berbau "why" daripada "how" ; ini untuk mengetahui apakah kandidatnya bener2 cerdas atau cuman baca jiplak aja dari buku. 4. diuji juga level desainya ; misalnya disuruh mendesain sebuah produk atau protocol, pilihanya apa, dan kenapa begitu ? ( contoh yang paling klasik adalah, mengapa menggunakan connection oriented protocol untuk menjaga session establishment,etc). 5. saya kadang2 di protes kandidat yg saya ingin masukin, dia protes, koq interviewernya annoying dan pertanyaannya "ngeselin banget" sich ? saya bilang memang itu sengaja, untuk melihat attitude dan behavior kandidat sewaktu nanti berhadapan dengan hal kritis terutama waktu berhadapan dengan customer. -mcp --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
