Tujuh Melati nan Layu
Majalah komunitas etnis Sunda yang napasnya kian
mengempis.
Oleh: AGUS SOPIANN
OEKARNO berkata: "Revolusi belum selesai." Maka,
setelah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, ia
menyudahi aksi militer Belanda lewat Konferensi Meja
Bundar. Dan ketika Belanda memainkan kartu-kartu
politiknya, Soekarno menyiasatinya dengan truf maut.
Ia membubarkan Republik Indonesia Serikat. Tak urung,
negara-negara boneka bikinan Belanda ikut tumpas
dengan segera.
Tidak semua berbuah manis. Paham integralistik yang
menjadi drumroll pembentukan negara kesatuan ternyata
juga melahirkan anak haram sejarah. Kekuasaan
terpusat. Ekspektasi Jakarta tambah hari tambah
menguat. Sebaliknya, eksistensi daerah kian lama kian
melemah. Ketidakpuasan, kegelisahan, intrik, bencana
politik, merayap cepat. Suasana kebatinan daerah pun
berubah. Puncaknya, orang tak lagi percaya pada pusat,
tak percaya Konstituante, dan tak percaya Soekarno.
Di Garut, Kartosuwiryo mengombinasikan aliran politik
sektarian dan primordial dalam satu pikulan. Hasilnya
adalah Negara Islam Indonesia dan perlawanan
bersenjata terhadap republik yang baru lahir itu. Di
Bandung, kaum muda membuat kelompok-kelompok diskusi.
Lahirlah kanon-kanon politik seperti Nonoman Sunda,
Mitra Sunda, Front Pemuda Sunda, yang terus berusaha
melubangi benteng kekuasaan pusat. Di Bogor, bekas
ibukota Negara Pasundan, Putra Sunda aktif
mengingatkan entitas budaya Sunda seraya menyerang
desain besar versi Soekarno. Warga, majalah bahasa
Sunda setempat, yang terbit sejak 1954, menyuarakan
pokok-pokok pikiran mereka.
"Jaman harita usum nanduk. (Zaman itu musim
menanduk)," ungkap Wahyu Wibisana, salah seorang
eksponen Putra Sunda. "Menanduk" di masa itu dapat
diterjemahkan: acungan tinju terhadap Soekarno.
Tidak semua tokoh gerakan menggunakan jalur politik
untuk melancarkan perlawanannya. Wibisana salah
seorang di antaranya. Ia lebih memilih lapangan
kebudayaan sebagai medan perlintasan ide.
Sesungguhnya, ini pula salah satu rahasia kecilnya
kenapa ia tak lagi bisa menjalankan perannya sebagai
wartawan Warga, majalah yang buat sebagian orang sudah
memerankan diri sebagai pamflet politik. Di dadanya,
tertanam niat untuk membuat majalah baru yang dapat
merepresentasikan sikapnya.
[Bogor 1957]
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/