Tujuh Melati nan Layu

Oleh: AGUS SOPIANN

HALAMAN Mangle sekarang 74 lembar. Hanya sampul yang
tampil berwarna, isi melulu hitam putih, dengan
kualitas cetak "begitulah." Melati tujuh, gambar
perempuan berkebaya, candrasengkala, masih
menghiasinya. Bedanya, sampul kini tak lagi dibiarkan
telanjang tanpa judul. Sejumlah banner dengan
huruf-huruf mencolok, bahkan didesain secara bevel dan
emboss, bertebaran di sana.

Rubriknya makin banyak, yang dapat dibagi ke dalam dua
kelompok besar: fiksi dan nonfiksi. Pada rubrik fiksi,
Mangle menampilkan cerita pendek, cerita bersambung,
kadang-kadang kisah kriminal saduran, selain sajak.
Sedangkan rubrik nonfiksi, dengan jumlah bejibun,
antara lain menghadirkan artikel agama, umum, kolom,
pengalaman sejati, parlementaria, wawancara, tajuk
rencana, tulisan jendela, dan banyak lagi. Hampir
seluruh rubrik menggunakan bahasa Sunda.

Dalam sebulan, majalah yang sekarang dipayungi PT
Mangle Panglipur ini menerbitkan sisipan Mangle Alit
(anak-anak) dan Mangle Rumaja (remaja). Sebulan
sekali, Mangle terbit dalam edisi Kandaga. Dalam edisi
ini Mangle sepenuhnya memuat karya-karya fiksi,
terutama cerita pendek dan cerita bersambung, selain
guyonan. Penerbitan Kandaga diawali oleh niat untuk
lebih menggiatkan kembali sastra Sunda, selain memacu
semangat para pengarang untuk tetap berkarya.

Pengarang yang beruntung akan mendapatkan uang
penghargaan senilai Rp 500 ribu. Penghargaan yang
disponsori Uu Rukmana, seorang pengusaha, diberikan
setiap bulan untuk satu cerita pendek yang dianggap
punya mutu bagus. Sebelumnya, sejak 1963, Mangle
menganugerahkan Hadiah Sastra Mangle. Ki Umbara,
Sjarif Amin, Aam Amalia, Adang S, adalah beberapa di
antara nama yang sempat memperolehnya. Kini, tak jelas
bagaimana nasib penghargaan tersebut.

Beruntung di luar Mangle masih ada pihak lain yang mau
menyediakan penghargaan untuk karya-karya fiksi.
Taruhlah Hadiah Sastra LBSS (Lembaga Basa jeung Sastra
Sunda atau Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda) yang
diberikan setiap tahun, sejak 1989. Mereka yang
mendapatkan Hadiah Sastra LBSS, dengan Mangle sebagai
etalase karya-karyanya, tercatat Cecep Burdiansyah
untuk cerita pendek Bilatung (1990); Yous Hamdan,
Simpe di Makam (1995); Ahmad Rustandi, Rekayasa Dayang
Sumbi (1996); Eti Nurhayati Sukentar, Bapa (1997), dan
Empu Surawinata untuk esei Bubungkusan (1998).

Ada juga penghargaan yang tak kurang gengsinya, Hadiah
Sastra Rancage, yang diprakarsai Ajip Rosidi sejak
1989. Mulanya, hadiah ini memusatkan perhatian pada
karya fiksi sastra Sunda. Beberapa tahun kemudian,
wilayah penghargaan diperluas menjadi sastra Sunda dan
Jawa. Terhitung 1998, Hadiah Sastra Rancage juga
diberikan untuk para penggiat sastra Bali.

Sejak diberikan untuk pertama kali, sejumlah pengarang
yang menaruh karyanya di Mangle, kemudian dibukukan,
sudah mendapatkannya. Mereka adalah Yus Rusyana, buku
kumpulan cerita pendek Jajaten Ninggang Papasten
(1989); Iskandarwarsid, buku kumpulan cerita pendek
Halimun Peuting (1990); Rachmat Ading Affandi, novel
Nu Kaul Lagu Kaleon (1991); Yoseph Iskandar, novel
Tanjeur na Juritan Yaya di Buana (1992); Tjandra, buku
kumpulan cerita pendek Awewe Dulang Tinande (1998);
Darpan Ariawinangun, buku kumpulan cerita pendek Nu
Harayang Dihargaan (1998), serta Chye Retty Isnendes,
buku kumpulan sajak Kidung Kawiyasa (2000).

Itu soal fiksi. Di bagian nonfiksi, cerita lain lagi.
Awak redaksi tak bisa menyandarkan mimpinya untuk
mendapatkan hadiah serupa bagi karya-karyanya, hasil
reportasenya. Berkontraksi dengan rendahnya upah kerja
dan lemahnya kualitas sumber daya manusia, bisa
dipahami kalau orang sulit menemukan karya jurnalistik
bermutu.

Di masa lalu, ketika Us Tiarsa mengomandani pasukan
wartawan, Mangle masih bisa menggonggongi sejumlah
kebijakan pemerintah daerah�seperti pendirian
diskotek, kelab malam, tempat-tempat hiburan.
Pemerintah setempat akan berpikir dua kali untuk
memberikan perizinan daripada dimurkai Mangle. Di
sini, dalam takaran tertentu, Mangle dapat dikatakan
mampu memerankan dirinya sebagai agen kontrol sosial.
Kini, mana bisa Mangle memainkan rol macam itu?

Banyak tulisan di Mangle yang mereka sebut features,
atau katakanlah karya jurnalistik, tapi tak ada
bedanya dengan buatan petugas hubungan masyarakat.
Semua tokoh yang ditampilkan seperti seseorang yang
datang dari langit ke tujuh dengan segala kesuciannya.
Tak ada kontrol, tak ada kegelisahan, tak ada pula
curiosity. Lebih penting dari itu, suara instansi dan
pejabat mendapat porsi terbanyak, lima sampai tujuh
halaman. Hampir di setiap edisi, pejabat anu, instansi
anu, selalu nampang di sana �baik mengenai diri dan
keluarganya atau keberhasilan-keberhasilan yang telah
dicapai. Alih-alih hendak membuat produk jurnalistik,
mereka justru membuat tulisan public relations.

Masuk akal kalau Duduh Durahman dari bagian fiksi
sering mengungkapkan anggapan yang berkembang bahwa
Mangle terlalu banyak memuat rubrik yang tak
menghibur. "Di satu pihak, ada anggapan Mangle
ketinggalan jauh karena tidak ikut serta dengan
lajunya perjalanan zaman dalam era informasi. Pihak
lain beranggapan Mangle harus tetap sebagai majalah
hiburan, tak perlu latah terbawa arus. Informasi sudah
lebih dulu sebagai jatah media cetak lain," katanya.

Ia kemudian memaparkan kesangsiannya akan kemampuan
Mangle untuk bisa bersaing informasi dengan media
lain, baik media cetak maupun elektronik seperti
televisi, radio, dan internet, sedang peralatan untuk
itu sama sekali tak menunjang. Sampai di sini Durahman
tidak sedang membual. Saya melihat, peralatan redaksi
Mangle memang hanya komputer-komputer uzur yang
bekerja secara manual. Jumlahnya pun tidak banyak.
Lima unit untuk belasan orang.

[Kamar redaksi hanya beberapa langkah dari pintu
utama; melewati ruang resepsionis yang sebagian
sudutnya diisi meja Karno Kartadibrata.]


        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke