Kenging maok tina  HUNTING KULINER DAN SAMARA SUNDA facebook. Seratan Sdrk. 
Agus S Anwar. Punten teu disundakeun.
 
Baktos,

MGT
 
========================
Di kalangan masyarakat, khususnya orang sunda, jengkol merupakan makanan 
populer yang banyak penggemarnya. Biji jengkol biasa dimakan segar atau diolah 
dalam bentuk isemur, dan dikenal oleh orang Sunda sebagai semur ati maung atau 
oseng buah naga). 
Nama lain dari jengkol adalah Jering (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. 
jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum), termasuk suku polong-polongan 
Fabaceae. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, 
berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat 
mengilap. 

Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses 
oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Penyebab bau itu 
sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam 
amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur belerang (S). Ketika 
terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino 
itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh 
belerang tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas 
H2S yang terkenal sangat bau. Untuk mengurangi bau, biasanya jengkol direndam 
beberapa saat sebelum memasaknya, jika ingin kandungan bau agak berkurang, 
memarkan jengkol setelah direbus setengah matang, dan rendam kembali agar 
kandungan bau berkurang, 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jengkol kaya akan karbohidrat, protein 
(yaitu 23,3 g per 100 g bahan, kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama 
ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g.), 
vitamin A, vitamin B, fosfor( sangat penting untuk penyimpanan dan pengeluaran 
energy juga diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik serta baik 
untuk kesehatan jantung ), kalsium (sangat baik bagi kesehatan tulang), 
alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin serta kandungan 
vitamin C.

Konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di 
saluran urin, yang disebut "jengkolan". Ini terjadi karena jengkol mengandung 
asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut dalam air pada pH asam. Jengkolan 
terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air tersebut 
mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit 
membuang air seni. Strukturnya mirip dengan asam amino (pembentuk protein), 
tetapi tidak dapat dicerna. Oleh karena itu tidak dapat memberikan manfaat 
apa-apa pada tubuh. Bahkan pada berbagai buku kimia pangan, asam jengkolat 
dianggap sebagai salah satu racun yang dapat mengganggu tubuh manusia.
( Dari berbagai sumber )



      

Kirim email ke