> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, April 02, 2035 2:20 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [yonsatu] Re: Sekularisme
> 
> 
> 
> Yang jadi masalah menurut saya adalah bahwa banyak sekali orang memeluk 
> agama tertentu karena orang tuanya beragama tsb. Saya kira sedikit sekali 
> saat ini yang memilih agama berdasarkan pilihannya sendiri.   
> Orang2 yang 
> memeluk agama hanya berdasarkan turun temurun ini menurut saya hidupnya 
> dapat menjadi sangat terjepit.  
        [Budi Nirwanto]  Oh iya, apakah mereka yang termasuk dalam golongan
ini sudah pernah benar-benar mempelajari Agama tersebut. Sehingga
benar-benar bisa memahami mengapa agama itu ada ?, mengapa sebuah aturan
kehidupan itu ada. Kalau belum sampai tahap ini, analisa ini bisa
dimengerti.
> Disatu pihak mereka tidak bisa menerima 
> aturan main agama itu, karena nggak atau belum cocok dengan akal pikiran 
> dan hati nurani mereka, akan tetapi di pihak lain takut meninggalkan agama
> 
> itu, karena mereka sudah keburu takut masuk neraka. 
        [Budi Nirwanto]  Perlu diingat bahwa, mempelajari agama tidak
sekedar mempelajari bagaimana cara berdoa, bagaimana cara bersembahnyang.  
          Akhirnya mereka cuma 
> jadi 'floating mass' saja.  Ke kiri ayo, ke kanan ayo, kalau didepan 
> bilang A, di belakang bilang Z.
        [Budi Nirwanto]  Ini adalah golongan orang yang tidak mempelajari
agama yang dianut dengan sungguh-sungguh dan tentu saja berdasarkan sumber
yang tidak tepat.

> Tapi nggak sedikit juga dari orang2 ini yang menjadi sangat fanatik dengan
> 
> agamanya, karena ya dari turun temurunnya diajarkannya begitu.  Orang2 ini
> 
> hanya berpikiran bagaimana caranya bisa menjadikan manusia diseluruh dunia
> 
> ini menganut agama yang sama dengannya.
        [Budi Nirwanto]  Pada dasarnya manusia itu tumbuh dan berkembang,
setiap manusia dibekali akal agar bisa berfikir. Suatu hal yang sangat
wajar, jika segala sesuatu pada awal kehidupannya itu diwarnai oleh orang
tuanya masing-masing, termasuk agama yang dianut. Persoalannya adalah,
apakah dalam perkembangan kehidupannya, dia juga mengembangkan akal
pikirannya sehubungan dengan hal-hal yang diketahui --termasuk agamanya -->

> Kita sendiri berada dimana?  Sebagai seorang cendekiawan yang berakal 
> budi, saya kira kita mustinya tidak termasuk kedalam salah satu dari kedua
> 
> jenis manusia itu.
        [Budi Nirwanto]  Nah ini dia, golongan orang ini adalah mereka yang
harus mempunyai kemampuan melihat lebih jelas dan kritis. Pelajari agama
yang dianut dan silahkan analisa apakah ada yang salah pada agamanya atau
ada yang tidak bisa diterima oleh akal pikirannya. Sekali lagi pelajari dari
sumber-sumber yang tepat.  [Budi Nirwanto]    

> Salam hangat,
> HermanSyah XIV.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> <[EMAIL PROTECTED]>
> 11/06/2003 13:47
> Please respond to yonsatu
> 
>  
>         To:     <[EMAIL PROTECTED]>
>         cc: 
>         Subject:        [yonsatu] Re: Sekularisme
> 
> 
> AWW.
> 
> Menarik sekali komentar Pak HermanSyah ini.
> 
> Pertanyaan saya, apakah UU yang melarang penggunaan jilbab juga
> bisa dianggap sebagai pemaksaan kehendak oleh "mayoritas yang
> tidak menghendaki pemakaian jilbab" terhadap "minoritas pemakai
> jilbab", dan sebagai legalisasi "keyakinan" bahwa berjilbab itu
> urusan agama dan UU  adalah urusan negara?
> Bagaimana kalau kondisinya terbalik, misalnya ada UU (yg
> berarti suara mayoritas) yang mengatur bahwa berjilbab itu
> boleh dan mengatakan bahwa negara merupakan sarana dalam
> beragama?
> Wassalam. DZArifin.
> 
> O ya, informasi tsb dari republika.co.id hari ini 06112003.
> 
> 
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
> 
> 
> 
> --[YONSATU - 
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
> Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> 

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke