"percaya kepada Alquran dan Hadits, verifikasi obyektif TIDAK PERLU. Kalau 
sudah percaya, itu sudah cukup. Tak perlu lagi diselidiki kebenaran sejarahnya. 
Betul?"

Betul sekali dan yang perlu diperlihaktan kepada saudara kita yang masih 
percaya Al-Quiran itu berisi kata-kata Tuhan, seperti Bung Greg, adalah 
memperlihatkan isi al-Quran yang selama ini dibaca dalam bahasa Arab sebagai 
kitab bertuah yang mendatangkan pahala. Ayat di bawah ini sudah cukup 
menunjukkan isi al-Quran sebenarnya, jangankan dari Tuhan, ayat itu ada 
kemungkinan datang dari Setan, karena kebencian dan kekejaman pasti berasal 
dari Setan.

QS 8:12. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: 
"Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang 
telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati 
orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung 
jari mereka[599]. 
[599]. Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki. 

Ayat itu mengajarkan bahwa Tuhan menebarkan rasa takut ke dalam hati 
orang-orang kafir, yaitu orang yang tidak percaya bahwa Muhammad adalah nabi. 
Lalu Tuhan memerintahkan memenggal kepala orang kafir dan bukan hanya itu, 
orang diajarkan untuk menjadi sadis memotong tangan dan kaki orang kafir. 
Bukankah ayat ini busuk sejak awal.

Salam


--- In zamanku@yahoogroups.com, rizal lingga <nyomet...@...> wrote:
>
> 
> 
> 
> 
> Setelah seminggu saya menunggu tanggapan terhadap tulisan2 Abdi Yono, maka
> barulah sekarang saya menanggapinya.
> 
> Tanggapan pertama adalah keheranan. Mengapa saya heran? Karena tulisan yang
> begitu panjang dan lengkap, tak ada yang berani menanggapinya, terlebih lagi
> membahas poin per poin dari pertanyaan-pertanyaan Abdi Yono.
> 
> Untuk membantu anda semua yang malas membaca tulisan2nya yang panjang itu,
> maka disini saya akan meringkaskan pertanyaan2nya saja. Kalau kurang jelas,
> barulah anda bisa mereferensi ke tulisannya kembali. 
> 
> Disini saya mulai dengan tulisannya  dengan judul: “Ajaran Tuhan sempat  
> vacum 2500 tahun.”. Yang lainnya pada tulisan
> terpisah menyusul.
> 
>  
> 
> Pertanyaan I: Dari Abdi Yono.
> 
> Kalau Abraham sekeluarga sudah beragama Islam apa perlunya Tuhan mengutus
> Musa dan para nabi lainnya, sehingga keturunannya harus berurusan dengan umat 
> Yahudi/Nasrani.?
> 
> Jadi kalau Ibrahim sudah Islam, apa perlunya nabi2 lain diutus Allah? Untuk
> apa? 
> 
>  
> 
> Pertanyaan II: Pertanyaan saya.
> 
> Kalau nabi Musa dan nabi Isa juga Islam, maka apa inti ajaran Musa yang
> Islam? Apa inti ajaran Isa yang Islam?
> 
> Maksud saya adalah untuk membandingkannya dengan ajaran Musa menurut Yahudi
> dan ajaran Isa menurut Kristen.  
> 
>  
> 
> Pertanyaan ke III: juga pertanyaan saya berdasarkan tulisan Abdi Yono: 
> 
> Apa benar Ibrahim yang mendirikan Kaabah? Apa bukti sejarah dan
> arkeologisnya?
> 
> Mengapa setelah 2500 tahun, pada waktu Muhammad datang, Islam yang dibawa
> Ibrahim sudah hilang, Kaabah penuh dengan berhala-berhala, dan perlu 
> “ditemukan
> kembali” oleh Muhammad?
> 
> Apakah ibadah haji, yang sudah ada sebelum Muhmammad lahir, diperintahkan
> oleh Ibrahim, dan apa buktinya?
> 
>  
> 
> Pertanyaan ke IV: (mengulangi pertanyaan Abdi Yono). 
> 
> Kalau memang tempat beribadah yang mula-mula dibangun ialah Baitullah (Ka'bah)
> di Mekah, kenapa pada mula kiblat sholat Muhammad menyuruh para pengikutnya
> ber-
> 
> kiblat ke Yerusalem ? 
> 
>  
> 
> Pertanyaan V: (Berdasarkan tulisan Abdi Yono)
> 
> Mengapa kenyataanya permohonan Abraham untuk menjadikan Mekah sebagai negeri
> yang aman dan semua keturunannya jauh dari berhala tidak dikabulkan oleh 
> Allah?
> 
> Karena kenyataannya pada waktu Muhammad datang, Kaabah sudah menjadi pusat
> penyembahan berhala-berhala.
> 
>  
> 
> Didalam Alkitab, tidak ada catatan perjalanan Abraham (Ibrahim) sampai ke
> Mekkah dan apalagi sampai mendirikan Kaabah. Namun saya mengerti bahwa agama
> Islam ini sepenuhnya adalah berdasarkan kepercayaan belaka, yaitu percaya
> kepada Alquran dan Hadits, verifikasi obyektif TIDAK PERLU. Kalau sudah
> percaya, itu sudah cukup. Tak perlu lagi diselidiki kebenaran sejarahnya. 
> Betul?
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
>


Kirim email ke