Lha yang kamu cuplik itu kan ayat yg memang untuk membahas banyak hal
sekitar pampasan perang.

Dalam ayat itu berisi tentang keimanan, hukum-hukum (banyak
isinya...antara lain ttg ketahanan mental, kesabaran dlm peperangan,
pampasan perang, larangan2 dlm peperangan, tawanan perang dll deh,
baca sendiri lah capek ketiknya) juga ada kisah-kisah diantaranya
keengganan ikut perang, suasana kaum, pembatalan perdamaian orang
yahudi, dst-dst-dst ini juga banyak)

Hal diatas tentu sangat bersesuaian secara tematik.

Kita juga bisa melihat contoh laen misalnya Kisah Kidung Agung.
Berbahasan dgn tema melow, banyak membicarakan wanita dan cinta (meski
tentu terasa agak aneh buat orang2 beradab masa ini):
7:2 Pusarmu seperti cawan bulat yang tak pernah kekurangan anggur
campur. Perutmu bagaikan timbunan gandum, dikelilingi bunga-bunga
bakung.
7:3 Buah dadamu laksana dua anak rusa, kijang kembar dua.
8:8 Kami mempunyai seorang adik wanita yang masih kecil buah dadanya.
Apa yang harus kami buat baginya bila ada yang datang meminangnya?

Meski didominasi ungkapan2 beraroma syahwati, Kidung Agung ini juga
sedikit menampilkan sisi seramnya yakni adanya kecintaan terhadap
peperangan. Sayangnya tidak ada latar belakang/ alasan atas kerinduan
thd peperangan tersebut:
6:12 Aku sangat merindukan cintamu, seperti kurindukan naik kereta
perang bersama para bangsawan.

Aku rasa kita hrs melihat konteks peperangan dgn lebih bijak. Bahkan
dimasa kini, aroma teror hanyalah propaganda politis dari negara
adikuasa guna menguasai sumber2 alam negara lain.


2009/12/13 hikdun <[email protected]>
>
>
>
> "percaya kepada Alquran dan Hadits, verifikasi obyektif TIDAK PERLU. Kalau 
> sudah percaya, itu sudah cukup. Tak perlu lagi diselidiki kebenaran 
> sejarahnya. Betul?"
>
> Betul sekali dan yang perlu diperlihaktan kepada saudara kita yang masih 
> percaya Al-Quiran itu berisi kata-kata Tuhan, seperti Bung Greg, adalah 
> memperlihatkan isi al-Quran yang selama ini dibaca dalam bahasa Arab sebagai 
> kitab bertuah yang mendatangkan pahala. Ayat di bawah ini sudah cukup 
> menunjukkan isi al-Quran sebenarnya, jangankan dari Tuhan, ayat itu ada 
> kemungkinan datang dari Setan, karena kebencian dan kekejaman pasti berasal 
> dari Setan.
>
> QS 8:12. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: 
> "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang 
> telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati 
> orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap 
> ujung jari mereka[599].
> [599]. Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.
>
> Ayat itu mengajarkan bahwa Tuhan menebarkan rasa takut ke dalam hati 
> orang-orang kafir, yaitu orang yang tidak percaya bahwa Muhammad adalah nabi. 
> Lalu Tuhan memerintahkan memenggal kepala orang kafir dan bukan hanya itu, 
> orang diajarkan untuk menjadi sadis memotong tangan dan kaki orang kafir. 
> Bukankah ayat ini busuk sejak awal.
>
> Salam
>
>
> --- In [email protected], rizal lingga <nyomet...@...> wrote:
> >
> >
> >
> >
> >
> > Setelah seminggu saya menunggu tanggapan terhadap tulisan2 Abdi Yono, maka
> > barulah sekarang saya menanggapinya.
> >
> > Tanggapan pertama adalah keheranan. Mengapa saya heran? Karena tulisan yang
> > begitu panjang dan lengkap, tak ada yang berani menanggapinya, terlebih lagi
> > membahas poin per poin dari pertanyaan-pertanyaan Abdi Yono.
> >

Kirim email ke