Menanggapi pernyataan dari Saudara Lurino, Muhammad saw adalah seorang buta 
huruf. Hal ini merupakan sebuaha fakta jika anda bersedia untuk mengkaji 
catatan sejarah dimana beliau menyerahkan sepenuhnya kepada para sahabatnya 
untuk menulis dan membaca sebuah perjanjian dengan pihak ketiga.

Namun jika memang ada narasumber yang menyatakan bahwa Muhammad saw adalah 
bukan seorang buta huruf, mohon agar diperjelas sumbernya dan argumentasinya 
apa.

Salam,

Stephanus Iqbal




________________________________
From: Lurino <lblu...@yahoo.com>
To: zamanku@yahoogroups.com
Sent: Fri, December 18, 2009 4:12:18 PM
Subject: Re: [zamanku] Re: Tanggapan atas tulisan Abdi Yono tentang Ibrahim dan 
Kaabah

  
ah, itu kan sekedar "katanya sih" tentang muhammad. sebuah justifikasi sosial 
tentang "dari mana tiba2 dia bisa muncul bawa kitab suci"... saya pikir, 
muhammad nggak benar2 buta huruf, melainkan itu dikisahkan seperti itu supaya 
ada kesan intervensi ilahi yang dapat menjadi justifikasi untuk validitas kitab 
yang dibawa muhammad bagi bangsa arab.

kalo kalian yang bukan orang arab ini mau ribut soal itu, sumonggo... saya cuma 
numpang ngetawain aja.


Lurino
/tukangmikir



________________________________
From: Greg Le Mond <grek_2...@yahoo. com>
To: Zamanku <zama...@yahoogroups .com>
Sent: Fri, December 18, 2009 10:31:49 AM
Subject: Re: [zamanku] Re: Tanggapan atas tulisan Abdi Yono tentang Ibrahim dan 
Kaabah

  
Darmawan

Lucu sekali tanggapan anda. Anda pikir Nabi Muhammad mengajarkan dan meniru 
Injil, Taurat? Dll? Sepertinya ilmu anda itu pas pasan sehingga cara berdebat 
anda sangat menggelikan.

Memang Muhammad SAW buta huruf, dari situ saja sudah membuktikan orang buta 
huruf gak bisa baca. Jadi mana bisa beliau baca Injil atau kitab kitab agama 
lain lalu ditiru. Lucu sekali, sangat lucu hahahahahahahahahah a.
Anda coba pergi ke desa, banyak orang buta huruf gak bisa baca tulisa jadi 
kalau di tanya apa itu Pancasila aja gak akan tau. Terus dari mana Muhammad SAW 
tau tentang semua itu? Hahahahahahaha anda payah bung anda ngaku pinter tapi 
nyatanya minim imu, tipis akal, komentar anda jelas selevel dengan teriakan 
demonstran di jalanan yang gak tau apa yg diteriakkan yg cuma dapet 20 rebu 
perak plus nasi bungkus dan aqua saja

________________________________

From:  "hikdun" <hik...@yahoo. com> 
Date: Wed, 16 Dec 2009 11:18:20 -0000
To: <zama...@yahoogroups .com>
Subject: [zamanku] Re: Tanggapan atas tulisan Abdi Yono tentang Ibrahim dan 
Kaabah
  
Bamg Bento yang baik,
Alkitab terdiri dari perjanjian lama dan perjanjuian baru. Allah dalam 
perjanjian lama adalah pemimpin tertinggi bangsa Israel, karena itu memang ada 
ayat-ayat perang, karena ditulis oleh orang di sekitar kekuasaan.
Nah Yesus mengajarkan berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi Hak Kaisar dan 
kepada Allah apa yang menjadi hak Allah, artinya Yesus mengajarkan memisahkan 
urusan negara dan urusan pribadi. Dengan demikian perjanjian lama di mana Allah 
itu pemimpin bangsa Israel masuk ke urusan pemerintahan, karena itu banyak 
hukum-hukum. Tetapi perjanjian baru mengajarkan pengembangan pribadi, 
perjanjian baru berisi ajaran budi perkerti, tidak ada perintah perang, malah 
ada ajaran mencintai musuh.
Dalam Mahabharata, orang Hindu diajarkan bahwa perang itu boleh dilakuan hanya 
untuk tugas negara, bukan untuk kepentingan peribadi apalagi agama. Sebenarnya 
sama dengan perjanjian lama perang itu hanya dalam urusan negara, yaitu untuk 
kepentingan bangsa Israel. Orang Yahudi diajarkan untuk mengkafirakan orang di 
luar Yahudi tetapi juga ada perintah untuk menghormati kafir.
Apa yang diajarkan Muhammad, orang Arab butu huruf yang ingin menjadi nabi? Dia 
diru ayat-ayat perang dari perjanjian lama, untuk memerangi siapa orang akfir. 
Siapa orang kafir, yaitu suku Quraisy, yaitu bangsanya sendiri. Untuk apa 
perang untuk kepentingan agama. 
Jelaskan salah kaprahnya.
Salam
Darmawan

--- In zama...@yahoogroups .com, Cak Bento <cakbe...@.. .> wrote:
>
> Lha yang kamu cuplik itu kan ayat yg memang untuk membahas banyak hal
> sekitar pampasan perang.
> 
> Dalam ayat itu berisi tentang keimanan, hukum-hukum (banyak
> isinya...antara lain ttg ketahanan mental, kesabaran dlm peperangan,
> pampasan perang, larangan2 dlm peperangan, tawanan perang dll deh,
> baca sendiri lah capek ketiknya) juga ada kisah-kisah diantaranya
> keengganan ikut perang, suasana kaum, pembatalan perdamaian orang
> yahudi, dst-dst-dst ini juga banyak)
> 
> Hal diatas tentu sangat bersesuaian secara tematik.
> 
> Kita juga bisa melihat contoh laen misalnya Kisah Kidung Agung.
> Berbahasan dgn tema melow, banyak membicarakan wanita dan cinta (meski
> tentu terasa agak aneh buat orang2 beradab masa ini):
> 7:2 Pusarmu seperti cawan bulat yang tak pernah kekurangan anggur
> campur. Perutmu bagaikan timbunan gandum, dikelilingi bunga-bunga
> bakung.
> 7:3 Buah dadamu laksana dua anak rusa, kijang kembar dua.
> 8:8 Kami mempunyai seorang adik wanita yang masih kecil buah dadanya.
> Apa yang harus kami buat baginya bila ada yang datang meminangnya?
> 
> Meski didominasi ungkapan2 beraroma syahwati, Kidung Agung ini juga
> sedikit menampilkan sisi seramnya yakni adanya kecintaan terhadap
> peperangan. Sayangnya tidak ada latar belakang/ alasan atas kerinduan
> thd peperangan tersebut:
> 6:12 Aku sangat merindukan cintamu, seperti kurindukan naik kereta
> perang bersama para bangsawan.
> 
> Aku rasa kita hrs melihat konteks peperangan dgn lebih bijak. Bahkan
> dimasa kini, aroma teror hanyalah propaganda politis dari negara
> adikuasa guna menguasai sumber2 alam negara lain.
> 
> 
> 2009/12/13 hikdun <hik...@...>
> >
> >
> >
> > "percaya kepada Alquran dan Hadits, verifikasi obyektif TIDAK PERLU. Kalau 
> > sudah percaya, itu sudah cukup. Tak perlu lagi diselidiki kebenaran 
> > sejarahnya. Betul?"
> >
> > Betul sekali dan yang perlu diperlihaktan kepada saudara kita yang masih 
> > percaya Al-Quiran itu berisi kata-kata Tuhan, seperti Bung Greg, adalah 
> > memperlihatkan isi al-Quran yang selama ini dibaca dalam bahasa Arab 
> > sebagai kitab bertuah yang mendatangkan pahala. Ayat di bawah ini sudah 
> > cukup menunjukkan isi al-Quran sebenarnya, jangankan dari Tuhan, ayat itu 
> > ada kemungkinan datang dari Setan, karena kebencian dan kekejaman pasti 
> > berasal dari Setan.
> >
> > QS 8:12. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: 
> > "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang 
> > telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati 
> > orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap 
> > ujung jari mereka[599].
> > [599]. Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.
> >
> > Ayat itu mengajarkan bahwa Tuhan menebarkan rasa takut ke dalam hati 
> > orang-orang kafir, yaitu orang yang tidak percaya bahwa Muhammad adalah 
> > nabi. Lalu Tuhan memerintahkan memenggal kepala orang kafir dan bukan hanya 
> > itu, orang diajarkan untuk menjadi sadis memotong tangan dan kaki orang 
> > kafir. Bukankah ayat ini busuk sejak awal.
> >
> > Salam
> >
> >
> > --- In zama...@yahoogroups .com, rizal lingga <nyomet123@> wrote:
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Setelah seminggu saya menunggu tanggapan terhadap tulisan2 Abdi Yono, maka
> > > barulah sekarang saya menanggapinya.
> > >
> > > Tanggapan pertama adalah keheranan. Mengapa saya heran? Karena tulisan 
> > > yang
> > > begitu panjang dan lengkap, tak ada yang berani menanggapinya, terlebih 
> > > lagi
> > > membahas poin per poin dari pertanyaan-pertanya an Abdi Yono.
> > >
>



 


      

Kirim email ke