Dulu saya pernah mencari pegawai yang syaratnya harus setia kepada majikannya.  
Maka datanglah 5 orang laki2 yang sudah kawin dan punya anak mendaftarkan diri 
melamar kerjaan yang saya tawarkan itu.  Kelima laki2 itu saya panggil sambil 
membawa anaknya yang paling bungsu untuk testing penerimaan pegawai.

Kelima laki2 bergantian saya minta tunggu diruang tunggu untuk mengikuti test 
siapa yang diterima dan siapa yang ditolak karena saya cuma membutuhkan 1 orang 
saja untuk menjadi wakil saya.

Orang pertama saya test, anaknya ditidurkan dimeja yang saya sediakan dan si 
pelamar harus menabas batang leher anaknya untuk membuktikan kesetiaannya 
kepada saya.

Karena sudah lama jadi pengangguran, ditambah lagi beban anak sudah 8 orang, 
maka meskipun anak bungsu ini anak tersayang, maka demi bisa dapat kerjaan, 
orang pertama ini langsung mengambil golok yang juga tersedia diatas meja dan 
langsung menabas kepala si anak.  Namun sebelum kepala si anak tertabas, saya 
berteriak tunggu dulu !!!  Saya bilang kepada calon pegawai ini, anda lulus 
untuk kesetiaan tapi saya enggak bisa terima anda jadi pegawai karena anda itu 
dongo enggak bisa mikir sendiri, gimana kalo ada telepon dari setan yang 
mengaku diri saya dan memerintahkan anda untuk merugikan saya karena anda tidak 
berpikir asal turut perintah saja meskipun gampang sekali untuk tahu bahwa 
perintah itu tidak benar.

Demikianlah setelah saya test dari kelima orang itu ada satu yang waktu saya 
suruh tebas kepala anaknya malah dia bawa lagi anaknya keluar, dia bilang, saya 
ini cari kerjaan justru untuk menghidupkan anak isteri saya, koq disuruh tebas 
kepala anak saya ???  Ternyata dia adalah orang yang setia kepada anak bininya, 
dan meskipun dibayar dia enggak tergoyahkan keimanannya untuk merugikan anak 
bininya.

Dia inilah yang saya terima, ternyata dia inilah satu2nya yang punya otak.  
Sedangkan keempat orang yang mau menebat kepala anaknya saya pecat enggak jadi 
saya angkat sebagai pegawai karena selain goblok dungi, tak bisa berpikir 
bahkan keluarga sendiri anak bininya dia bersedia mengorbankannya cuma untuk 
bisa makan gajinya sendiri.

Ternyata pegawai yang saya terima ini beragama Hindu, sedangkan empat lainnya 
beragama Islam dan Kristen, mereka percaya kalo Allah menguji kesetiaan maka 
kepala anak sekalipun boleh ditebas.

Demikianlah sebenarnya, Ibrahim itu adalah utusan setan bukan utusan Allah, dan 
anak2 cucunya juga pengikut setan karena Allah batal mengangkatnya jadi 
rasulnya karena enggak lulus test kesetiaan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke