Pak Nyoman Bangsing yth, Baru muncul lagi ya !?, ternyata anda baru menyelesaikan doktor anda, SELAMAT
K. Teja ----- Original Message ----- From: "Nyoman Bangsing" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, October 16, 2004 2:29 PM Subject: [bali] Re: [sos-bali] Re: Mendiskusikan PLTP Bedugul - Re: Oil on Lovina Beach!! > Ysh. teman-teman anggota milis ini. > > Selama ini saya mengikuti terus diskusi yang ada, dan saya perlu merenung > sejenak untuk ikut urun rembug. Pak Wijaya sudah mulai berbicara tentang > rencana duduk bersama teman-teman untuk berdiskusi. > Sejauh ini pendapat yang muncul lebih menonjolkan kajian teknis semata, dan > belum muncul kajian dari aspek budayanya. > Tolong juga dipertimbangkan kajian dari aspek budaya Bali-nya. > Bila kita melihatnya dari sisi teknis semata, rasanya tidak ada persoalan > untuk menggarap proyek ini. > > Saya ingin menyampaikan satu contoh kecil, kenapa sampai saat ini di Bali > belum ada jembatan penyebrangan jalan ? > Jembatan penyebrangan yang saya maksud yaitu jembatan penyebrangan yang > dibangun pada daerah dimana kepadatan lalu lintasnya tinggi. Jembatan > penyebrangannya dibangun melintas di atas jalan raya, untuk membantu pejalan > kaki yang hendak menyebrangi jalan yang ramai tersebut. > Dari sisi teknologinya apa sih susahnya ! > Permasalahannya bukan lagi masalah kendala teknis, melainkan kendala budaya. > Maukah orang Bali yang melakukan prosesi keagamaan melintas di bawah jembatan > penyebrangan yang dibangun itu ? > Bila jawabannya ya, maka tidak lama lagi akan dibangun banyak jembatan > penyebrangan di Bali. > Permasalahan ini bisa diperluas untuk kasus PLTP Bedugul. Di Bali kita > mengenal konsep kaja-kelod. Masyarakat Bali yang agraris sangat menghormati > keberadaan gunung. Gunung dipandang sebagai tempat suci. Bila dilmiahkan > kurang lebih gunung adalah sumber kesuburan, daerah resapan air tanah dsb. > Kini pertanyaannya, apakah masyarakat Bali sudah siap berubah ? > Bila gunung mulai dirambah, digunduli, ...dst, apakah orang Bali masih > mengerti akar budayanya ? > Bila proyek PLTP Bedugul jalan terus, mungkin langkah yang paling bijak > menurut saya yaitu bagaimana mempersiapkan masyarakat Bali meliwati perubahan > dari budaya agraris ke budaya industri ? > > Saya kira segitu dulu dari saya. Sampai jumpa. > > salam sejahtera dari > Nyoman Bangsing > > On Fri, 15 Oct 2004 18:38:56 +0800, Wijaya Kusuma wrote > > Om Swastiastu, > > > > Pak Wisnaya, info mengenai reforestry datangnya dari pihak terkait dengan > > rencana tersebut. Itu sebabnya kita perlu data akurat dan > > setransparan mungkin untuk duduk bersama mengupasnya. > > > > Jadinya, kita mengupas tuntas semua dengan gamblang. > > Saya tunggu undangannya, atau saya tunggu kehadirannya :-)). > > > > Shanti, > > > > Wijaya. > > > > -- > > > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
