Ysh. teman-teman anggota milis ini.

Selama ini saya mengikuti terus diskusi yang ada, dan saya perlu merenung 
sejenak untuk ikut urun rembug. Pak Wijaya sudah mulai berbicara tentang 
rencana duduk bersama teman-teman untuk berdiskusi.
Sejauh ini pendapat yang muncul lebih menonjolkan kajian teknis semata, dan 
belum muncul kajian dari aspek budayanya.
Tolong juga dipertimbangkan kajian dari aspek budaya Bali-nya.
Bila kita melihatnya dari sisi teknis semata, rasanya tidak ada persoalan 
untuk menggarap proyek ini.

Saya ingin menyampaikan satu contoh kecil, kenapa sampai saat ini di Bali 
belum ada jembatan penyebrangan jalan ?
Jembatan penyebrangan yang saya maksud yaitu jembatan penyebrangan yang 
dibangun pada daerah dimana kepadatan lalu lintasnya tinggi. Jembatan 
penyebrangannya dibangun melintas di atas jalan raya, untuk membantu pejalan 
kaki yang hendak menyebrangi jalan yang ramai tersebut.
Dari sisi teknologinya apa sih susahnya !
Permasalahannya bukan lagi masalah kendala teknis, melainkan kendala budaya. 
Maukah orang Bali yang melakukan prosesi keagamaan melintas di bawah jembatan 
penyebrangan yang dibangun itu ?
Bila jawabannya ya, maka tidak lama lagi akan dibangun banyak jembatan 
penyebrangan di Bali.
Permasalahan ini bisa diperluas untuk kasus PLTP Bedugul. Di Bali kita 
mengenal konsep kaja-kelod. Masyarakat Bali yang agraris sangat menghormati 
keberadaan gunung. Gunung dipandang sebagai tempat suci. Bila dilmiahkan 
kurang lebih gunung adalah sumber kesuburan, daerah resapan air tanah dsb.
Kini pertanyaannya, apakah masyarakat Bali sudah siap berubah ?
Bila gunung mulai dirambah, digunduli, ...dst, apakah orang Bali masih 
mengerti akar budayanya ?
Bila proyek PLTP Bedugul jalan terus, mungkin langkah yang paling bijak 
menurut saya yaitu bagaimana mempersiapkan masyarakat Bali meliwati perubahan 
dari budaya agraris ke budaya industri ?

Saya kira segitu dulu dari saya. Sampai jumpa.

salam sejahtera dari
Nyoman Bangsing

On Fri, 15 Oct 2004 18:38:56 +0800, Wijaya Kusuma wrote
> Om Swastiastu,
> 
> Pak Wisnaya, info mengenai reforestry datangnya dari pihak terkait dengan
> rencana tersebut. Itu sebabnya kita perlu data akurat dan 
> setransparan mungkin untuk duduk bersama mengupasnya.
> 
> Jadinya, kita mengupas tuntas semua dengan gamblang.
> Saya tunggu undangannya, atau saya tunggu kehadirannya :-)).
> 
> Shanti,
> 
> Wijaya.
> 
> --  



--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke