maaf...
sekedar menggingatkan buat semua,
kembali ke topik awalnya mengenai kebijakan pemerintah dan bagaimana kita
menyikapinya.
diskusi yang berlanjut sepertinya sudah mulai kehilangan arah dengan
berlepotan kesana-kemari.


regards'

Yanuar
"idealisme kadang perlu untuk menunjukan bahwa keragaman itu ada"


2008/5/7 Nena Accounting of Whirlingturban <[EMAIL PROTECTED]>:

>    Mungkin perlu dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi
>
> Mungkin pemerintah perlu buat solusi mass tansport kayak di Singapore.
>
> Jadi masyarakat tidak usah pusing untuk beli bensin. Tinggal dijemput dan
> bayar bulanan
>
>
>
>
>
>
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *siapa_heru
> *Sent:* Wednesday, May 07, 2008 1:11 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
>
>
>
> setuju pak nyoman. bisa ditambah RT-RW listrik. bisa pake tenaga
> matahari, ataupun kincir angin.
>
> rt-rw bensin, ini masalah sebenarnya. terlalu lama kita terlena dengan
> gaya hidup berkendaraan individualistik.
>
> Saya termasuk yang tidak setuju premium hanya naik harganya. Keinginan
> saya premium stop diproduksi, dan stop digunakan. Lebih baik produksi
> kembali premix, dan biarkan dijual dengan harga pasar. Sehingga
> pilihannya ada premix, pertamax, dan pertamax plus (kalau di pom
> bensin pertamina).
>
> Saya pun tidak setuju kenaikan harga solar. Kendaraan bermesin diesel
> berhubungan langsung dengan proses distribusi produk dan transportasi
> publik. Kalau bahan bakar ini ikut naik, maka kebutuhan pokok
> masyarakat dipastikan ikut naik.
>
> Persoalan terbesar kenaikan premium pada transportasi pribadi
> (keluarga / perorangan). Walaupun mungkin ada industri (pariwisata >>
> travel misalnya) yang menggunakan kendaraan premium, namun jumlahnya
> lebih sedikit. Kebutuhan mobilitas orang - perorang ini yang terus
> menerus menjadi kendala.
>
> Transportasi publik sejak dulu hingga sekarang melulu dipandang
> sebelah mata. Di Indonesia umumnya, nyaris tak jelas keberadaan
> angkutan publik ini. Kalaupun ada, kondisinya menyedihkan. Angkutan
> penumpang pedesaan justru menguasai ruas jalan utama perkotaan. Rute
> tak jelas, waktu tiba tak pasti, harga mahal, tak nyaman sama sekali.
> Dari dulu hingga sekarang tak pernah ada penyelesaiannya. Ini masalah
> sebenarnya. Bukan premium naik.
>
> Pilihan masyarakat memiliki kendaraan pribadi pun tak lepas dari
> buruknya sistem dan keberadaan transportasi publik ini. Daripada gak
> nyaman naik angkot, mending naik mobil pribadi. Daripada naik angkot
> mahal, mending beli motor sendiri. Lambat laun menjadi kebiasaan. Dan
> kini banyak yang terlena dengan kenyamanan angkutan pribadi.
>
> Kalau dibilang kenaikan premium adalah bentuk neoliberalisme dan
> seterusnya. Justru membiarkan masyarakat terlena dengan tranportasi
> pribadi, dibanding mengedepankan transportasi publik adalah jauh lebih
> kapitalistik.
>
> Kebutuhan individu, orang-perorang lebih dikedepankan. Roda kapital
> jauh lebih cepat berputar pada industri kendaraan pribadi dibanding
> kendaraan publik. Orang per orang didorong sedemikian rupa untuk
> berebut membeli kendaraan. Semakin sistem transportasi publik
> ditingalkan, semakin larislah jual-beli kendaraan pribadi ini.
>
> Padahal pilihannya sederhana. Semakin tinggi harga bahan bakar
> kendaraan pribadi, pilihannya adalah kendaraan umum. Kalau kendaraan
> umumnya tidak ada? Masyarakat dikondisikan pada situasi mau-tidak-mau
> harus ikut.
>
> Jadi, kalau penolakan kenaikan premium (apapun bentuknya) saya tidak
> sepakat.
> Tapi, kalau mendesak pemerintah untuk memperbaiki kualitas dan
> kuantitas transportasi publik, ayo!
>
> salam,
> heru
> http://kataheru.com
>
> --- In [email protected] <baliblogger%40yahoogroups.com>, "I
> Nyoman Suardana"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > RT-RW.Net VS RT-RW.GAS VS RT-RW.bensin
> >
> > RT-RW.net, adalah penggunaan suatu koneksi internet bersama oleh
> suatu masyarakat dalam satu wilayah dalam usaha pencapaian tujuan yang
> sama (dalam hal ini terkoneksi ke i-net) dengan biaya serendah mungkin.
> >
> >
> >
> > Kalo kita aplikasikan ide awal diatas ke aspek kehidupan yang lain
> itu bukan hal yang tidak mungkin. Misal
> >
> >
> >
> > RT-RW.Gas
> >
> > Kalo biogas standar bahan bakunya adalah kotoran sapi, tapi bahan
> ini tentu saja sulit didapatkan bila kita berada di perkotaan. Tapi
> ada solusinya, adi pagi nonton di TV ada liputan tentang pemakaian
> Biogas bersama oleh suatu kelompok masyarakat di suatu desa
> menggunakan biogas bahan baku kotoran manusia. So kita bikin septic
> tank skala besar, dimana seluruh saluran STP rumah di hubungkan
> kesana. Wahhh bisa jadi pabrik biogas masal toh. Klo rumahnya jauh,
> dari instalasi biogasnya, kita pakai system wireless, dimana biogas
> dimasukkan tabung Gas ElPiJi :D
> >
> >
> >
> > RT-RW.bensin
> >
> > Hindarin penggunaan kendaraan bermotor sendirian. Paling kecil ya…
>
> naek motor, usahakan berdua. Kalo punya mobil, pakai system sperti
> yang sudah2. 1 mobil untuk Sekompleks perumahan . :D
> >
> >
> >
> > Ad aide RT-RW. Yang lain???
> >
> > ./nyoman
> >
> >
> >
> > From: [email protected] <baliblogger%40yahoogroups.com>
> [mailto:[email protected] <baliblogger%40yahoogroups.com>] On
> Behalf Of Nyoman Winardi
> > Sent: Tuesday, May 06, 2008 11:35 AM
> > To: [email protected] <baliblogger%40yahoogroups.com>
> > Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
> >
> >
> >
> > Cuman itung - itungan nak belog to mbok hehehe ...
> > Lagian, terlalu no brainer kalo langsung naikin harga ...
> > Seolah - olah tidak ada daya upaya lainne mbok ...
> > Kayak, batis sakit batise suntik (kaki yang sakit, kaki yang
> disuntik) hehehe ...
> >
> > Pada akhirnya memang subsidi itu harus dicabut / dikurangi ...
> > Saya juga setuju dengan ini, tapi untuk saat ini saya rasa
> masyarakat belum siap ...
> >
> > Trus kapan siapnya? Pada saat pejabat kita udah mulai mikir
> kesejahteraan masyarakat ...
> >
> > -maaf kalo ada yang salah pendapat saya sebagai nak belog ne-
> >
> > luh de suriyani wrote:
> >
> >
> > hitungannya maut bli. itung2an kaya gini bisanya disembunyikan
> pemerintah. saya kasian sama sejumlah ibu2 di rumah yang dipaksa pake
> gas. apalagi penyalurannya juga memang korupsi baru. hmm...frustasi
> terus sama terobosan pemerintah kita.
> >
> > luhde
> >
> >
> >
> > .
> >
> >
> <
> http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=20693907/grpspId=1705171464/msgId=3602/stime=1210098256/nc1=5028926/nc2=5170414/nc3=3848643
> >
> >
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.
> Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.9/1418 - Release Date: 5/6/2008
> 5:17 PM
>  
>

Kirim email ke