bodhimanggala" <[EMAIL PROTECTED]>, nulis: > satu lagi > bukan tidak mungkin sutra2 mahayana, seperti halnya SUtta2 Pali, > sudah banyak yg terkontaminasi, dipengaruhi oleh oknum2 tertentu. > That's why it's much more useful, if u can learn from and under > guidance of a LIVING Master (alias guru/bhante/ or sapa saja yg > masih hidup), rather than from a book or any scripture....
--------------------------- Wijaya: Kita coba pakai analogi berikut(Penekanannya pada Bahwa masing2 kelompok punya kelebihan dan kekurangan. Tapi masing2 MAUNYA menyorot dari kelebihannya saja, dan kekurangannya enggan di sorot, dipermasalahkan.): Kelompok A, perguruan Kungfu. Kelompok B, perguruan sastra. Kelompok A mentertawakan kelompok B yang kungfunya memble. Selalu menggiring bahwa kehebatan manusia itu ditentukan dari kehebatan kungfunya. Sebaliknya Kelompok B mentertawakan Sastra kelompok A. Selalu mempermasalahkan memblenya sastra kelompok A. Bahwa martabat manusia ditentukan oleh kemampuan sastranya. Yah, saling klaim terjadilah. Akhirnya disepakati, untuk menentukan kelompok mana yang lebih hebat, dipakai cara pibu. Tapi, kelompok A minta pibunya adu kungfu. Tapi sebaliknya kelompok B, ngotot agar pibunya soal sastra. Seandainya kita mau menyadari FAKTA, kita punya kelebihan dan kekurangan, tentu tidak perlu lagi saling mentertawakan satu sama lain. Kecuali tingkatan kita sudah menjadi ahli silat dan sastra, maka saat itu cukup pantas kita mentertawakan kelemahan kelompok lain. Tapi saya yakin, mereka yang sudah ahli kedua ilmu itu, akan diam, tenang. ------------------ Rasa-rasanya pernah saya baca, soal Maha_Hina. Bahwa MUNGKIN ISTILAH itu bukan untuk menunjuk kelompok, tapi PRAKTEK, LAKU PRIBADI. SIAPAPUN --Umat Buddha-- yang cuman mementingkan diri sendiri, ialah pelaku jalan Hinayana. SIAPAPUN yang menolong diri sendiri dan orang lain menuju Nirvana, ialah pelaku Jalan Mahayana. Tapi, MUNGKIN, kemudian itu dipelintir demi kepentingan golongannya sendiri. Karena, setahu saya, konsep ATTA di TILAKANA nya kan sama, karena itu bagaimana mungkin di Theravada mengajarkan untuk menyelamatkan DIRI SENDIRI? ---------------- Soal MOERNI, saya pikir mayoritas sekte agama apapun akan menyatakan Kitab Sucinya adalah Dari Sang Nabi atau Tuhan sendiri. Wajar. Adakah yang menyatakan KItab sucinya adalah GADO-GADO, sebagian Kata Tuhan sebagian bukan. Sebagian dari Nabinya, sebagian bukan. Penyebar ajaran tentu sangat ingin APA YG DIRASA BENAR, agar mau diterima, diimani, di Saddha-i oleh umat, pendengarnya. Akhir kata, menjadi Buddhis lebih tenang, kita BOLEH tidak percaya isi Kitab sendiri. Sehingga tak perlu memaksakan diri ataupun membohongi diri sendiri meyakini apa yang memang meragukan. Salam metta, Wijaya ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
