Namo Buddhaya,

Sekedar mau share informasi mengenai tulisan berikut:
>>Saya lebih suka mengasosiasikan ternak burung walet dengan ternak sapi.
>>Bila kita ternak sapi untuk mengambil susu-nya, ngak apa-apa kan ?! Apa
>>itu menyiksa sapi ? 

Peternakan sapi untuk diambil susu-nya yg dilakukan secara tradisional
mungkin tidak terlalu menyiksa sapi2nya. Tapi pada peternakan besar (seperti
di negara barat, apakah Indonesia jg?), sapi perah telah diperlakukan
seperti mesin susu, peralatan2 cangih dipasang ke tubuh mereka. Dan mereka
juga tidak diberikan keleluasaan bergerak.
Perlakuan yang serupa juga terjadi pada peternakan ayam petelur.

Bagaimana mereka diperlakukan? Bisa dilihat di
http://www.petatv.com/tvpopup/Prefs.asp?video=meet_your_meat


Mettacittena,
Yusli


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Rudi
Sent: 29 Desember 2005 12:22
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Re: Ternak Walet

Namo Buddhaya,

Seru juga mengikuti diskusi topik ini. Pengen sharing sedikit.

IMHO, ternak walet tidak melanggar Pancasila kok. Apanya yang dibunuh ? Saat
panen sekalipun, peternak tidak akan mengambil atau mengosongkan semua
sarang yang ada. Bila tidak dipanen malah akan membuat sumpek karena
biasanya walet akan membuat sarang lainnya. Jadi hemat saya, mengambil
sarang walet tidak masalah, toh walet secara alamiah akan membuat sarang
baru. Memang akan lebih capek, tapi tidak terbunuh kan ?!

Saya lebih suka mengasosiasikan ternak burung walet dengan ternak sapi. Bila
kita ternak sapi untuk mengambil susu-nya, ngak apa-apa kan ?! Apa itu
menyiksa sapi ? Kalau kita beternak sapi untuk dagingnya, saya setuju bahwa
itu melanggar sila.

Asosiasi ini juga menjawab pertanyaan apakah makan liur walet boleh atau
tidak.


Salam,
Rudi

----- Original Message -----
From: "j u n a i d y" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, December 29, 2005 12:06 PM
Subject: [Dharmajala] Re: Ternak Walet


> Dear all,
>
> iyah betul, memang sebaiknya menghindari, ini menurut saya lhoo.
> namun dalam kondisi terjebak, yah...ini harus dikembalikan kepada
> pilihan masing-masing, ini menyangkut kebijaksanaan masing-masing
> orang dlm memilih.
>
> jaman seperti ini tidak bisa memutus rantai ini secara langsung, namun
> kita ikut berkontribusi untuk menguranginya, bukan menghilangkan sama
> sekali, karena saya sendiri juga sadar itu bukanlah hal yang mudah,
> dan bisa jadi tidak mgkn dihilangkan.
>
> salam,
>
>
> --- In [email protected], "SWLiang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Berarti makan sarang Walet juga dihindari ya ?
> > Berarti sama dengan anjuran menghindari makan daging ?
> >
> > Salam,
> > Suwarno
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya **
>
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh **
>
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
>
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh
welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore
hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>







** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri
saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami
taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links



 




Orang Tua
Jl. Palmerah Barat No. 9
Gelora - Tanah Abang
Jakarta 10270

Telp: +62-21-532 2121 (hunting)
Fax : +62-21-534 9295
http://www.OT.co.id





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke