|
Semua ajaran
agama di dunia mengajarkan dan membawa umatnya kepada kebaikan, tetapi
ajaran agama tidak dapat menyelesaikan hal dosa dan keselamatan. Ajaran
agama hanya mengajarkan bagaimana supaya manusia tidak jatuh ke dalam dosa,
tetapi jika manusia sudah jatuh ke dalam dosa, maka ajaran agama ini akan
mengajarkan supaya umatnya tersebut memberikan korban, persembahan, atau
melakukan perbuatan-perbuatan amal baik. Tujuan dari semuanya itu hanyalah
mudah-mudahan atau semoga saja dosa yang telah dilakukan akan diampuni.
Kekristenan
berbeda dengan agama yang lain. Kalau agama lain merupakan usaha manusia
untuk mencapai Allah tetapi Kekristenan merupakan inisiatif Allah mencapai
manusia untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan, karena Allah tahu
bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Kekristenan bukan
hanya mengajarkan kepada kita untuk hidup di dalam kekudusan (kebaikan)
tetapi mengajarkan bahwa lewat Darah Yesus Kristus kita dibenarkan,
disucikan dan diampuni. Tetapi anugerah kasih Allah itu berlaku kepada kita
jika kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup kita.
Kuasa Darah
Kristus yang telah kita terima akan membuat hidup kita mampu mengatasi
tekanan-tekanan yang iblis arahkan kepada kita. Dan di dalam 1 Yohanes 1:7,
ditegaskan tentang Darah Yesus yang mampu mengatasi dosa dan membenarkan
hidup kita. Dikatakan di sana, “Tetapi jika kita hidup di
dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh
persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan
kita dari pada segala dosa.” Untuk itu kita perlu senantiasa hidup
dalam kepatuhan terhadap Tuhan. Kita patuh kepada Tuhan dan selalu berusaha
berbuat baik bukan berarti supaya kita diselamatkan, namun sebagai ungkapan
syukur kita atas keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepada kita secara
cuma-cuma. Kalau kita tahu sekarang bahwa kita telah dibenarkan maka adalah
suatu hal yang sangat mengecewakan Allah bila kita masih selalu jatuh dalam
dosa.
Itu
sebabnya, tekanan yang begitu dahsyat sekalipun atau bujukan dan rayuan
bagaimanapun yang dilakukan setan untuk mempengaruhi kita, kita akan tetap
dapat menghadap hadirat Allah dalam doa, karena kita sudah dibenarkan oleh
darah Yesus. Jika kita menghadap Allah dengan hati yang tulus, hati yang
ikhlas, hati yang disucikan oleh darah Yesus, maka kita akan dapat melihat
kekuatan Allah berlaku di dalam kehidupan kita. Susana Sumiarti-ska
|