RENUNGAN HARI INI
Selasa, 18 Januari 2005

JALANNYA TIDAK MUDAH

Bacaan: Markus 8:34-38

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Markus 8:34).

Ketika Allah memanggil kita untuk mengikutiNya, Dia tidak berjanji bahwa mengikut Aku, perjalanan imanmu akan mulus tanpa gelombang dan tantangan. Sebaliknya Yesus berkata, bahwa siapa yang mau mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari. Memikul salib berarti siap sedia dalam segala keadaan menanggung risiko menderita karena nama Yesus.

Karena untuk masuk ke dalam hidup yang sesungguhnya, jalannya tidak semudah yang kita pikirkan selama ini. Ada tantangan dan rintangan yang dilakukan iblis untuk membelokkan jalan kita kepada Allah. Tantangan dan rintangan itu bisa saja berupa godaan, penderitaan dan aniaya. Pertanyaannya, mengapa Allah mengizinkan tantangan dan rintangan menghambat perjalanan iman kita? Ada tiga alasan, mengapa Dia mengizinkan orang percaya menghadapi tantangan, yaitu:

1.

Untuk memurnikan iman (Yes. 48:10). Tidak sedikit dari orang Kristen selama ini yang mempunyai motivasi salah dalam mengiring Yesus. Mereka pikir ikut Yesus, segala sesuatu pasti beres. Karena itu, ketika menghadapi penderitaan dan masalah ternyata Tuhan tidak bertindak, mereka segera menyalahkan bahkan ada yang meninggalkan Tuhan. Karena itu, Tuhan mengizinkan tantangan dan penderitaan untuk memurnikan motivasi kita, sehingga pada akhirnya kita bisa berkata seperti Ayub: “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas” (Ayb. 23:10).

2.

Agar kita menjadi dewasa. Seorang anak yang masih belajar berjalan, tentu dia tidak bisa langsung jalan apalagi berlari. Dia akan jalan pelan-pelan dan ada saatnya dia jatuh. Sebagai orang tua yang baik, tentu dia tidak akan berkata: “Sayang, jatuh ya?” Mulai sekarang tidak usah belajar berjalan saja!” Sebaliknya dia akan menyuruh anaknya berjalan, sampai anak itu bisa. Seperti itulah cara yang dipakai Tuhan dalam mendewasakan kita. Tuhan mengasihi kita, tetapi Dia tidak pernah mendewasakan kita dengan cara mengabulkan semua permohonan kita. Dia juga tidak pernah berjanji akan membebaskan kita dari masalah, tetapi Dia berjanji akan memberikan jalan keluar saat kita menemui jalan buntu (bnd. 1 Kor. 10:13).

3.

Agar kita bergantung kepadaNya. Dalam mengiring Yesus, setiap kita tentu pernah mengalami kegagalan. Seringkali kegagalan itu terjadi, karena kita lebih percaya pada kemampuan sendiri daripada mengandalkan penyertaan Tuhan. Karena itu, sebelum kita mengalami kegagalan andalkan Tuhan dalam hidup kita. TS

Doa:

Tuhan, sekalipun dunia ini mencoba merintangi perjalanan iman kami, jangan biarkan kami berjalan seorang diri, amin.

DI BALIK PENDERITAAN ADA MAHKOTA MENANTI

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke