|
Ketika Allah memanggil kita untuk
mengikutiNya, Dia tidak berjanji bahwa mengikut Aku, perjalanan imanmu akan
mulus tanpa gelombang dan tantangan. Sebaliknya Yesus berkata, bahwa siapa
yang mau mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya
setiap hari. Memikul salib berarti siap sedia dalam segala keadaan
menanggung risiko menderita karena nama Yesus.
Karena untuk masuk ke dalam hidup yang
sesungguhnya, jalannya tidak semudah yang kita pikirkan selama ini. Ada
tantangan dan rintangan yang dilakukan iblis untuk membelokkan jalan kita
kepada Allah. Tantangan dan rintangan itu bisa saja berupa godaan,
penderitaan dan aniaya. Pertanyaannya, mengapa Allah mengizinkan tantangan
dan rintangan menghambat perjalanan iman kita? Ada
tiga alasan, mengapa Dia mengizinkan orang percaya menghadapi tantangan,
yaitu:
|
1.
|
Untuk memurnikan iman
(Yes. 48:10). Tidak sedikit dari orang Kristen selama ini yang mempunyai
motivasi salah dalam mengiring Yesus. Mereka pikir ikut Yesus, segala
sesuatu pasti beres. Karena itu, ketika menghadapi penderitaan dan
masalah ternyata Tuhan tidak bertindak, mereka segera menyalahkan bahkan
ada yang meninggalkan Tuhan. Karena itu, Tuhan mengizinkan tantangan dan
penderitaan untuk memurnikan motivasi kita, sehingga pada akhirnya kita
bisa berkata seperti Ayub: “Karena
Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan
timbul seperti emas” (Ayb. 23:10).
|
|
2.
|
Agar kita menjadi
dewasa. Seorang anak yang masih belajar berjalan, tentu dia tidak bisa
langsung jalan apalagi berlari. Dia akan jalan pelan-pelan dan ada
saatnya dia jatuh. Sebagai orang tua yang baik, tentu dia tidak akan
berkata: “Sayang, jatuh ya?” Mulai sekarang tidak usah
belajar berjalan saja!” Sebaliknya dia akan menyuruh anaknya
berjalan, sampai anak itu bisa. Seperti itulah cara yang dipakai Tuhan
dalam mendewasakan kita. Tuhan mengasihi kita, tetapi Dia tidak pernah
mendewasakan kita dengan cara mengabulkan semua permohonan kita. Dia juga
tidak pernah berjanji akan membebaskan kita dari masalah, tetapi Dia
berjanji akan memberikan jalan keluar saat kita menemui jalan buntu (bnd.
1 Kor. 10:13).
|
|
3.
|
Agar kita bergantung
kepadaNya. Dalam mengiring Yesus, setiap kita tentu pernah mengalami
kegagalan. Seringkali kegagalan itu terjadi, karena kita lebih percaya
pada kemampuan sendiri daripada mengandalkan penyertaan Tuhan. Karena
itu, sebelum kita mengalami kegagalan andalkan Tuhan dalam hidup kita. TS
|
|