RENUNGAN HARI INI
Rabu, 26 Januari 2005

PENGHARAPAN ORANG PERCAYA

Bacaan: 1Petrus 1:18-21

“Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakanNya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah” (1 Petrus 1:21).

Ketika kita menyerahkan hidup untuk diperbaharui Allah, maka Allah mempersiapkan kita untuk menerima rahmat dan anugerah-Nya. Kalau kita berbicara tentang rahmat Allah, maka tidak selalu harus diartikan dengan persoalan uang, jabatan ataupun kekayaan, tetapi dapat juga berarti hidup yang berpengharapan.

Sekalipun hidup kekristenan kita dihadapkan pada tantangan maupun masalah besar lainnya, kita tidak mudah putus asa. Sebaliknya kita dapat tetap bersukacita dalam Tuhan, karena pengharapan kita pada Allah tidak pernah mengecewakan (Rm. 5:5). Dia berjanji akan selalu menyertai kita sampai pada kesudahan alam (Mat. 28:20b). Karena itu di dalam Yesus, pengharapan kita ditandai dengan:

1.

Memiliki bagian yang tidak dapat cemar (1 Pet. 1:4). Pengharapan keselamatan yang dijanjikan Tuhan kepada kita, merupakan pengharapan yang tidak dapat binasa ataupun layu. Walaupun Setan maupun manusia berusaha untuk merancangkan rancangan yang jahat, tetapi selama kita tetap dekat dengan Tuhan, mereka tidak dapat mencemari bagian yang ditentukan Tuhan bagi kita.

2.

Memiliki harta (upah) yang tersedia di sorga. Menerima kebaikan seseorang karena kita berbuat baik merupakan pemandangan yang sudah umum. Tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan merupakan hal yang luar biasa. Karena hal itu hanya dimungkinkan, jika kasih Allah memenuhi hidup kita. Sekalipun mungkin orang mencemooh atau memfitnah kita, tetapi kalau kita tetap bersabar sambil terus menaruh pengharapan kepada Tuhan, ada upah yang disediakan Tuhan bagi kita. Alkitab berkata: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat. 5:10).

3.

Dipelihara dalam kekuatan Allah. Situasi yang sukar tidak pernah berakhir dalam kehidupan orang percaya. Seperti firmanTuhan sendiri berkata, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu” (Mzm. 34:20). Allah pasti memberi kekuatan kepada kita, sehingga kita mampu menghadapi tantangan.

Hidup penuh pengharapan ini tidak akan kita jumpai dalam ajaran agama manapun. Karena dasar pengharapan kita bukan pada keragu-raguan atau kata semoga, seperti yang sering diucapkan orang. Tetapi kepastian kita terjadi melalui kebangkitan Yesus dari antara orang mati. GL

Doa:

Bimbinglah kami untuk mengerti kehendakMu dalam hidup ini, ya Tuhan, amin

MASA YANG SUKAR TIDAK PERNAH BERAKHIR, TETAPI ORANG YANG
TEKUN AKAN MELIHAT KEMENANGAN

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke