|
Dalam
bacaan ini kita bisa lihat bahwa sebenarnya Petrus sudah putus asa karena
usaha yang dilakukannya menjadi sia-sia. Bayangkan, sepanjang malam dia dan
kawan-kawannya bekerja keras untuk menangkap ikan, tetapi tidak
mendapatkannya. Beruntunglah mereka berjumpa dengan Yesus dan setelah
menggunakan perahu mereka lalu Yesus katakan, “Bertolaklah ke tempat
yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Dalam
perbincangan selanjutnya sebenarnya Petrus memberitahukan kepada Yesus
betapa lelahnya dia. Tetapi hal yang sangat indah untuk dipelajari adalah
Petrus tidak membantah pada Yesus. Kita bisa bayangkan, kalau Petrus
membantah maka dia tetap tidak akan mendapat apa-apa.
Bagi
saudara yang membaca renungan ini, mungkin pernah atau sedang mengalami
kegagalan dalam hidup. Jangan putus asa, jangan menyesal karena keadaaan
dan jangan pula meninggalkan Yesus. Tetapi yang harus kita perhatikan
adalah, apa yang menyebabkan sehingga kegagalan itu terjadi? Ingatlah,
Yesus mau memulihkan kehidupan saudara. Yesus pasti menyatakan anugerahNya,
sehingga saudara mampu bangkit dan terus memiliki keyakinan yang kokoh
bahwa Dia akan terus menuntun. Dan dalam tuntunan itu, Yesus pasti
memberikan kebenaran-kebenaran firmanNya sehingga kita semakin yakin akan
penyertaanNya. Dengan kasih dan kelembutan, Yesus memanggil saudara,
“Marilah kepadaKu, semua orang yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Tetapi yang menjadi masalah
adalah, apakah kita mau menurut atau sebaliknya membantah terhadap
perintahNya? Kalau kita membantah maka hal itu hanya akan membuat kita
banyak mengalami kedukaan. Sebaliknya, kalau kita tidak membantah maka akan
banyak perkara luar biasa yang akan Yesus kerjakan dalam hidup kita. Petrus
mengalami hal yang luar biasa dalam hidupnya, dan Alkitab mencatat,
“Setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan,
sehingga jala mereka mulai koyak” (Luk. 5:6).
Itu
sebabnya, tanamkan dalam hati bahwa sebagai orang yang percaya pada Yesus,
sangat penting kalau kita tidak membantah – untuk hal apapun –
terhadap Dia. Kita tidak membantah bukan karena ingin mendapatkan sesuatu
yang dijanjikanNya, tetapi kita tidak membantah karena kita mengasihi Dia
dan tidak mau mendukakan hatiNya. YTN
|