|
Ketika kita menyerahkan hidup untuk diperbaharui
Allah, maka Allah mempersiapkan kita untuk menerima rahmat dan
anugerah-Nya. Kalau kita berbicara tentang rahmat Allah, maka tidak selalu
harus diartikan dengan persoalan uang, jabatan ataupun kekayaan, tetapi
dapat juga berarti hidup yang berpengharapan.
Sekalipun hidup kekristenan kita
dihadapkan pada tantangan maupun masalah besar lainnya, kita tidak mudah
putus asa. Sebaliknya kita dapat tetap bersukacita dalam Tuhan, karena
pengharapan kita pada Allah tidak pernah mengecewakan (Rm. 5:5). Dia
berjanji akan selalu menyertai kita sampai pada kesudahan alam (Mat.
28:20b). Karena itu di dalam Yesus, pengharapan kita ditandai dengan:
|
1.
|
Memiliki bagian yang
tidak dapat cemar (1 Pet. 1:4). Pengharapan keselamatan yang dijanjikan
Tuhan kepada kita, merupakan pengharapan yang tidak dapat binasa ataupun
layu. Walaupun Setan maupun manusia berusaha untuk merancangkan rancangan
yang jahat, tetapi selama kita tetap dekat dengan Tuhan, mereka tidak
dapat mencemari bagian yang ditentukan Tuhan bagi kita.
|
|
2.
|
Memiliki harta (upah)
yang tersedia di sorga. Menerima kebaikan seseorang karena kita berbuat
baik merupakan pemandangan yang sudah umum. Tetapi membalas kejahatan
dengan kebaikan merupakan hal yang luar biasa. Karena hal itu hanya dimungkinkan,
jika kasih Allah memenuhi hidup kita. Sekalipun mungkin orang mencemooh
atau memfitnah kita, tetapi kalau kita tetap bersabar sambil terus
menaruh pengharapan kepada Tuhan, ada upah yang disediakan Tuhan bagi
kita. Alkitab berkata: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh
sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”
(Mat. 5:10).
|
|
3.
|
Dipelihara dalam
kekuatan Allah. Situasi yang sukar tidak pernah berakhir dalam kehidupan
orang percaya. Seperti firmanTuhan sendiri berkata, “Kemalangan
orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu”
(Mzm. 34:20). Allah pasti memberi kekuatan kepada kita, sehingga kita
mampu menghadapi tantangan.
|
|