RENUNGAN HARI INI
Senin, 31 Januari 2005

SUATU KEBODOHAN

Bacaan: Matius 7:24-26

“Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir” (Matius 7:26).

Ungkapan kata kebodohan, diambil dari kata dasar bodoh, merupakan satu sifat yang secara umum selalu dihindari oleh orang. Sebab sifat atau keberadaan ini mempunyai konotasi yang negatif. Itu sebabnya kata bodoh ini sering menjadi perangkat atau sarana umpatan atau makian dan cemoohan yang ditujukan kepada seseorang. Misalnya: “Orang itu bodoh sekali.” Dan cemoohan atau umpatan lain yang berkonotasi sama. Tentunya tidak seorangpun di antara kita yang senang mempunyai predikat sebagai orang bodoh. Apapun keadaan kita, julukan semacam itu tidak pantas untuk kita terima. Siapapun kita, tentu tidak mau dikategorikan sebagai orang yang bodoh.

Dalam pokok renungan kita hari ini, jelas dikatakan oleh Tuhan Yesus, bahwa orang yang mendengar firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya ia sama dengan orang yang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kalau ayat di atas diaplikasikan pada masa sekarang, maka ayat tersebut lebih ditujukan kepada orang yang menamakan dirinya Kristen, yang terlibat dalam pelayanan, tetapi tidak melakukan firman Tuhan. Sebab mereka inilah yang berkesempatan dan menerima anugerah untuk mengetahui rahasia firman Tuhan. Sekalipun mereka terlibat dalam bidang pelayanan, namun jika tidak melakukan firman Tuhan, mereka juga masuk dalam kategori orang yang bodoh.

Istilah bodoh dalam bahasa Yunani menggunakan kata moros, yang berarti orang tolol atau juga bisa berarti orang yang tidak berkembang. Tidak berkembang atau tidak berpengertian dibalik kata moros ini, sebenarnya hendak diberitahukan kepada kita, bahwa orang yang tidak membiasakan diri melakukan firman Tuhan adalah pribadi yang tidak bertumbuh dan berkembang. Perkembangan yang dimaksudkan di sini bukanlah perkembangan secara jasmani, melainkan perkembangan rohani. Sedangkan orang yang tidak bertumbuh dan berkembang kerohanian, sekalipun hatinya sering diisi dengan air sorgawi adalah orang yang bodoh. Yakobus mengatakan, bahwa orang yang mendengar firman Tuhan, tetapi tidak melakukannya, ia seumpama orang yang berdiri di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia lupa bagaimana rupanya (Yak. 1:22-24).

Melalui firman Tuhan di atas, Tuhan Yesus secara tegas menegur kita, agar kita mempunyai pertumbuhan rohani. Sebab kedewasan rohani bukan diukur dari pandainya kita berteologia, tetapi bagaimana cara kita mendengar dan melakukan firmanNya. GMA

Doa:

Tuhan Yesus, jadikan hidup kami untuk menjadi pelaku firmanMu, amin.

KEBODOHAN TERJADI MANAKALA KITA TIDAK MAU
MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMANNYA

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke