Mas Agung,
Terima kasih tanggapannya, sangat lengkap dan menjawab, bahkan menurut saya
membuka pintu diskusi lebih lanjut. Benar sekali Mas Agung, manusia nyatanya
hidup dalam paradoks, tapi nyatanya seringkali karena takut hidup dalam
paradoks, maka memutuskan memilih dg memeluk salah satunya ya? Bisa jadi
penekanan aspek fisikal yg berlebihan hingga menjadi seorang materialis, atau
sebaliknya memeluk yang rohani melulu dan menjadi spiritualis. Agaknya ini
keliru ya. Dan "tubuh" termasuk penemuan baru ketika hampir dlm sejarah
filsafat godaan untuk merepresi dan mensubordinasi tubuh mendominasi, ya
katakanlah sejak zaman Plato dlm gagasannya ttg dualisme tubuh-jiwa (gagasan
askese dan penaklukan tubuh, seks yg berlebihan dlm agama misalnya), dan jika
fenomena sekarang, seks atau tubuh sebagai "perayaan", benarkah bebas, merdeka,
atau jangan2 justru dengan menampik sisi transenden dari "diri" kita, yang
terjadi adalah disorientasi dan absurditas? Maka pertanyaannya akan kembali;
siapakah manusia? cukupkah ditilik dari sisi "tubuh" atau "jiwa" saja, ataukah
keduanya? Jika keduanya, bagaimana kita dapat merangkum "dualitas" ini dalam
sebuah harmoni, kesatuan. Mas Agung barangkali dapat menambahkan penjelasannya,
mungkin dlm perspektif Merleu-Ponty, dan filsuf eksistensialis lainnya?
Atau rekan2 yg lain ingin menambah/mengurangi, monggo....
RMC <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Pras dan Mas Denny,
Saya ikut nimbrung soal "manusia" ini ya...
Benar sekali apa yang dipaparkan Mas Pras; yang membedakan manusia dari
binatang adalah kemampuan refleksi dirinya. Dalam arti ini, kesadaran diri
tersebut yang membuatnya mampu merajut masa lalu, kekinian dan masa depannya.
Namun, menjadi dilematis juga kekhasan manusia ini. Kierkegaard menyebutnya
dengan "kejatuhan" dari taman Eden, yaitu adanya kesadaran diri. Adanya
kesadaran diri ini membuat manusia justru mengalami suatu dilema eksistensial.
Bayangkan saja, kesadaran dirinya juga berhasil menyadari bahwa kemampuan untuk
mengakses dunia simbolik melalui kesadaran diri tersebut akhirnya dibatasi oleh
dimensi kebertubuhannya. Secara sederhana, setiap keinginan manusia dan daya
imaginatifnya tidak serta merta dapat teraksualisasi justru karena kodrat
kebertubuhannya. Lha, yang seperti inilah yang membuat manusia mengalami
"kejatuhan" -dalam arti, ada konsekuensi yang 'mengerikan' yang muncul dari
potensi kekhasannya sebagai manusia. Si Heidegger mungkin akan bilang
inilah salah satu unsur inheren dalam "dasein" yang disebutnya dengan si
"being-in-the-world", yaitu kegelisahan eksistensial. Sekali lagi karena
kebebasannya tidak sepenuhnya dapat teraktualisasi; justru karena tubuhnya
membatasi dimensi transendental dari kesadaran diri tersebut. Atau mungkin
dapat dianalogkan dengan konsep "etre-pour-soi"-nya Sartre, si Filsuf juling
dari Perancis itu....boleh jadi juga lho, hanya Sartre bermuara pada konsep
hidup sebagai yang absurd, yang sangat berseberangan dengan si Heidegger.
Jadi, cirikhas manusia yang membedakannya dengan binatang adalah kesadaran
dirinya, meskipun secara kodrati, ia masih mewarisi kodrat animalitas
juga....yaitu kodrat biologis, kebertubuhannya. Dua dimensi yang ada-bersama
inilah yang menjadikan cirikhasnya sebagai manusia tidak lepas dari masalah,
dilema eksistensial. Lha, ini yang membuatnya cocok untuk disebut sebagai
makhluk paradoksal.
tabik
agoengdegandjoeran
Messages in this topic (5) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
7
New Members
4
New Photos
1
New Files
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Philosophy
Philosophy of
Philosophy book
Citizens of humanity
Citizens of humanity jeans
Give Back
Yahoo! for Good
Get inspired
by a good cause.
Y! Toolbar
Get it Free!
easy 1-click access
to your groups.
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com