Subject: Re: [filsafat] Manusia Wednesday, February 21, 2007 10:32 AM, prastowo prastowo wrote:
"Maka pertanyaannya akan kembali; siapakah manusia? cukupkah ditilik dari sisi "tubuh" atau "jiwa" saja, ataukah keduanya? Jika keduanya, bagaimana kita dapat merangkum "dualitas" ini dalam sebuah harmoni, kesatuan." Mas Pras, Pertanyaan itu bagus, sekaligus sulit...he...he... Sebelum menjawab pertanyaan itu, baiklah jika ditelisih dulu akibat yang paling "mengerikan" jika manusia jatuh pada ekstrim "kebertubuhan"nya atau ekstrim "kesadaran-diri"nya. Hal ini saya maksudkan untuk menemukan "titik terendah" dalam kemanusiaan atau dengan kata lain, disharmoni yang paling fundamental. Nha, baru jika disharmoni yang paling fundamental ini ketemu....baiklah "dualitas" itu 'didamaikan'(?). Disharmoni itu menurut saya dapat ditengarai dalam ketakutan yang dialami manusia secara permanen dan tak terelakan, boleh jadi menjadi suatu "teror" dalam hidupnya. Lha, ini apa? Saya kok masih berpikir2 dan belum menemukan ide yang "mak-cling"...mungkin mas Pras bisa membantu mencerahkan? nb. dari salah satu tafsir atas psikoanalisa (yang berusaha memasuki ranah eksistensialisme), kejatuhan ke ekstrim "kebertubuhan" membawa manusia pada suatu tingkat "depresi" tertentu; atau sebaliknya jika terlalu condong ke ekstrim "kesadaran-diri", manusia akan jatuh dalam "schizophrenia" tingkat tertentu. Masing-masing dituduh berusaha menciptakan konsep "kekekalan" yang semu.....apakah muara disharmoni manusia itu ada pada ketakutan, dia akan mati??? ...saya masih butuh pencerahan! tabik agoengdegandjoeran
