Hi semua, Sebelumnya salam kenal ya, saya member baru di sini. Sebenarnya saya sudah gabung 2 bulan yang lalu, namun saat itu milis masih sepi. Saya juga baru hari ini baca milis ini lagi dan tampaknya sudah mulai rame sehingga saya juga ingin ikut meramaikan, start with isu perbedaan manusia dan binatang ini.
Menurut saya yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah intelegensia manusia yang telah mencapai taraf tertentu yang membuat manusia mampu melakukan beberapa hal yang tidak mampu dilakukan oleh binatang seperti kesadaran diri (refleksi diri), berkomunikasi dengan bahasa yang kompleks, perencanaan jangka panjang, memiliki pengetahuan teoritis, memiliki moral, dsb. Menurut saya semua hal ini mampu dilakukan oleh manusia adalah karena otak manusia sudah mencapai taraf kompleksitas tertentu yang memungkinkannya untuk melakukan hal2 tersebut (termasuk kesadaran diri dan moral). Mengenai kesadaran diri sudah dibahas sebelumnya ya. Mengenai kemampuan berkomunikasi dengan bahasa yang kompleks, perencanaan jangka panjang, dan memiliki pengetahuan teoritis saya rasa juga sudah cukup jelas. Mungkin yang belum begitu jelas dan menarik untuk didiskusikan adalah mengenai moral ini, yaitu bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menjadi bermoral, dan bintang tidak memiliki kemampuan ini. Ini mungkin ada hubungannya juga dengan kemampuan kesadaran diri. Pertanyaannya tentu adalah kemampuan apa yang dimiliki manusia yang menyebabkannya pantas untuk disebut bermoral? Menurut saya jawabannya adalah kemampuan untuk berimajinasi bagaimana rasanya menjadi orang/makhluk hidup lain. Si A disebut bermoral, misalnya tidak mau menyakiti Si B, karena si A mampu membayangkan bagaimana rasanya menjadi si B di mana si B ini tentu tidak mau disakiti oleh orang lain. Jadi seseorang disebut bermoral jika dia memperlakukan orang/makhluk hidup lain seolah-olah dirinya sendiri adalah orang/makhluk hidup lain tersebut. Kemampuan ini setahu saya tidak dimiliki oleh binatang. Anjing tentu dapat dilatih untuk tidak menggigit orang. Tapi setahu saya anjing mampu menahan diri untuk tidak menggigit karena takut dihukum atau karena memang telah terbiasa untuk tidak menggigit orang, bukan karena anjing tersebut mampu membayangkan dirinya adalah makhluk hidup lain yang digigit tersebut. Menurut saya otak bintang belum cukup kompleks untuk dapat melakukan hal ini. Jadi begitu pendapat saya mengenai perbedaan antara manusia dengan binatang. Cheers, Theo --- In [email protected], "RMC" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Pras dan Mas Denny, > > Saya ikut nimbrung soal "manusia" ini ya... > > Benar sekali apa yang dipaparkan Mas Pras; yang membedakan manusia dari binatang adalah kemampuan refleksi dirinya. Dalam arti ini, kesadaran diri tersebut yang membuatnya mampu merajut masa lalu, kekinian dan masa depannya. Namun, menjadi dilematis juga kekhasan manusia ini. Kierkegaard menyebutnya dengan "kejatuhan" dari taman Eden, yaitu adanya kesadaran diri. Adanya kesadaran diri ini membuat manusia justru mengalami suatu dilema eksistensial. Bayangkan saja, kesadaran dirinya juga berhasil menyadari bahwa kemampuan untuk mengakses dunia simbolik melalui kesadaran diri tersebut akhirnya dibatasi oleh dimensi kebertubuhannya. Secara sederhana, setiap keinginan manusia dan daya imaginatifnya tidak serta merta dapat teraksualisasi justru karena kodrat kebertubuhannya. Lha, yang seperti inilah yang membuat manusia mengalami "kejatuhan" -dalam arti, ada konsekuensi yang 'mengerikan' yang muncul dari potensi kekhasannya sebagai manusia. Si Heidegger mungkin akan bilang inilah salah satu unsur inheren dalam "dasein" yang disebutnya dengan si "being-in-the-world", yaitu kegelisahan eksistensial. Sekali lagi karena kebebasannya tidak sepenuhnya dapat teraktualisasi; justru karena tubuhnya membatasi dimensi transendental dari kesadaran diri tersebut. Atau mungkin dapat dianalogkan dengan konsep "etre-pour-soi"-nya Sartre, si Filsuf juling dari Perancis itu....boleh jadi juga lho, hanya Sartre bermuara pada konsep hidup sebagai yang absurd, yang sangat berseberangan dengan si Heidegger. > > Jadi, cirikhas manusia yang membedakannya dengan binatang adalah kesadaran dirinya, meskipun secara kodrati, ia masih mewarisi kodrat animalitas juga....yaitu kodrat biologis, kebertubuhannya. Dua dimensi yang ada-bersama inilah yang menjadikan cirikhasnya sebagai manusia tidak lepas dari masalah, dilema eksistensial. Lha, ini yang membuatnya cocok untuk disebut sebagai makhluk paradoksal. > > tabik > agoengdegandjoeran > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
