bedanya, aku selain menderes juga berkali2 membaca tafsirnya di samping tarjamahnya
temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalau gitu as as, hitung sama-sama ya..(itu kalau kamu masih pake qur'an yang kupake juga). Ramadhan ini khatam yaa.. Oh, ya sifat itu terkandung dalam nama tapi sebetulnya ada perbedaan antara nama dan sifat (asma wa sifat) --- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dalam Al Qur'an, sifat Allah itu jauh di bawah 99. > Jumlahnya dijadikan 99, karena ditambahi para ulama. > Di kaum Syi'ah, jumlah sifat Allah adalah 1000. > > temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mau meralat nih, hitungan saya salah : > Nama Allah ada 99 yang terdiri dari 49 nama-nama jalal (keperkasaan) > dan 50 nama-nama jamal (keindahan). > > --- In [email protected], "temon_brangti" <temon_brangti@> > wrote: > > > > Kenapa mas malah terjebak dalam memisahkan antara akal dan wahyu. > > Allah tidak pernah menurunkan wahyu yang bertentangan dengan akal. > > Beberapa teks Al-Qur'an bahkan ada yang belum dapat dicari padanan > > kata yang cukup tepat untuk mewakilinya. Artinya kedalaman Al- > Qur'an > > adalah keniscayaan yang harus terus digali, bukan hanya melulu > > permukaan tapi juga dasar, awal dan hakekat penciptaan. > > > > Kenapa saya merasa bahwa manusia tidak pernah ada ? silahkan cari > > dalam Al-Qur'an (karena saya lupa, he..he..,--dan mungkin akan > saya > > cantumkan suatu saat nanti) ada sebuah ayat yang menerangkan bahwa > > dunia adalah "laibu wa lahwu" ( senda gurau dan canda tawa) kalau > > saya mengartikan bahwa saat ini Allah sedang memikirkan apa yang > > terjadi dengan kita mahluknya lalu kita akan hilang seketika itu > > juga bila Ia berhenti berpikir, tidak bolehkah saya berfikir > seperti > > itu? > > > > Konon, Allah memiliki 99 nama 54 diantaranya adalah nama kemuliaan > > dan keperkasaan (Jalal) sementara 55 diantaranya adalah nama > > keindahan dan pemeliharaan (jamal), bila saya kemudian menafsirkan > > kelebihan sifat rahim Allah yang menyebabkan dunia tetap berputar > > hingga saat ini dan manusia hanya sebagian kecil yang tak berarti > di > > lautan kuasanya, dan kapanpu Ia mau kita bisa hilang lenyap begitu > > saja tanpa tuntutan neraka ataupun harapan surga, apa yang dapat > > kita lakukan ? > > > > Karena setiap detik kita sedang dihancurkan lalu diciptakan > kembali > > lalu dihancurkan dan diciptakan kembali (Ingat Allah bukan hanya > > Maha Pemelihara tapi juga Maha Penghancur). > > > > Percayalah, saya kira kita hanya bisa berharap pada kasih dan > Cinta- > > Nya. > > > > Saya tidak percaya orang yang hanya berharap surga, akan lebih > > dicintai daripada yang hanya berharap diri-Nya. > > > > Wallahu a'lam > > --- In [email protected], qalam26 <no_reply@> wrote: > > > > > >  > >  > > > ɧ > > 81; > > > ɦ > > 76;  > > > > > > > > > KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL > > > > > > Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal > > > manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang mulia > > di > > > dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan kemampuan > > akal > > > inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. > Namun > > > akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami hakikat > > > eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di capai > > dengan > > > menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. > > > Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah bisa > > > difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan > imajinasi > > > hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat dalam > > memahami > > > fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka > anggap > > > sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia menyembah > > > Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan). > > > Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan kedudukannya > > dirinya > > > didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi > material, > > > tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang lemah > > > terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup > adalah > > > kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali lagi > > semua > > > ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia yang > > > dikokohkan oleh akal. > > > Akal merupakan ciptaan tuhan, karena tidak mungkin keteraturan > > yang > > > amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu ada > > > kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur > sekalian > > > alam beserta hukum-hukumnya. > > > > > > Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta > dari > > > ketiadaan > > > > > >  > > > ɧ > > 62;  > >  > >  > >   > > > ɧ > > 61; > >  > > > 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka > yang > > > menciptakan (diri mereka sendiri)? > > > > > > Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan > > > perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang dibuat > > oleh > > > manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari eksistensi > > > manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan hati, > > karena > > > akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan makna > > hidup, > > > yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan dan > > tuhan > > > tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri petunjuk > > (wahyu). > > > > > >  > >  > >  > > > ɧ > > 54;  > > > ɨ > > 72; > >  > > > 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya > > mereka > > > mengabdi (menyembah) kepada-Ku. > > > > > > Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan > > syariat, > > > hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia > membuat- > > > buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh alloh. > Akal > > > diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan > bukan > > > untuk menentang dan menandingi wahyu. > > > Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas > > > tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai bentuk > > > pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan mutlak > > adalah > > > suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat difahami > > oleh > > > akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. > > > Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna hidup ? > > > apakah manusia? Alam ? > > > Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi manusia > > diatas > > > langit? > > > Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai pencipta > > > dirinya? > > > > > > > > >  > > > ɦ > > 76;  > >  > >  > >  > >  > >  > >  > > > 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi > > > pembantah yang nyata. > > > (An-Nahl: 4) > > > > > > Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air > > yang > > > hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang juga > > > ciptaannya? Sungguh ironis... > > > Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan manusia > > terhadap > > > tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai > > kebenaran > > > dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al- > quran). > > > Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan mengatakan > > > bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), dan > > > menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika dan > > hukum. > > > Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, ia > > > menganggap dirinya serba cukup > > > > > >   > > > ɦ > > 76; > > > ɧ > > 55;   > >  > > > ɨ > > 83;  > > > 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, > > > 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7) > > > > > > Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya > > dalam > > > bentuk filsafat itu cukup dan mampu mencapai kebenaran tanpa > ada > > > bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia telah > > > menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia perlu > > untuk > > > mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang > diluar > > > wahyu yakni akalnya (filsafat). > > > Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang > > wahyu > > > atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari > petunjuk > > > tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia manusia > > mampu > > > memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam wahyu > > > tersebut. > > > Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit dan > > > berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam sebuah > > > imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa kita > > > tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH. > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. > --------------------------------- Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
