Ohhh, Kitab itu yang anda yakini saudara as as
Wah saya gak berani berkomentar karena memang saya gak tau menahu 
soal kitab yang anda imani itu.
Saya mengutip beberapa Isi Al-Qur'an karena anda sendiri yang 
mempertanyakannya. Kalu soal isi kandungan kitab yang anda imani 
itu, saya sih gak peduli, he..he..


--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Aku juga bisa nulis gini, kok Selo
> 
> Kitab ini
> tak diragukan lagi
> adalah
> bisikan langsung dari
> Kiai Rojomili
> yang terjadi
> pada hari
> malem  Jum'at Legi
> hihihi
> 
> Jadi, Selo, biarkan kitab Kiai Rojomili ini
> menjawab sendiri
> hihihi lagi
> 
> mumpung puasanya blon mulai
> 
> aku sudah bikin pengumuman, kok
> agar semua orang menghormati aku
> wong aku poso
> hihihi
> 
> hayo , kamu hormat'
> kamu hormat
> kamu hormat
> 
> graaaaaaaaak
> 
> kalau kagak mau hormat
> aku dah bawa orang2
> bawa penthungan
> hehehe
> 
> temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                               Terima kasih atas pernyataan 
ketololannya.  Kita berdua tidak berada 
>  pada zaman dimana Qur'an dikumpulkan. Sangatlah gegabah 
menyimpulkan 
>  sahabat utsman sebagai seorang yang berkhianat pada amanat 
>  rasulullah.
>  
>  Bila Anda meragukan pengetahuan saya, sungguh sangat wajar  
karena 
>  saya memang terbatas dan bolehlah dikatakan sama sekali bodoh. 
>  Sungguh jauh berbeda dengan saudara as as yang berwawasan luas 
dan 
>  mumpuni. Tapi karena Al-qur'an yang anda ragukan kebenarannya, 
>  biarlah Al-Qur'an sendiri yang menjawabnya.
>  
>  Q. S Al-Hajj :
>  Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (75) 
>  Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu 
>  mengetahui, (76) sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang 
>  sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara [Lauh Mahfuzh], 
(78) 
>  tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. (79) 
>  Diturunkan dari Tuhan semesta alam. (80) Maka apakah kamu 
menganggap 
>  remeh saja Al Qur'an ini?, (81) kamu [mengganti] rezki [yang 
Allah 
>  berikan] dengan mendustakan [Allah]. (82) Maka mengapa ketika 
nyawa 
>  sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, 
(84) 
>  dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak 
>  melihat, (85)
>  
>  Q.S Al-Baqarah :
>  Alif laam miim . (1) Kitab  [Al Qur'an] ini tidak ada keraguan 
>  padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa , (2) [yaitu] mereka 
>  yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat [6] dan 
>  menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, 
>  (3) dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur'an] yang telah 
>  diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan 
sebelummu 
>  serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat. (4) Mereka 
>  itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan 
merekalah 
>  orang-orang yang beruntung (5)
>  
>  Dan jika kamu [tetap] dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami 
>  wahyukan kepada hamba Kami [Muhammad], buatlah satu surat [saja] 
>  yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain 
>  Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (23) Maka jika kamu 
tidak 
>  dapat membuat [nya] dan pasti kamu tidak akan dapat membuat 
[nya], 
>  peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan 
batu, 
>  yang disediakan bagi orang-orang kafir. (24)
>  
>  Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk 
>  atau yang lebih rendah dari itu Adapun orang-orang yang beriman, 
>  maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, 
>  tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah 
menjadikan 
>  ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang 
>  disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu [pula] banyak orang 
yang 
>  diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali 
>  orang-orang yang fasik, (26) [yaitu] orang-orang yang melanggar 
>  perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa 
>  yang diperintahkan Allah [kepada mereka] untuk menghubungkannya 
dan 
>  membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang 
rugi. 
>  (27) Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, 
>  lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan 
dihidupkan-
>  Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28)
>  
>  Asy-Syuaraan:
>  Thaa Siin Miim (1) Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang menerangkan. 
(2) 
>  Boleh jadi kamu [Muhammad] akan membinasakan dirimu, karena 
mereka 
>  tidak beriman. (3) Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan 
>  kepada mereka mu'jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk 
>  mereka tunduk kepadanya. (4) Dan sekali-kali tidak datang kepada 
>  mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, 
melainkan 
>  mereka selalu berpaling daripadanya. (5) Sungguh mereka telah 
>  mendustakan [Al Qur'an], maka kelak akan datang kepada mereka 
>  [kenyataan dari] berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. 
>  (6) 
>  
>  Maka karena itu serulah [mereka kepada agama itu] dan tetaplah 
>  sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa 
>  nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang 
>  diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di 
antara 
>  kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal 
kami 
>  dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami 
dan 
>  kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali 
>  [kita]" (15)
>  
>  Beberapa fakta tentang Qur'an yang saya tahu adalah bahwa setelah 
>  Rasulullah wafat, ada 4 salinan Al-qur'an yang ditulis dengan 
dialek 
>  masing-masing penyalinnya, salah satunya adalah Ummul Mukminin 
Hafsa 
>  ra. Pada awalnya Rasulullah mengizinkan shabat menulis dengan 
dialek 
>  mereka masing-masing tapi kemudian dialek itu malah dikhawatirkan 
>  dianggap Qur'an yang asli. Karena alas an itulah Ustman mambakar 
>  ketiga salinan dan menyusun Qur'an berdasarkan sumber yang 
terdekat 
>  dengan Rasulullah yaitu Ummul Mukminin Hafsa ra. 
>  
>  Sejak saat itu, untuk tetap menjaga keaslian Al-Qur'an, Walaupun 
>  diterjemahkan dalam bahasa apapun, bahasa asli Al-Qur'an akan 
tetap 
>  terpelihara.
>  
>  Al Hajj :
>  Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya 
>  Kami benar-benar memeliharanya . (9)
>  
>  Sekali lagi terima kasih saudara As as karena membuat saya 
semakin 
>  sadar kalau manusia begitu jauh dari pemahaman terhadap diri dan 
>  sejarahnya. Maafkan kelancangan saya yang bodoh ini.
>  
>  Memasuki Bulan suci Ramadhan ini saya juga bermaksud meminta maaf 
>  pada semua anggota milis bila ada perkataan saya yang tidak pada 
>  tempatnya. Semoga semua hati dilapangkan.
>  
>  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
>  >
>  > Kamu, Selo, memang tolol, sama dengan para fanatikus lain yang 
>  memikir dengan dengkul tanpa menggunakan otak dan perasaan yang 
>  dikaruniakan oleh Allah.
>  > 
>  > Allah, adalah Tuhan saya yang melindungi saya dan yang selalu 
>  menolong saya..
>  > 
>  > Kamu, pasti tak pernah belajar, bagaimana mushaf itu 
dikumpulkan. 
>  Semula ada banyak mushaf, lalu dibentuk panitia, lalu disodorkan 
>  hanya satu mushaf, sedang mushaf lain dimusnahkan. Usman diprotes 
>  oleh sahabat Rasulullah, ialah Abu Dzar al Ghifari yang sangat 
>  jujur, tapi, hasilnya, Abu Dzar justru dimakzulkan oleh Usman. 
Bukti 
>  campur tangan Usman yang tidak bertanggung jawab.
>  > 
>  > Pada waktu ini ada mushaf yang dimiliki kaum syi'ah di 
pedalaman, 
>  yang lain daripada mushaf Usmani.
>  > 
>  > Rasulullah tidak pernah mengajarkan mengenai rukun iman. Rukun 
>  iman disusun oleh ulama kemudian, yang juga, beda dengan rukun 
>  imannya kaum syiah. Saya sendiri bukan syiah.
>  > 
>  > Ulama o'on, yang .membuat kriteria murtad seperti yang kamu 
anut 
>  itu.
>  > 
>  > Allah , tentu tak pernah bikin ayat yang mendukung perkawinan 
Nabi 
>  dengan Hafsah.
>  > 
>  > Dan ratusan ayat yang perlu ditinjau kembali.
>  > 
>  > Orang2 o'on juga meyakini kalau kepala Rajamala itu dapat 
memberi 
>  berkah secara ainul yakin dan ilmul yakin, sama seperti cara kamu 
>  meyakini yang identik dengan para fanatikus lainnya, yang akan 
>  mendirikan negara khilafah di Indonesia.
>  > 
>  > Saya tidak bodoh seperti yang kamu katakan. Kamulah, terbukti 
>  bodoh, yang berfikir menggunakan dengkul.
>  > 
>  > Bumi yang dihamparkan itu, pasti tidak bulat, tolol, terbukti 
lagi 
>  kamu tak bisa berfikir jernih.
>  > 
>  > Kamu cuma yakin seperti fir'aun yakin, penuh kesombongan, tidak 
>  menggunakan akal dan perasaan.
>  > 
>  > 
>  > temon_brangti <temon_brangti@> 
>  wrote:                               Anggaplah saya memang tolol, 
>  pada kenyataann ya memang sedikit 
>  >  sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu 
apa 
>  >  yang Kau tahu tentang Allah?
>  >  
>  >  Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua 
itu, 
>  >  lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut 
pandang 
>  >  siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun 
Iman, 
>  dan 
>  >  salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup 
>  dikategorikan 
>  >  tidak beriman.
>  >  
>  >  Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang 
tertera 
>  di 
>  >  Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang 
>  >  disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang 
dialami 
>  >  sendiri (haqul yakin). 
>  >  
>  >  Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi 
bila 
>  kau 
>  >  mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau 
ketahui 
>  >  adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh.
>  >   
>  >  Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah 
>  >  membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya 
baca 
>  di 
>  >  An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. 
>  >  Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap 
>  makna.
>  >  
>  >  bukti apa yang  kau punya as as ?
>  >  
>  >  "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba 
membuat 
>  >  sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa 
>  >  melakukannya walau seayatpun"
>  >  
>  >  Wallahu a'lam
>  >  Wa astaghfirullah
>  >  
>  >  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
>  >  >
>  >  > Selanjutnya Selo
>  >  > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan 
manusia ?
>  >  > Itulah suatu kelemahan, Selo
>  >  > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya 
Rasulullah.
>  >  > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu.
>  >  > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts 
>  beliau.
>  >  > 
>  >  > as as <as2004as_as@> wrote:                               
Hehehe
>  >  > Kok marah
>  >  > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
>  >  > Kalau sudah
>  >  > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
>  >  > Apa mungkin Allah bilang
>  >  > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
>  >  > Apa mungkin Allah bilang
>  >  > bintang terletak pada langit yang dekat
>  >  > meteor untuk nglempar setan.
>  >  > Pakai akal yang diberi Allah, Selo
>  >  > Jangan cuma taklid ama ulama o'on.
>  >  > 
>  >  > temon_brangti <temon_brangti@> wrote:
>  >  >                           APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN 
MANUSIA 
>  DAN 
>  >  KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
>  >  >  HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN 
>  >  TELUNJUK 
>  >  >   MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
>  >  >  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
>  >  >  >
>  >  >  > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
>  >  >  > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
>  >  >  > 
>  >  >  > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
>  >  >  wrote:                               
>  >  >  &#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
>  >  >  &#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
>  >  >  81;&#61497;&#61476;&#61475; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
>  >  >  76;&#61475;  &#61639;&#61642;&#61640;
>  >  >  >  
>  >  >  >  KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
>  >  >  >  
>  >  >  >   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan 
akal 
>  >  >  >  manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi 
yang 
>  >  mulia 
>  >  >  di 
>  >  >  >  dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan 
>  kemampuan 
>  >  >  akal 
>  >  >  >  inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan 
teknologi. 
>  >  Namun 
>  >  >  >  akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami 
>  hakikat 
>  >  >  >  eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di 
>  capai 
>  >  >  dengan 
>  >  >  >  menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
>  >  >  >   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah 
>  bisa 
>  >  >  >  difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan 
>  >  imajinasi 
>  >  >  >  hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat 
>  dalam 
>  >  >  memahami 
>  >  >  >  fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang 
mereka 
>  >  >  anggap 
>  >  >  >  sebagai sesembahan dan  tuhan. Mungkin saat ini manusia 
>  >  menyembah 
>  >  >  >  Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
>  >  >  >  Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan 
>  kedudukannya 
>  >  >  dirinya 
>  >  >  >  didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
>  >  >  material, 
>  >  >  >  tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang 
>  lemah 
>  >  >  >  terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan 
hidup 
>  >  >  adalah 
>  >  >  >  kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. 
Sekali 
>  >  lagi 
>  >  >  semua 
>  >  >  >  ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu 
manusia 
>  yang 
>  >  >  >  dikokohkan oleh akal. 
>  >  >  >  Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin 
>  >  keteraturan 
>  >  >  yang 
>  >  >  >  amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam 
itu 
>  >  ada 
>  >  >  >  kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan 
pengatur 
>  >  >  sekalian 
>  >  >  >  alam beserta hukum-hukumnya.
>  >  >  >  
>  >  >  >  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak 
>  tercipta 
>  >  dari 
>  >  >   >  ketiadaan
>  >  >  >  
>  >  >  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
>  >  >  62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
>  >  >  &#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
>  >  >  &#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
>  >  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
>  &#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
>  >  >  61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
>  >  >  &#61639;&#61644;&#61646;&#61640;   
>  >  >  >  35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah 
>  mereka 
>  >  yang 
>  >  >   >  menciptakan (diri mereka sendiri)?
>  >  >  >  
>  >  >  >  Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami 
dengan 
>  >  >  >  perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang 
>  dibuat 
>  >  >  oleh 
>  >  >  >  manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari 
>  >  eksistensi 
>  >  >  >  manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan 
>  hati, 
>  >  >  karena 
>  >  >  >  akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan 
penetapan 
>  >  makna 
>  >  >  hidup,
>  >  >  >   yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah 
tuhan 
>  dan 
>  >  >  tuhan 
>  >  >  >  tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri 
>  petunjuk 
>  >  >  (wahyu).
>  >  >  >  
>  >  >  >  &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
>  >  >  
>  &#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
>  >  >  
>  &#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
>  >  >   
>  >  
>  
&#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
>  >  >  54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
>  >  >  72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
>  >  >  &#61639;&#61646;&#61647;&#61640;   
>  >  >  >  56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan 
>  supaya 
>  >  >  mereka 
>  >  >  >  mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
>  >  >  >  
>  >  >  >  Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk 
menjalankan 
>  >  >  syariat, 
>  >  >  >  hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi 
manusia 
>  >  membuat-
>  >  >  >  buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh 
>  alloh. 
>  >  >  Akal 
>  >  >  >  diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu 
dan 
>  >  bukan 
>  >  >  >  untuk menentang dan menandingi wahyu.  
>  >  >  >   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-
batas 
>  >  >  >  tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai 
>  >  bentuk 
>  >  >  >  pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan 
>  mutlak 
>  >  >  adalah 
>  >  >  >  suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat 
>  >  difahami 
>  >  >  oleh 
>  >  >  >  akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk 
alloh. 
>  >  >  >  Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna 
>  >  hidup ?
>  >  >  >  apakah manusia? Alam ?
>  >  >  >  Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi 
>  manusia 
>  >  >  diatas 
>  >  >  >  langit?
>  >  >  >  Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai 
>  >  pencipta 
>  >  >  >  dirinya? 
>  >  >  >  
>  >  >  >  &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
>  >  >  76;&#61475;  &#61536;&#61647;&#61506; 
>  >  >  
>  &#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
>  >  >  &#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
>  >  >  &#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
>  >  >  &#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
>  >  >  &#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
>  >  >  &#61639;&#61645;&#61640;   
>  >  >  >  4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia 
>  >  menjadi 
>  >  >  >  pembantah yang nyata.
>  >  >  >  (An-Nahl: 4)
>  >  >  >  
>  >  >  >   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari 
air 
>  yang 
>  >  >  >  hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang 
>  juga 
>  >  >  >  ciptaannya? Sungguh ironis...
>  >  >  >  Kadang aku melihat filsafat sebagai  upaya perlawanan 
>  manusia 
>  >  >  terhadap 
>  >  >  >  tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat 
mencapai 
>  >  >  kebenaran 
>  >  >  >  dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan 
(wahyu/Al-
>  >  >  quran). 
>  >  >  >   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan 
>  mengatakan 
>  >  >  >  bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya 
(RASIONALISME), 
>  >  dan 
>  >  >  >  menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, 
etika 
>  >  dan 
>  >  >  hukum.
>  >  >  >   Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan 
manusia, 
>  ia 
>  >  >  >  menganggap dirinya serba cukup 
>  >  >  >  
>  >  >  >  
&#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
>  >  >  76;&#61475; 
>  >  >   
>  >  
>  
&#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
>  >  >  55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640;   
>  &#61538;&#61554;&#61478; 
>  >  >  &#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
>  >  >  
>  >  
>  
&#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
>  >  >  83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640;   
>  >  >  >  6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar 
melampaui 
>  >  batas,
>  >  >  >  7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
>  >  >  >  
>  >  >  >   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya 
>  dalam 
>  >  >  >  bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran 
>  tanpa 
>  >  ada 
>  >  >  >  bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia 
>  telah 
>  >  >  >   menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga 
ia 
>  >  perlu 
>  >  >  untuk 
>  >  >  >  mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari 
yang 
>  >  diluar 
>  >  >  >  wahyu yakni akalnya (filsafat). 
>  >  >  >   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan 
menyerang 
>  >  wahyu 
>  >  >  >  atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari 
>  >  petunjuk 
>  >  >  >  tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia 
>  manusia 
>  >  >  mampu 
>  >  >  >  memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada 
didalam 
>  >  wahyu 
>  >  >  >  tersebut. 
>  >  >  >   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit 
>  dan 
>  >  >  >  berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak 
dalam 
>  >  sebuah 
>  >  >  >  imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, 
mengapa 
>  >  kita 
>  >  >  >  tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
>  >  >  >  
>  >  >  >  
>  >  >  >      
>  >  >  >                                
>  >  >  > 
>  >  >  >        
>  >  >  > ---------------------------------
>  >  >   > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
>  >  >  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
>  economy) 
>  >  at 
>  >  >  Yahoo! Games.
>  >  >  >
>  >  >  
>  >  >  
>  >  >      
>  >  >             
>  >  >         
>  >  > 
>  >  > ---------------------------------
>  >  > Ready for the edge of your seat?  Check out tonight's top 
picks 
>  on 
>  >  Yahoo! TV.   
>  >  >      
>  >  >                                
>  >  > 
>  >  >        
>  >  > ---------------------------------
>  >  > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
>  >  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
economy) 
>  at 
>  >  Yahoo! Games.
>  >  >
>  >  
>  >  
>  >      
>  >                                
>  > 
>  >        
>  > ---------------------------------
>  > Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! 
>  Travel.
>  >
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV.  Watch previews, 
get listings, and more!
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke