Tentang ayat-ayat yang kau sebutkan As as yang pintar, berwawasan 
luas, mumpuni dan luar biasa  brilian.

An-Naba : (6)
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, 
Kalau sesuatu dihamparkan pada suatu bidang, baik itu kotak bulat, 
persegi ataupun tak beraturan sekalipun, hamparan itu akan selalu 
membentuk benda yang dihamparinya. Seperti karpet. Walaupun karpet 
itu rata, tapi kalau dihamparkan di atas bola raksasa, ya bentuk nya 
akan tetap seperti bola. Apakah anda berharap Allah mengatakan dan 
kujadikan bumi sebagai sarung bagi bola dunia?

Al-Mursalat
Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, (1) dan 
[malaikat-malaikat] yang terbang dengan kencangnya [1], (2) dan 
[malaikat-malaikat] yang menyebarkan [rahmat Tuhannya] dengan seluas-
luasnya [2], (3) dan [malaikat-malaikat] yang membedakan [antara 
yang hak dan yang bathil] dengan sejelas-jelasnya, (4) dan [malaikat-
malaikat] yang menyampaikan wahyu, (5) untuk menolak alasan-alasan 
atau memberi peringatan, (6) sesungguhnya apa yang dijanjikan 
kepadamu itu pasti terjadi. (7)

Bagian mana dari Qur'an yang menyatakan Allah menyebut sayap-sayap 
malaikat ? saya memang bodoh dan tdk terpelajar saudara as as, jadi 
mohon bimbingannya untuk menunjukan ayat tersebut.

Al-Jiin :
Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui [rahasia] langit, 
maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-
panah api, (8) dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa 
tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan [berita-beritanya]. 
Tetapi sekarang barangsiapa yang [mencoba] mendengar-dengarkan 
[seperti itu] tentu akan menjumpai panah api yang mengintai [untuk 
membakarnya]. (9) Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui [dengan 
adanya penjagaan itu] apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang 
yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. 
(10)
Bagian ini saya hanya bisa berkata Wallahu a'lam. Hanya Allah yang 
Maha mengetahui hal-hal yang gaib.


Rukun Iman jelas-jelas dinyatakan oleh Rasulullah SAW, ketika jibril 
dalam bentuk manusia datang menanyakan "Apa yang disebut Islam, Apa 
yang disebut Iman dan Apa yang disebut Ihsan lalu kapan terjadinya 
kiamat ?". Rasul menjawab semua pertanyaan kecuali yang terakhir 
dijawab "Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang menanya" 
Silahkan baca kembali Riyadhus Shalihin  Anda, tuan as as.

Satu lagi, saya tidak pernah mengkategorikan murtad pada siapapun, 
justru anda sendiri yang menggunakan kata itu. 

Lalu mengenai tingkatan keyakinan, itu Cuma bahasa teknis. Anda 
sering menukil ucapan ilmuwan barat dan menganggapnya benar kenapa 
saya tidak boleh mengambil intisari pemikiran para ulama ? Dan juga 
tentang khilafah. Wah…wah.. wah…anda ini memang luar biasa, saya 
yang belum mencapai pemikiran kearah sana saja sudah begitu anda 
antisipasi. 

Berhentilah menggeneralisasi, karena itu awal dari kesombongan yang 
anda katakana sendiri.
--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kamu, Selo, memang tolol, sama dengan para fanatikus lain yang 
memikir dengan dengkul tanpa menggunakan otak dan perasaan yang 
dikaruniakan oleh Allah.
> 
> Allah, adalah Tuhan saya yang melindungi saya dan yang selalu 
menolong saya..
> 
> Kamu, pasti tak pernah belajar, bagaimana mushaf itu dikumpulkan. 
Semula ada banyak mushaf, lalu dibentuk panitia, lalu disodorkan 
hanya satu mushaf, sedang mushaf lain dimusnahkan. Usman diprotes 
oleh sahabat Rasulullah, ialah Abu Dzar al Ghifari yang sangat 
jujur, tapi, hasilnya, Abu Dzar justru dimakzulkan oleh Usman. Bukti 
campur tangan Usman yang tidak bertanggung jawab.
> 
> Pada waktu ini ada mushaf yang dimiliki kaum syi'ah di pedalaman, 
yang lain daripada mushaf Usmani.
> 
> Rasulullah tidak pernah mengajarkan mengenai rukun iman. Rukun 
iman disusun oleh ulama kemudian, yang juga, beda dengan rukun 
imannya kaum syiah. Saya sendiri bukan syiah.
> 
> Ulama o'on, yang .membuat kriteria murtad seperti yang kamu anut 
itu.
> 
> Allah , tentu tak pernah bikin ayat yang mendukung perkawinan Nabi 
dengan Hafsah.
> 
> Dan ratusan ayat yang perlu ditinjau kembali.
> 
> Orang2 o'on juga meyakini kalau kepala Rajamala itu dapat memberi 
berkah secara ainul yakin dan ilmul yakin, sama seperti cara kamu 
meyakini yang identik dengan para fanatikus lainnya, yang akan 
mendirikan negara khilafah di Indonesia.
> 
> Saya tidak bodoh seperti yang kamu katakan. Kamulah, terbukti 
bodoh, yang berfikir menggunakan dengkul.
> 
> Bumi yang dihamparkan itu, pasti tidak bulat, tolol, terbukti lagi 
kamu tak bisa berfikir jernih.
> 
> Kamu cuma yakin seperti fir'aun yakin, penuh kesombongan, tidak 
menggunakan akal dan perasaan.
> 
> 
> temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                               Anggaplah saya memang tolol, 
pada kenyataann ya memang sedikit 
>  sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu apa 
>  yang Kau tahu tentang Allah?
>  
>  Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua itu, 
>  lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut pandang 
>  siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun Iman, 
dan 
>  salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup 
dikategorikan 
>  tidak beriman.
>  
>  Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang tertera 
di 
>  Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang 
>  disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang dialami 
>  sendiri (haqul yakin). 
>  
>  Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi bila 
kau 
>  mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau ketahui 
>  adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh.
>   
>  Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah 
>  membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya baca 
di 
>  An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. 
>  Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap 
makna.
>  
>  bukti apa yang  kau punya as as ?
>  
>  "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba membuat 
>  sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa 
>  melakukannya walau seayatpun"
>  
>  Wallahu a'lam
>  Wa astaghfirullah
>  
>  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
>  >
>  > Selanjutnya Selo
>  > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ?
>  > Itulah suatu kelemahan, Selo
>  > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah.
>  > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu.
>  > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts 
beliau.
>  > 
>  > as as <as2004as_as@> wrote:                               Hehehe
>  > Kok marah
>  > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
>  > Kalau sudah
>  > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
>  > Apa mungkin Allah bilang
>  > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
>  > Apa mungkin Allah bilang
>  > bintang terletak pada langit yang dekat
>  > meteor untuk nglempar setan.
>  > Pakai akal yang diberi Allah, Selo
>  > Jangan cuma taklid ama ulama o'on.
>  > 
>  > temon_brangti <temon_brangti@> wrote:
>  >                           APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA 
DAN 
>  KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
>  >  HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN 
>  TELUNJUK 
>  >   MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
>  >  --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
>  >  >
>  >  > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
>  >  > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
>  >  > 
>  >  > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
>  >  wrote:                               
>  >  &#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
>  >  &#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
>  >  
>  
&#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
>  >  81;&#61497;&#61476;&#61475; 
>  >  
>  
&#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
>  >  76;&#61475;  &#61639;&#61642;&#61640;
>  >  >  
>  >  >  KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
>  >  >  
>  >  >   Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
>  >  >  manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang 
>  mulia 
>  >  di 
>  >  >  dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan 
kemampuan 
>  >  akal 
>  >  >  inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. 
>  Namun 
>  >  >  akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami 
hakikat 
>  >  >  eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di 
capai 
>  >  dengan 
>  >  >  menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
>  >  >   Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah 
bisa 
>  >  >  difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan 
>  imajinasi 
>  >  >  hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat 
dalam 
>  >  memahami 
>  >  >  fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
>  >  anggap 
>  >  >  sebagai sesembahan dan  tuhan. Mungkin saat ini manusia 
>  menyembah 
>  >  >  Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
>  >  >  Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan 
kedudukannya 
>  >  dirinya 
>  >  >  didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
>  >  material, 
>  >  >  tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang 
lemah 
>  >  >  terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
>  >  adalah 
>  >  >  kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali 
>  lagi 
>  >  semua 
>  >  >  ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia 
yang 
>  >  >  dikokohkan oleh akal. 
>  >  >  Akal merupakan ciptaan tuhan,  karena tidak mungkin 
>  keteraturan 
>  >  yang 
>  >  >  amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu 
>  ada 
>  >  >  kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
>  >  sekalian 
>  >  >  alam beserta hukum-hukumnya.
>  >  >  
>  >  >  Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak 
tercipta 
>  dari 
>  >   >  ketiadaan
>  >  >  
>  >  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
>  >  
>  
&#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
>  >  62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
>  >  &#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
>  >  &#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
>  >  &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
&#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
>  >  
>  
&#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
>  >  61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
>  >  &#61639;&#61644;&#61646;&#61640;   
>  >  >  35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah 
mereka 
>  yang 
>  >   >  menciptakan (diri mereka sendiri)?
>  >  >  
>  >  >  Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
>  >  >  perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang 
dibuat 
>  >  oleh 
>  >  >  manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari 
>  eksistensi 
>  >  >  manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan 
hati, 
>  >  karena 
>  >  >  akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan 
>  makna 
>  >  hidup,
>  >  >   yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan 
dan 
>  >  tuhan 
>  >  >  tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri 
petunjuk 
>  >  (wahyu).
>  >  >  
>  >  >  &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
>  >  
&#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
>  >  
&#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
>  >   
>  
&#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
>  >  54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
>  >  
>  
&#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
>  >  72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
>  >  &#61639;&#61646;&#61647;&#61640;   
>  >  >  56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan 
supaya 
>  >  mereka 
>  >  >  mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
>  >  >  
>  >  >  Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
>  >  syariat, 
>  >  >  hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia 
>  membuat-
>  >  >  buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh 
alloh. 
>  >  Akal 
>  >  >  diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan 
>  bukan 
>  >  >  untuk menentang dan menandingi wahyu.  
>  >  >   Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
>  >  >  tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai 
>  bentuk 
>  >  >  pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan 
mutlak 
>  >  adalah 
>  >  >  suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat 
>  difahami 
>  >  oleh 
>  >  >  akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
>  >  >  Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna 
>  hidup ?
>  >  >  apakah manusia? Alam ?
>  >  >  Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi 
manusia 
>  >  diatas 
>  >  >  langit?
>  >  >  Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai 
>  pencipta 
>  >  >  dirinya? 
>  >  >  
>  >  >  &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
>  >  
>  
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
>  >  76;&#61475;  &#61536;&#61647;&#61506; 
>  >  
&#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
>  >  &#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
>  >  &#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
>  >  &#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
>  >  &#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
>  >  &#61639;&#61645;&#61640;   
>  >  >  4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia 
>  menjadi 
>  >  >  pembantah yang nyata.
>  >  >  (An-Nahl: 4)
>  >  >  
>  >  >   Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air 
yang 
>  >  >  hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang 
juga 
>  >  >  ciptaannya? Sungguh ironis...
>  >  >  Kadang aku melihat filsafat sebagai  upaya perlawanan 
manusia 
>  >  terhadap 
>  >  >  tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
>  >  kebenaran 
>  >  >  dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
>  >  quran). 
>  >  >   Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan 
mengatakan 
>  >  >  bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), 
>  dan 
>  >  >  menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika 
>  dan 
>  >  hukum.
>  >  >   Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, 
ia 
>  >  >  menganggap dirinya serba cukup 
>  >  >  
>  >  >  &#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
>  >  
>  
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
>  >  76;&#61475; 
>  >   
>  
&#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
>  >  55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640;   
&#61538;&#61554;&#61478; 
>  >  &#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
>  >  
>  
&#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
>  >  83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640;   
>  >  >  6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui 
>  batas,
>  >  >  7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
>  >  >  
>  >  >   Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya 
dalam 
>  >  >  bentuk filsafat itu  cukup dan mampu mencapai kebenaran 
tanpa 
>  ada 
>  >  >  bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia 
telah 
>  >  >   menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia 
>  perlu 
>  >  untuk 
>  >  >  mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang 
>  diluar 
>  >  >  wahyu yakni akalnya (filsafat). 
>  >  >   Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang 
>  wahyu 
>  >  >  atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari 
>  petunjuk 
>  >  >  tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia 
manusia 
>  >  mampu 
>  >  >  memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam 
>  wahyu 
>  >  >  tersebut. 
>  >  >   Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit 
dan 
>  >  >  berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam 
>  sebuah 
>  >  >  imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa 
>  kita 
>  >  >  tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
>  >  >  
>  >  >  
>  >  >      
>  >  >                                
>  >  > 
>  >  >        
>  >  > ---------------------------------
>  >   > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
>  >  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
economy) 
>  at 
>  >  Yahoo! Games.
>  >  >
>  >  
>  >  
>  >      
>  >             
>  >         
>  > 
>  > ---------------------------------
>  > Ready for the edge of your seat?  Check out tonight's top picks 
on 
>  Yahoo! TV.   
>  >      
>  >                                
>  > 
>  >        
>  > ---------------------------------
>  > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
>  > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) 
at 
>  Yahoo! Games.
>  >
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! 
Travel.
>




******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke