Terima kasih atas pencantuman ayat yang saya cari. Berarti Tuhan emang betul-betul gak pernah tidur kan, Buktinya dunia masih tampak di hadapan kita he..he..
--- In [email protected], "k.rezak" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rasanya ya, boleh2 saja, TAPI, jangan disamakan pola dan keterbatasan > Tuhan 'berfikir' sama dengan manusia berfikir dong. Tidak satu pun > yang sama dengan-Nya. Ketika kita tidur, hilanglah semua yang ada > dalam fikiran kita. Kalau pun mimpi, kita loss control terhadap > pikiran dan mimpi kita. Eh, tak jarang dalam keadaan sadar kita malah > tidak mampu mengendalikan fikiran kita sendiri. Maunya melupakan > sesuatu, tapi kok ya teringat terus. (Pernah mengalaminya khan) > > Saya pernah pula membayangkan Hidup dan kehidupan ini, dunia fana ini, > seluruh jagat ini, adalah 'buah pemikiran' Tuhan. Terutama sewaktu > selesai membaca novel filsafat yang amat populer 'Dunia Sophie'. Tapi > kesimpulannya, kok rada runyam dech. Kalau dengan 'berfikir' saja > Tuhan sudah mengadakan segenap jagat dan kehidupan ini, alangkah > Maha-nya Allah itu. 'Ada'-nya kita ya begitu itu. Itulah > konsekuensinya. Banyak hal yang mudah kita pahami dengan menggunakan > 'pola' itu. Konsep waktu real dan waktu imajiner salah satunya. Jadi > yang dikerjakan para filosof dan ilmuwan hanyalah memahami dalam > bentuk mendekati 'cara berfikir' Tuhan itu tadi. Bisa pula kita sebut > sebagai memahami Sunnatullah. > > Buah pemikiran manusia yang polanya mendekati pola itu, paling semacam > cerita novell yang tokoh-tokohnya memang tidak pernah ada. Dalam > tataran logika dan fikiran pengarangnya, ia seakan-akan 'sudah real'. > > Oh ya, ayat itu ada di Surah Al An'aam (QS 6:32), Al `Ankabuut (QS > 29:64), Muhammad (QS 47:36), Al Hadiid (QS 57:20) > > Salam. > > --- In [email protected], "temon_brangti" <temon_brangti@> > wrote: > > > > Kenapa saya merasa bahwa manusia tidak pernah ada ? silahkan cari > > dalam Al-Qur'an (karena saya lupa, he..he..,--dan mungkin akan saya > > cantumkan suatu saat nanti) ada sebuah ayat yang menerangkan bahwa > > dunia adalah "laibu wa lahwu" ( senda gurau dan canda tawa) kalau > > saya mengartikan bahwa saat ini Allah sedang memikirkan apa yang > > terjadi dengan kita mahluknya lalu kita akan hilang seketika itu > > juga bila Ia berhenti berpikir, tidak bolehkah saya berfikir seperti > > itu? > > > ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
