--- In [email protected], "joyo_fis" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>............
>Jadi untuk Akun/Perkiraan  UP menurut saya kalau dari 
sistem/aplikasi kita bisa memonitor...

Endah say:
betul mas, memang untuk UP bisa dimonitor baik di KPPN maupun satker 
sendiri. Kuncinya, satker harus teliti menghitungnya pada saat mau 
menyetor sisa UP.

 
> Yang perlu kita carikan jalan keluar sekarang barangkali bagaimana 
dan
> dengan Akun berapa (apa) penarikan kembali kelebihan setor UP 
satker,
> apakah pakai Akun UP/TUP??, 

Endah say:
inilah waktu itu yang menurut saya mendasari isi surat Dir APK  
sebagai tanggapan atas surat kami yang menyatakan bahwa untuk 
kelebihan setoran UP tidak dapat ditarik kembali. Kenapa, karena 
UP/TUP merupakan transaksi non anggaran, sehingga belum membebani 
akun apapun. Jadi kalo mau ditarik lagi, mau pake akun mana, 
sementara mekanisme UP/TUP kan sudah ada "pakem"nya.
atau mungkin ada yang mau urun pendapat?


>walaupun seharusnya tidak akan terjadi
> kelebihan setor UP karena akan menimbulkan pertanyaan uang siapa 
itu,
> karena logikanya sisa up yang harus disetor kan seharusnya sebesar
> sisa uang bendahara di Kas, kalau lebih berarti uang siapa 
sisanya...???

Endah say:
memang secara teori begitu mas. tapi kenyataan di lapangan macam2. 
kasus yang di balige (kelebihan setor hampir 7 juta rp), setelah 
ditanya kok bisa lebih setor, ternyata selain sbg bendahara 
pengeluaran APBN, dia juga ngelola dana APBD. Saat harus setor sisa 
UP/TUP, tanpa dia liat catatan/pembukuan, semua uang di brankas dia 
setor ke kas negara. Lha, ternyata uang di brankas sebagian adalah 
asalnya dari dana APBD itu. ini kasusistis aja sih.
kemungkinan yang lain, bendahara menyetorkan semua saldo yang ada di 
rekeningnya, sementara disitu masih(atau sudah?)ada bunga atas 
rekening tsb. yang seharusnya disetor pake SSBP terpisah sebagai 
pendapatan jasa lembaga keuangan (jasa giro) kan? 
saya kira kuncinya tetap ketelitian pencatatan dan perhitungannya, 
dan jangan asal setor. Itu saja sih, menurut pendapat saya.

Mohon maaf bila kurang berkenan, hanya sekedar berbagi pengalaman aja.

Trimakasih telah membacanya.

Salam,

Kirim email ke