Dear Miliser, Menurut saya mas Bayu terlalu merendah. Karena, sejauh yang saya amati melalui postingan-postingan mas Bayu, sama sekali tidak ada indikasi bahwa mas Bayu bukan pegawai yang cerdas.
Mas Bayu benar, memang ada pegawai-pegawai yang sulit dikembangkan/ ditingkatkan lagi kompetensinya. Apalagi kalau hal tersebut terkait dengan yang namanya pengembangan soft-competency (misal, peningkatan kompetensi Visioning) yang konon, menurut teman saya di Setjen Depkeu, banyak para pejabat eselon-2 yang tidak berhasil lulus meskipun sudah ikut diklat-ulangan (recycling) beberapa kali. Terus menulis mas Bayu. Menurut saya, Anda adalah satu diantara sedikit pegawai DJPBN yang telah berhasil tampil beda dan pantas untuk mendapatkan apresiasi. --- Pada Rab, 18/2/09, Bayu Biru <[email protected]> menulis: Dari: Bayu Biru <[email protected]> Topik: Re: [Forum Prima] Masalah Kelebihan/Kekurangan Pegawai DJPBN Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 18 Februari, 2009, 12:20 PM Dear Miliser, Sungguh gw mrasa trsanjung krn pak Budisan pake postingn gw sbg referensi. Pdahal postingn gw slama ini kan trmasuk yg palng susah dbaca, n rasany jauh bangt gt loh dbandingkn ma postingn bu Marlina or pak Budisan. Klo gt skalian aja deh gw jg mo ikutan nimbrung, ngegosipin soal klebihan n kkurangan peg. Trus, kta mestiny realistis klo kapasitas peg utk dikembangkn skill/kompetensiny tuh beda orang beda hasil. Maksud gw, ada kelompok peg yg sulit bangt bin dah mentok kapasitasny utk dkembangkn lg. Program diklat/training tuh bkan prmainan sulap yg bsa bikin Semua Babu mnjadi Manajer. Btw, according to your opinion, tul ga sih opini gw?. >From Bayu Biru with Love Ketik A spasi C spasi JKP spasi KP...Ada ga sih orang Cerdas yg bilang “Jangan Kurangi Pegawai utk bentuk KPPN Percontoan?”…... ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

