Teman-teman Miliser dan Mas Avit yang budiman, Isi tulisan saya (BP, O&P, IT n Change Mgmt) sebenarnya lebih tepat ditujukan kepada para pegawai/pejabat di pusat, terutama mereka (para konseptor dan para pembuat kebijakan) yang tupoksinya terkait dengan penyusunan BP, penataan organisasi, manajemen SDM, perancangan IT Policy/Strategy, dan unit Change Management yang tupoksinya untuk menjamin terjadinya perubahan (tercapainya sasaran organisasi). Terus terang yang saya kemukakan dalam tulisan saya tersebut masih sebatas konsep yang saya yakini baik dan seyogyanya diterapkan di lingkungan Ditjen PBN. Sayangnya, menurut pendapat saya, masih banyak sekali hal yang harus dilakukan, dijabarkan dan disepakati oleh para pejabat di Kantor Pusat apabila konsep tersebut disetujui untuk diterapkan. Saya termasuk orang-orang yang percaya bahwa untuk mengatasi sebagian besar masalah yang terjadi di daerah sebaiknya kita mulai dengan melakukan penataan kembali pekerjaan, termasuk penguatan kerjasama antar unit-unit teknis, di Kantor Pusat. Tanpa bermaksud mengabaikan masalah-masalah lainnya, saya berpendapat bahwa masalah regulasi (peraturan) termasuk masalah yang perlu segera diprioritaskan penyelesaiannya.
Memperhatikan tuntutan keadilan yang mas Avit sampaikan, terkait dengan beban kerja “orang-orang IT di daerah” dan imbalan (rewards) yang mereka terima, saya berpendapat bahwa hal tersebut termasuk domain manajemen SDM yang mungkin dalam banyak hal tergantung pada keputusan dan kebijakan Kepala Kantor. Terkait dengan minimnya kondisi kesejahteraan “orang-orang IT di daerah (yang berada di level paling bawah)” yang dikhawatirkan akan menghambat proses perubahan (pembuatan BP yang lebih baik, note: kegiatan ini tidak dilakukan oleh pegawai di daerah!) yang kita inginkan, secara resmi kita terikat dengan regulasi yang mengatur tentang remunerasi (gaji dan tunjangan) pegawai. Para pejabat kita di Kantor Pusat tentu tidak berhak untuk membuat/mengubah regulasi tentang remunerasi pegawai untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai kita yang berada di level paling bawah. Kepada mereka saya menyarankan agar mereka memperbaiki tingkat penghasilannya melalui upaya untuk mendapatkan beasiswa pendidikan S1/2/3. Demikian yang bisa saya sampaikan dan mohon maaf apabila jawaban saya tersebut tidak sesuai dengan “komentar/saran/masalah/uneg-uneg” yang telah mas Avit sampaikan. Saya juga mohon maaf apabila konsep yang telah saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya terkesan “berada jauh di atas surga, dan sama sekali tidak membumi”. Salam, budisan --- On Mon, 3/2/09, Avit_99 <[email protected]> wrote: > From: Avit_99 <[email protected]> > Subject: [Forum Prima] Re: BP, O & P, IT n Change Mgmt > To: [email protected] > Date: Monday, March 2, 2009, 10:38 PM > Mr. Budisan yth... > ... saya ingin memberikan komentar atau lebih tepatnya > saran mengenai butir TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI > yang ada pada paparan Bapak. ..... > Permasalahannya kembali kepada Reward and Punishment Pak. > Jujur aja, jabatan yang ada untuk wadah "orang-orang > IT" yang bapak sebutkan tadi saat ini yang tersedia adalah Pranata > Komputer. Sedangkan Supervisor dan Operator yang tersebar di daerah > semuanya adalah jabatan (kalo boleh dibilang begitu) semu, dimana > selain melakukan pekerjaannya sehari hari, yang bersangkutan masih > dibebani oleh kegiatan sipervisi dan oprating. > Sementara tanggung jawab seorang Supervisor and operator di > daerah itu sangat besar, yang pada akhirnya mengarah kepada membantu > Manajer/Pimpinan dalam proses pengambilan keputusan. > > Artinya begini Pak, bagaimana kita bisa membuat BP yang > baik, sementara SDM yang tersedia (maksudnya yang produktif)di > level paling bawah kondisi kesejahteraannya sangatlah minim, sekalipun > itu untuk wilayah sekelas ibukota (kita jangan membicarakan banyaknya > konsinyer,DL, dan sebagainya. > > Dilain pihak, apabila pelaku IT tersebut membuat kesalahan > yang > menyebabkan terjadinya kesalahan data yang pada akhirnya > membuat > Manajer/Pimpinan melakukan blunder dalam proses pengambilan > keputusan dengan gampangnya pelaku IT tersebut (maaf) di ......kan. > > Bukannya saya pesimis Pak, namun cobalah dimengerti akar > permasalahan yang sebenarnya (Grass Root Problems). Apakah kita memang > ingin membuat perubahan kearah DJPB yang lebih baik dan terarah, > atau kita hanya sekedar berandai-andai dan mencari pembenaran dari > apa yang telah kita lakukan untuk DJPB ini. > > Saya ingat ucapan salah seorang Pejabat dilingkungan kita (pada satu > > acara yang tidak perlu saya sebutkan) " Jika memang belum ada payung > > hukum dan aturannya yah kita buat aja yang baru, kan kita orang > > pusatnya,gampang toh". > Wassalam

