Coba lihat lingkungan anda...sudahkah unsur pimpinan memberikan
teladan ? Bukan sekedar masalah uang tapi karya yang dihasilkan untuk
lingkungannya,apakah anda nyaman bersamanya ( dalam arti yang luas )
jika belum mari slogan tsb kita tuangkan dalam Pakta Integritas  No
Corupption

On 5/11/09, aryo <[email protected]> wrote:
> klo menurut saya, kalimat itu kok malah berprasangka baik ke pegawai KPPN
> ya.. maksudnya begini, saat ini pegawai KPPN sudah mencoba bersih dengan
> a.l. membrikan layanan cepat tanpa biaya (meski dari dulu jg seharusnya
> begitu). dmn berarti dia tidak diperkenankan meminta pungutan ke
> satker..juga menerimanya. tapi, kalau ada satker yg memeinta pelayanan
> "lebih" dgn sengaja "memebri" sesuatu ke pegawai KPPN. dalam hal ini pegawai
> tersebut bisa jadi berubah pikrian untuk menerimanya..gini loh kasarnya, ada
> duit di depan mata, gampang aja kan untuk menerimanya? maka "jangan beri"
> menurut saya merupakan solusi juga untuk mencegah gratifikasi dilihat dri
> sudut pandang pemberi gratifikasi, di samping pegawai KPPN sendiri sudah
> ditekankan untuk tidak menerima gratifikasi..jadi, selain dari dalam, dari
> luar juga ditekan untuk menghentikan gartifikasi.. soalnya, kenyataannya
> praktek ini lebih banyak dilakukan oleh pihak luar, karena ingin mendapatkan
> "kemudahan" dan "keistimewaan"..
>>
>>
>> ________________________________
>> From: salman harits <soe_bb...@...>
>> To: [email protected]
>> Sent: Tuesday, April 28, 2009 6:55:27 AM
>> Subject: Re: Tak adakah kata yang lain? Re: [Forum Prima] "JANGAN BERI!!"
>>
>>
>>
>>
>>
>> Memang kata-kata itu cenderung menyalahkan pihak luar....
>> Itu sudah budaya kita, lebih senang menyalahkan orang lain daripada
>> instropeksi diri sendiri
>> Kata-kata serupa muncul di jalan-jalan. ..
>> "Dilarang ngemel kepada Polisi"
>> Kalau kita balik sebenarnya bisa,
>> Misal "Dilarang Menerima Pemberian dll...."
>> Mungkin karena ini sudah ada pada saat pengangkatan pegawai, dan terbukti
>> gak mempan maka dibalik jadi seperti yang kita lihat....
>> Bukankah sebagian besar mereka yang memberi adalah karena 'keterpaksaan' ?
>> Atau barangkali, sebagian dari mereka juga ikhlas...
>> Prinsipnya "Tangan yang diatas lebih mulia dari tangan yang dibawah"
>> Mereka melihat para pegawai adalah kaum mustahik yang layak menerima
>> pemberian
>> Dan para pegawai melihat, itu adalah rizkuminallah. ...
>> Pantang menolak rezeki
>> Mungkin ini yang sesungguhnya terjadi,
>> Makanya berlangsung lama....
>> Bukankah sebagian dari mereka ada yang menggunakan uang-uang tersebut
>> untuk berderma...
>> bahkan naik haji?
>> Wow.....
>
>
>

Kirim email ke