Saya malas ngomong nggak ada gunanya begini, apa yg anda perdebatkan hanya 
sekedar istilah2 saja dengan pemahaman yang diputar balik. Anda belajar lagi 
dah baik2 dulu jadi lain kali kalau diskusi substansinya bukan hanya eyel2an 
masalah istilah dan bisa ngomong dengan santun bukan kayak sekarang mulut kotor 
kayak "locker room talk"nya Donald Trump.
---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :

Eh ngomong2 mana jawaban pertanyaan2 ane?Gak ngerti atau ngeyel?Dulu sudah 
bilang ada BUMN terbuka dan BUMN tertutup. Begitu juga non BUMN ada yang 
terbuka dan tertutup.Terus bilang privatisasi adalah peralihan saham dari 
pemerintah ke non pemerintah. Tempo hari juga ngomongnya:Jonathan: BUMN bisa 
melakukan privatisasi dengan berbagai cara seperti misalnya menawarkan langsung 
ke investor, ke staff dan manajemen, ataupun melalui bursa saham.Sudah ane 
tanggapi tapi gak dijawab.Nesare: koq bisa BUMN dijual kebursa disebut 
privatisasi? Apakah bukan go public. Ane dan semua orang ngerti bisnis 
menyebutnya: go public! Go public ini lawan dari private company! Gimana bisa 
PT. Bank Mandiri Tbk menjual sahamnya dibursa dan dibeli oleh PT. BNI Tbk 
disebut privatisasi? Saham2nya berpindah dari BUMN ke BUMN yang lain! Tidak ada 
peralihan dari BUMN ke swasta non pemerintah! Lalu sekarang berubah dan kasih 
definisi begini:Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:Jonathan: Bagi 
Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.Nesare: ini bisa dan benar. Tetapi artinya privatisasi itu bukan 
ini! mau buktinya? Ini buktinya:  gimana kalau BUMN terbuka dalam IPO nya 
dibeli oleh BUMN tertutup? Bisa enggak? Wong sudah dijual dibursa mestinya 
bisa. Disebut apa kalau begini? Ayo bikin istilah lagi!!! Jelas terbuka/public 
itu lawannya tertutup/privat. Kalau BUMN tertutup berubah jadi BUMN terbuka 
namanya go public. Kalau BUMN terbuka berubah jadi BUMN tertutup namanya 
privatisasi.  Jonathan: Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting 
alias membeli kembali saham2 yg sudah beredar dibursa.Nesare: sudah tahu ya 
delisting itu tidak sama dengan membeli kembali saham2 yang sudah beredar 
dibursa?!!! Ngaco bikin2 arti sendiri! minta ampun gobloknya!!!! Wong delisting 
itu artinya keluar dari bursa. Saham2nya mah tetap dimiliki oleh shareholders 
dan tidak pernah berpindah tangan! Bisa2nya bikin arti sendiri bahwa perusahaan 
public non pemerintah itu membeli saham2 yang beredar di bursa??!!! Dari mana 
duitnya? Wong perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup itu karena mau 
irit. Ente ngerti enggak tujuan privatisasi itu apa? Cost saving! Artinya 
perusahaan gak ada duit terutama cash in hand. Biayanya tinggi kalau jadi 
perusahaan terbuka itu karena harus comply ke otoritas plus kalau di USA harus 
ikut peraturan Sarbanes oxley act yang mahal! Bisa2nya mau beli saham2 yang 
beredar dibursa yang jumlah dan harganya bisa melebihi asset perusahaan. Minta 
ampun gobloknya!!!! Gak ngerti bisnis, bikin2 arti dan teori sendiri!!!! 
semakin nulis semakin kelihatan gak ngertinya!!!!Kalau bukan goblok apa 
namanya??? Udah selesai nih diskusinya???? Nesare From: nesare1@... 
[mailto:nesare1@...] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 5:51 PM
To: 'GELORA45@yahoogroups.com' <GELORA45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN Jonathan: Yang saya bicarakan adalah 
privatisasi BUMN. Yg ada di artikel Bareksa itu jelas sependapat dgn yg telah 
saya kemukakan sebelumnya, bukankah itu yang anda pertanyakan atau tertawakan. 
Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:Bagi Perusahaan Negara ==> 
Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham melalui IPO.Bagi Perusahaan 
Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali saham2 yg sudah 
beredar dibursa. Nesare: bener2 orang satu ini! Hanya mikirnya dari sudut 
pandangnya sendiri!Sudah dikasih tahu benar bahwa BUMN menjual saham ke non 
BUMN = privatisasi.Kalau yang kedua ya jelas salah gede!!!!!! Ente gak ngerti 
arti delisting. Otak ente justifikasi: delisting adalah keluar dari bursa. Tapi 
artinya delisting bukan hanya sekedar keluar dari bursa saja, melainkan 
saham2nya tetap...tidak ada perubahan kepemilikan atas saham2 yang 
beredar/outstanding stocks. Tidak ada alasan utk non swasta membeli semua 
saham2 yang beredar ini. Begitu juga tidak ada alasan BUMN membeli semua saham2 
beredar ini!Tujuan public company itu menghimpun dana. Koq setelah dana 
dihimpun/dipegang perusahaan mau dibuang??!!! Ngapain privatisasi yang buang2 
dana itu? Ngumpulin nya setengah mati dengan go public!!! Cari sana arti 
delisting dulu baru ngomong disini. Cari referensinya!!!! Jawab pertanyaan ane 
yg sdh ane tanyakan banyak segitu, kalau tahu jawabannya ente akan tahu ente 
salah!!! Nesare  From: GELORA45@yahoogroups.com 
[mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 5:28 PM
To: Yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN  Yang saya bicarakan adalah 
privatisasi BUMN. Yg ada di artikel Bareksa itu jelas sependapat dgn yg telah 
saya kemukakan sebelumnya, bukankah itu yang anda pertanyakan atau tertawakan. 
Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:Bagi Perusahaan Negara ==> Privatisasi 
adalah menjual sahamnya ke bursa saham melalui IPO.Bagi Perusahaan Swasta ==> 
Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali saham2 yg sudah beredar 
dibursa. Kutipan:Privatisasi menurut Undang-Undang No.59 Tahun 2009 merupakan 
penjualan saham dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public 
Offering / IPO) dan penerbitan obligasi konversi serta efek lain yang bersifat 
ekuitas seperti right issue. (Baca juga: Apa Itu Right Issue & Apa 
Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi 
Investor?)http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham
 Catatan: menurut saya ada typo pada artikel tsb  "Undang-Undang No.59 Tahun 
2009"  seharusnya "Peraturan Pemerintah 59 th 2009". Juga masih dari artikel 
yang sama tentang privatisasi bagi perusahaan swasta:Kutipan:Berbeda dengan 
BUMN, ada juga istilah privatisasi bagi perusahaan swasta yang telah 
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO -- disebut 
dengan istilah emiten. Bagi emiten tindakan privatisasi justru merupakan 
tindakan membeli kembali seluruh saham perusahaan yang telah beredar di 
masyarakat dan kembali menjadi perusahaan tertutup. Jadi berbanding terbalik 
dengan pengertian privatisasi di 
BUMN.http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham
   ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :Jonathan: iya khan, 
ngomong sama orang yg nggak tahu apa2 ya kayak ginilah. Ini saya kutipkan dari 
Bareksa:Kutipan:Privatisasi menurut Undang-Undang No.59 Tahun 2009 merupakan 
penjualan saham dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public 
Offering / IPO) dan penerbitan obligasi konversi serta efek lain yang bersifat 
ekuitas seperti right issue. (Baca juga: Apa Itu Right Issue & Apa 
Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi 
Investor?)http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham
 Catatan: menurut saya ada typo pada artikel tsb  "Undang-Undang No.59 Tahun 
2009"  seharusnya "Peraturan Pemerintah 59 th 2009". Juga masih dari artikel 
yang sama tentang privatisasi bagi perusahaan swasta:Kutipan:Berbeda dengan 
BUMN, ada juga istilah privatisasi bagi perusahaan swasta yang telah 
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO -- disebut 
dengan istilah emiten. Bagi emiten tindakan privatisasi justru merupakan 
tindakan membeli kembali seluruh saham perusahaan yang telah beredar di 
masyarakat dan kembali menjadi perusahaan tertutup. Jadi berbanding terbalik 
dengan pengertian privatisasi di 
BUMN.http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham
 nesare: ane sudah jelas bahwa istilah BUMN terbuka dan BUMN tertutup. Ini 
sudah dari dulu diomongin. Ente mau ngomongin apa disini?Pertanyaan ane ndak 
ada yang ente jawab. Coba jawab! Jelas sekali PT Bank Mandiri pertama kali IPO 
(menjual saham pertama kali dibursa) itu istilah yang dipakai adalah 
privatisasi. Ini yang sudah digunakan oleh HBR, VV Ramanadhan, kedua pemenang 
noble 2016 dll. Itu pertama kali. Gimana kalau yang kedua, ketiga, keempat kali 
dst…..? Apakah disebut privatisasi juga atau tidak? jawab ini!!!!! Juga kalau 
misalnya dulu PT. Bank Mandiri yang belum Tbk pertama kali menjual sahamnya ke 
PT. BNI Tbk, bisa tidak? kalau bisa disebut apa?Kalau dulu sekali sebelum ada 
pasar saham, ya masuk akal disebut privatisasi karena menjualnya hanya ke 
swasta non pemerintah. Tetapi kalau sekarang gimana? Masih belum tahu 
sesungguhnya arti dari public company vs. private company ‘kan???!!!!Masih 
belum ngerti arti sebenarnya privatization itu kan? Yang diotak ente hanya 1 
arti privatization itu yaitu: peralihan saham dari pemerintah ke swasta non 
pemerintah!Takut ya? Referensi nya segudang kaya’ 1 = 1 = 2!!! Hehehehe. Yang 
ente referensi ini semuanya benar tapi ada catatannya!!!! Nesare  From: 
GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 4:51 PM
To: Yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN   iya khan, ngomong sama orang yg 
nggak tahu apa2 ya kayak ginilah. Ini saya kutipkan dari 
Bareksa:Kutipan:Privatisasi menurut Undang-Undang No.59 Tahun 2009 merupakan 
penjualan saham dengan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public 
Offering / IPO) dan penerbitan obligasi konversi serta efek lain yang bersifat 
ekuitas seperti right issue. (Baca juga: Apa Itu Right Issue & Apa 
Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi 
Investor?)http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham
 Catatan: menurut saya ada typo pada artikel tsb  "Undang-Undang No.59 Tahun 
2009"  seharusnya "Peraturan Pemerintah 59 th 2009". Juga masih dari artikel 
yang sama tentang privatisasi bagi perusahaan swasta:Kutipan:Berbeda dengan 
BUMN, ada juga istilah privatisasi bagi perusahaan swasta yang telah 
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO -- disebut 
dengan istilah emiten. Bagi emiten tindakan privatisasi justru merupakan 
tindakan membeli kembali seluruh saham perusahaan yang telah beredar di 
masyarakat dan kembali menjadi perusahaan tertutup. Jadi berbanding terbalik 
dengan pengertian privatisasi di 
BUMN.http://www.bareksa.com/id/text/2015/04/27/apakah-privatisasi-bumn-itu-apa-untungnya-bagi-pemerintah-perusahaan/10302/saham
 ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :

Jonathan: Rasanya kayak ngomong sama anak SD saja, semua kata2 mesti dijelaskan 
satu demi satu mesti dituntun, kata2 dilihat secara literal tanpa melihat 
konteks pembicaraan. Nesare: semua kata2 mesti dijelaskan? Kata2 yang mana yang 
ente sudah jelaskan? Pertanyaan ane gak ada yang ente jawab. Sebaliknya 
pertanyaan2 ente semua ane jawab dan bahas. Dan setelah dibahas gak ente 
tanggapi sama sekali. Jonathan: Siapapun tahu secara literal delisting artinya 
"tidak lagi terdaftar" ya lawannya listing atau "terdaftar".Nesare: mana 
penjelasannya? Ini terjemahannya! Jonathan: Tetapi sewaktu ngomong privatisasi 
dikaitkan dgn bursa saham bagi perusahaan swasta itu jelas dikontraskan dengan 
arti privatisasi bagi perusahaan negara yang menjual sahamnya kebursa, lihat 
sendiri kontrasnya dibawah. Disini contohnya Mr. Kunyuk membeli kembali semua 
saham2 PT Aji Mumpung Tbk di bursa saham sehingga secara praktis delisting jadi 
perusahaan tertutup jadi kembali milik Mr. Kunyuk pribadi.Nesare: oh ane tahu 
sekali cara berpikir ente yang pake’ dengkul! Ente pake’ akal2an utk 
menjustifikasi logika ente tetapi gak ngerti pengertiannya! Mari kita kupas. 
Pertama istilah delisting itu sendiri ente sudah salah! Ente gak ngerti istilah 
delisting ini artinya apa! Sudah ane tulis sebelumnya delisting/keluar dari 
bursa artinya saham2 tetap ditangan shareholders….tidak ada yang berubah 
tangan. Jelas sekali ente disini mengartikan delisting keluar dari bursa karena 
pemilik perusahaan membeli semua saham2nya. Jelas sekali ente gak ngerti kenapa 
perusahaan delisting! Ente hanya menjustifikasi ngutak ngatik peralihan saham 
dari pemerintah ke non pemerintah dan sebaliknya. Hehehehehe. Kelihatan sekali 
jalan pikirannya! Eh ngomong2 semua saham atau sebagian saham2nya? Tanya dulu 
nih karena ada kelanjutannya loh….hehehehehe. kalau beli semua kenapa? Apa 
alasan Mr. kunyuk yang sudah go public membeli saham2 perusahaan go public itu? 
Kaya bener si Mr. Kunyuk ini ya? Hehehehehe tadinya sudah go public krn  cari 
dana dari luar. Sekarang eh tahu2 mau beli semua saham2nya yang sudah ada 
dibursa. Gila ya si Mr. Kunyuk. Pake’ logika nih yeah……hehehehehehehe. 
Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:Bagi Perusahaan Negara ==> 
Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham melalui IPO.Bagi Perusahaan 
Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias membeli kembali saham2 yg sudah 
beredar dibursa. Nesare: koq ditulis lagi disini sedangkan sudah ane tanggapi. 
Ini tanggapannya: Jonathan: Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:Bagi 
Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.Nesare: buset pake’ logika dengkul lagi. Ayo kita telanjangi lagi! 
Ente bilang BUMN yang IPO = privatisasi. Ane dan semua orang bisnis bilang itu: 
go public lawan dari privatization! Jelaskan gimana PT. Pertamina melakukan IPO 
lalu dibeli oleh PT. Bank Mandiri Tbk bisa disebut privatisasi? TIDAK ADA 
PERALIHAN SAHAM DARI BUMN KE SWASTA NON PEMERINTAH!!!!!!! Jonathan: Privatisasi 
dikaitkan dengan bursa saham: Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah 
delisting alias membeli kembali saham2 yg sudah beredar dibursa.Nesare: ini 
benar. Setelah ane pake’ istilah delisting, ente baru mengerti. Tadinya gak 
ngerti. Ente ini cetek sekali dan lebih celakanya otaknya itu ajek/stationary. 
Gak bisa mikir!Tapi dengkulnya masih di otak (eh maksud ane otaknya masih 
didengkul), kog bisa2nya ini dikaitkan hanya dengan privatisasi utk perusahaan 
swasta dan di bursa??!!! Ngaco gak keruan2!!!! Aduhhhh jadi males nanyanya. Koq 
bisa “perusahaan delisting membeli kembali saham2 nya???!!” kalau perusahaan 
membeli kembali saham2nya dibursa itu namanya bukan delisting! Itu namanya “buy 
back”. Perusahaannya mah tetap public company. Minta ampun semakin ngomong 
semakin gak keruan2. Delisting itu keluar dari bursa artinya cabut dari bursa 
menjadi perusahaan non public. Ini namanya: private company lawan dari public 
company!!!!!Kalau sudah delisting pun saham2nya mah tetap dimiliki oleh setiap 
pemegang saham! Masalah nantinya pemegang mau menjual sahamnya, itu urusan 
nanti. Tetapi pada saat delisting, pemilik saham tetap memiliki saham2 itu 
dengan harga yg ditentukan oleh pasar. Jelas sekali ente gak ngerti arti 
delisting disini. Jelas sekali diotak ente itu pikir perusahaan yang delisting 
itu membeli saham2 yang beredar dibursa. Ngaco!!!! Semakin nulis semakin 
salah!!! Gak keruan!!!! Gimana privatisasi kalau bukan dikaitkan dengan bursa 
saham? Koq bisa privatisasi dikait2kan dengan bursa saham atau tidak?!!! 
sedangkan sudah tahu semua perusahaan bisa melakukan privatisasi dan juga semua 
perusahaan bisa tidak melakukan privatisasi?!!! Pertama bilang privatisasi 
adalah peralihan saham dari pemerintah ke swasta non pemerintah. Lalu dibedakan 
arti privitasasinya utk bursa saham bagi kedua perusahaan negara dan perusahaan 
swasta non pemerintah. Nesare  From: GELORA45@yahoogroups.com 
[mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Tuesday, October 11, 2016 3:50 PM
To: Yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Privatisasi BUMN   Rasanya kayak ngomong sama anak SD 
saja, semua kata2 mesti dijelaskan satu demi satu mesti dituntun, kata2 dilihat 
secara literal tanpa melihat konteks pembicaraan. Siapapun tahu secara literal 
delisting artinya "tidak lagi terdaftar" ya lawannya listing atau "terdaftar". 
Tetapi sewaktu ngomong privatisasi dikaitkan dgn bursa saham bagi perusahaan 
swasta itu jelas dikontraskan dengan arti privatisasi bagi perusahaan negara 
yang menjual sahamnya kebursa, lihat sendiri kontrasnya dibawah. Disini 
contohnya Mr. Kunyuk membeli kembali semua saham2 PT Aji Mumpung Tbk di bursa 
saham sehingga secara praktis delisting jadi perusahaan tertutup jadi kembali 
milik Mr. Kunyuk pribadi. Privatisasi dikaitkan dengan bursa saham:Bagi 
Perusahaan Negara ==> Privatisasi adalah menjual sahamnya ke bursa saham 
melalui IPO.Bagi Perusahaan Swasta ==> Privatisasi adalah delisting alias 
membeli kembali saham2 yg sudah beredar dibursa.
(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke