Lha illaaaah, ... informasi apa ini dari “nenek dalam tempurung” dengan kesimpulan cupat pula “kapitalis-multinasional lah yang menentukan nasib BURUH”! Itukan hanya MEMBUKTIKAN pemerintah Spanyol yang berkuasa bukan PEMERINTAH RAKYAT, tapi pemerintah yang hanya mengabdi pada kapitalis saja! Itu menandakan KEKUATAN RAKYAT masih lemah, ...!
Buruh tidak bisa berbuat apa-apa, ... mau kemana lagi mereka melaporkan nasibnya??? Sedang nenek yang satu ini sudah cupat pula hanya menuduh orang lain TIDAK mau BELAJAR dan MENARIK PELAJARAN! Jangan menyalahkan siapa-siapa, ... BURUH harus BERSATU, menyatukan diri lebih kuat dalam barisan memperjuangkan NASIB lebih baik melawan keserakahan kapitalis dan kesewenang-wenangan penguasa! PERJUANGKAN KEADILAN bukan minta pada siapa-siapa, tapi HARUS BERSATU dengan TEGUH BERJUANG SENDIRI! Kalau HUKUM sudah bisa dimenangkan, yaa mestinya gunakan keputusan HUKUM itu meneruskan PERLAWANAN dan gebug PEMERINTAH yang menindas dengan TENTARA! Begitu aja, kok repot, ...! Tapi neng, ... kalau pabrik Coca-Cola kenapa harus dipertahankan, ya? Dia mau tutup yaa biarkan saja. Lha Coca-Cola itu jelas merusak kesehatan rakyat, kok! Kenapa tidak menuntut buka pabrik atau mengalihkan ke minuman yang yang lebih BERGUNA dan jelas tidak merusak kesehatan saja, ya? Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, December 14, 2016 1:04 AM To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; GELORA_In Cc: Daeng ; Lusi.D ; Roeslan ; Gol ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Mitri ; Jonathan Goeij ; Harry Singgih ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Mang Broto ; Marsiswo Dirgantoro ; Farida Ishaja ; [email protected] ; Billy Gunadi ; N. Nugroho ; [email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; [email protected] ; [email protected] ; C. Manuputty ; Oman Romana Subject: [GELORA45] Dokumental Coca-Cola Informasi lagi dari orang yang sering mendapat cap "katak dalam tempurung" dari Chan. Video dalam bahasa Spanyol tapi ada subtitles bahasa Inggris. Di layar lebar baru bisa kelihatan dengan baik subtitlesnya. Video di bawah ini menceritakan perjuangan kaum buruh pabrik Coca-Cola di Fuenlabrada (Madrid) melawan pemecatan dan penutupan pabrik. Mula-mula melalui pemogokan, kemudian manifestasi di jalan-jalan dan akhirnya ke pengadilan. Perlawanan dilakukan sejak Januari 2014. Bulan April 2015 Mahkamah Agung membenarkan kaum buruh dan menyatakan pemecatan dan penutupan pabrik melanggar hukum. Bisa dibayangkan kegembiraan dan kebahagian semua kaum buruh mendapatkan kembali pekerjaannya!!! Namun kegembiraan dan kebahagian itu kemudian dengan cepat lenyap...Multinasional Coca-Cola tidak kehilangan akal untuk menghindari keputusan MA dan melanggar hukum. Kaum buruh yang sudah dibenarkan oleh hukumpun masih harus berhadapan dengan kekerasan aparat militer. Dengan dikawal aparat kekuasaan, pabrik dipreteli... Buruh tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Mau kemana lagi mereka melaporkan nasibnya? Wong hukum sudah membenarkannya. Nah, tidakkah kita dihadapkan kepada KEBENARAN DAN KENYATAAN? Bahwa yang berkuasa sungguh-sungguh di negeri-negeri yang menyandang nama "welfare state", dikenal sebagai negara hukum dan di mana HAM dihormati, adalah kaum multinasional! Kaum multinasional lah yang menentukan nasib warga dan keluarganya!!! Kapan saja kaum buruh tidak diperlukan lagi tenaga kerjanya, mereka dianggap sebagai debu saja yang mengotori jalan-jalan besar kota-kota metropolitan! Sebuah pelajaran buat mereka yang masih mau belajar dan menarik pelajaran! Documental COCA COLA EN LUCHA (subtítulos en inglés) Documental COCA COLA EN LUCHA (subtítulos en inglés) COCA COLA EN LUCHA Cuando David se enfrenta a Goliat Esta es la historia de una lucha titánica. La de los trabaj...
