Kaslau saja Korsel dikatakan sengaja digenjot AS untuk ditampilkan sebagai 
etalase kapitalisme, lalu keberhasilan Singapore untuk menghadapi Indonesia di 
ASEAN, dan Taiwan untuk menghadapi RRT, lalu keberhasilan RRT itu juga digenjot 
AS untuk melawan dirinyanya sendiri??? Yang tidak disangka-sangka AS, RRT 
justru telah menggeliat menjadi NAGA-KUNING yang mengancam dirinya sendiri! 
Hehehee, ... baguuus juga logika nenek dalam tempurung!

Tidak berani melihat bahwa MODAL/KAPITAL itu sesungguhnya NETRAL, sangat 
tergantung dan ditentukan siapa yang pegang dan gunakan! Kapital bisa menjadi 
baik juga bisa jadi jahat! Begitu juga dengan saat kita menerima modal-asing 
masuk kenegara kita, ... bisa jadi BAIK juga bisa jadi JAHAT! Itu sangat 
tergantung dari PEMERINTAH yang berkuasa saja. Bagaimana Pemerintah yang 
berkuasa itu bersikap dan menggunakan MODAL-ASING itu untuk kepentingan 
NASIONAL, meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, atau lebih menduhulukan perut 
pejabat-pejabat korup itu saja! 

Yang perlu lebih diperhatikan, negara-negara tanpa SDA yang baik/makmur saja 
bisa tumbuh makmur, kenapa Indonesia yg SDA begitu makmur justru TETAP 
merupakan negara terbelakang dan miskin, ... menjadi itik mati dilumbung 
beras??? Jadi, jangan BERPIKIR dan mengharapkan belas-kasihan dari MODAL-ASING 
darimanapun yang diterima masuk, ... untuk bangun Indonesia lebih baik! Benahi 
dan tegakkan Pemerintah yang berkuasa itu benar-benar berperan dan berkemampuan 
untuk menggunakan MODAL-Asing itu menodorng maju ekonomi nasional dan 
meningkatkan kesejahteraan rakyat, ...! Yang menjadi masalah, di Indonesia 
kekuatan rakyat belum kuat, sedang kekuatan anti-rakyat masih jauh lebih kuat! 
Bagaimana merubah imbangan kekuatan, memperbesar dan memperkuat kekuatan 
RAKYAT. Perjuangan yang digencarkan utamanya bukan menentang MODAL-asing, tapi 
menuntut pemerintah bisa nekaksanakan dan menegakkan UUD45 lebih baik, bahwa 
SDA untuk kepentingan rakyat banyak! Itu saja, ...

SELAMA Pemerintah yang berkuasa masih kuasai banyak siluman-siluman, ... 
bagaimana bisa mengharapkan masuknya MODAL-asing itu mendorong maju ekonomi 
nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat! Yang terjadi ya macam Indonesia 
jaman ORBA, 32 tahun Suharto berkuasa itu saja, sedikit “MAKMUR” dengan 
gelembung bola sabun indahnya gemerlapan warna-warni gedung pencakar langit, 
mobil-mewah, ...tapi begitu digempur krismon, meledaklah hilanglah bola-bola 
sabun yg gemerlapan itu! Karena MODAL-Asing tidak digunakan untuk membangun 
dasar ekonomi dengan baik, tapi digunakan untuk menguras habis-hab isan SDA 
yang ada dalam bumi Nusantara ini, dan, ... semua itu digunakan untuk 
menggendutkan perut Cendana dan kroni2nya saja! 

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Friday, April 13, 2018 11:48 PM
To: ajeg ; GELORA45@yahoogroups.com 
Cc: Yahoogroups 
Subject: Re: [GELORA45] Jokowi Teken Perpres Permudah Tenaga Kerja Asing

  

Ya jelas, sama sekali tidak bisa ditampilkan tiga negara itu sebagai contoh 
"keberhasilan" investasi asing. Apalagi kasus Korsel yang karena posisinya 
sebagai lawan pembangunan Korut, sengaja digenjot AS untuk ditampilkan sebagai 
etalase keberhasilan kapitalisme... Persis seperti Plan Marshal yang 
digelontorkan ke negeri-negeri Eropa Barat yang hancur sebagai akibat PDII 
untuk meredam perjuangan kelas dan menumpulkan tuntutan dan perjuangan rakyat 
untuk sosialisme.



On Friday, April 13, 2018 5:30 PM, ajeg <ajegil...@yahoo.com> wrote:




Ada, Chan sudah mengeluarkan pendapatnya walau dengan 

melepas jasmerah dan bersikap dari kondisi kontemporer.


Saya hargai pilihan Chan untuk berdiri di sana dan berpendapat 

dari sisi itu. Sayangnya, contoh 3 negara yang disebut berhasil 

menggunakan modal asing (kesempatan) tidak satu pun yang 

kondisi negeri (SDA) dan situasi masyarakatnya (SDM) mirip 

Indonesia. Latar sejarah, budaya, dan gejolak politiknya juga beda. 

Keresahan seperti yang ditimbulkan langkah-langkah Jokowi ini 

(mengabaikan hak warga atas pekerjaan) juga belum tentu muncul 

di 3 negara itu. 



Mengenai Ekuador (untuk contoh negara yang Anda sebut), 

setahu saya masih mengakui jerih payah buruh migrannya sebagai 

pendapatan resmi negara. Artinya, masih menghargai keringat 

warga yang kehilangan kesempatan bekerja di negara sendiri.



Untuk Zimbabwe, hehe.. sepertinya kita sedang bekerja keras 

menyusulnya dengan memperbanyak utang lalu berharap, mak jebret... 

... cancels debts...


--- jetaimemucho1@... wrote:




  
Sampai sekarang belum/tidak ada yang menjelaskan hubungan antara investasi dan 
perbaikan dalam ekonomi nasional. Yang jelas banyak pernyataan resmi pejabat 
baik Tiongkok kapitalis maupun Indonesia, hanyalah penipuan belaka. Kenyataan 
di lapangan bertentangan dengan yang dikoar-koarkan. Dari dulu sampai sekarang, 
investasi yang datang dari negara-negara kapitalis-imperialis, sudah tentu 
Tiongkok termasuk dalam kategori ini, walaupun orang-orang remo tidak mau 
menerima tanpa argumentasi yang membantah Tkk sebagai negara imperialis, tidak 
pernah menguntungkan rakyat  negeri yang menjadi sasaran investasi itu. Mana 
ada negeri Dunia Ketiga yang sudah puluhan tahun bergantung pada investasi 
modal asing, mencapai kemakmuran, dan berkembang ekonomi nasionalnya. bukannya 
berkembang, tapi malah semakin  terpuruk. Bayangkan, Ecuador sampai sekarang 
harus terus menggunakan dolas AS sebagai mata uang resminya, Zimbawe, saya 
dengar, sudah pakai mata uang Yen (masih harus saya verifikasi). Apa itu 
artinya??? Bla...bla...bla sama- sama beruntung!!!!????

On Thursday, April 12, 2018 4:34 PM, ajeg wrote:


Semoga ada yang bisa menjelaskan hubungan antara 

investasi asing dan perbaikan ekonomi nasional. 

Kalau tidak ada, berarti rancangan untuk menjadikan 

Indonesia kekuatan ekonomi pada tahun 2050 (atau 2040?) 

memang tidak ada. Cuma omong kosong seperti hoax 

mobil Esemka.



Nah, dengan sikap kerja seperti itu lantas bagaimana 

caranya membantah Indonesia bubar 2030?


--- jetaimemucho1@.... wrote:


Pernah dulu ketika berdebat dengan si Chan soal modal yang berasal dari 
Tiongkok, dia menganggap modal dari Tkk lebih baik dari pada modal dari AS, 
negeri-negeri Eropa atau negeri lain. Pokoknya dia bela dan senang melihat 
penanamam modal Tiongkok semakin meningkat. Saya bilang modal tidak 
berkebangsaan, dari manapun asalnya, tujuannya sama, yaitu mencari keuntungan 
semaksimal mungkin. Itu seperti pepatah Spanyol "de Guatemala masuk ke 
Guatepeor" ( kurang lebih artinya, keluar dari mulut singa atau harimau masuk 
ke mulut buaya). Lantas ada orang yang nimbrung, karena dia tidak percaya modal 
Tkk akan membuat keadaan Indonesia lebih buruk. Nah, sekarang kenyataan sudah 
kita semua lihat. Jutaan buruh Tkk masuk Indonesia, yang legal maupun yang 
gelap. Jadi kenyataan justru menunjukkan modal Tkk disertai dengan 
buruh-buruhnya ( saya tidak pernah baca berita modal AS atau negeri Eropa 
lainnya yang disertai dengan buruh-buruhnya!!). Ini saja sudah cukup untuk 
membantah kata-kata menlu Tkk yang selalu bilang bahwa penanaman modalnya 
selalu buat keuntungan bersama. Yang jelas , lapangan pekerjaan yang memang 
sudah terbatas, semakin terbatas lagi dengan masuknya buruh kasar Tkk. apakah 
itu baik untuk Indonesia. Buruh Indonesia diupah lebih rendah dan kondisi 
hidupnya lebih buruk dari pada buruh Tiongkok. Hal ini pernah dengan jelas 
dibuktikan dalam sebuah penelitian terhadap pertambangan nikel di Sulawesi yang 
dikelola modal Tkk, yang pernah saya postingkan.Dan juga jelas terlihat bahwa 
buruh-buruh itu sama sekali BUKAN tenaga ahli, pekerjaannya sepenuhnya dapat 
dilakukan oleh buruh Indonesia. Jadi dimana keuntungan buruh Indonesia dalam 
hal penanaman modal Tkk yang disertai oleh buruhnya sendiri?


Sekarang Jokowi  mengeluarkan Perpres permudah TKA. Di situ tertera segala 
macam peraturan yang harus dipenuhi untuk bekerja di Indonesia. Tapi 
kenyataannya, buruh Tkk terus mengalir hanya dengan visa turis! Terbukti dari 
video yang saya postingkan kemarin. Kira-kira 30 orang Tkk yang masuk ke 
Sulawesi itu akan bekerja di pertambangan. Itukah para ahli Tkk yang dibutuhkan 
Indonesia??Bisakah pendukung Jokowi menjawab atau membuat komentar tentang 
terus mengalirnya buruh Tiongkok ini??? Di artikel diatas juga tertera dengan 
ditandatangani Perpres permudah TKA , diharapkan investasi meningkat dan 
ekonomi nasional tambah baik. Ada yang bisa menjelaskan bagaimana hubungan 
antara investasi dengan perbaikan nyata ekonomi nasional?



On Thursday, April 12, 2018 2:56 PM, ajeg wrote:
Kelihatannya Jokowi ini senang melihat para pemudi 

dan ibu-ibu rumahtangga kita menjadi pembantu di negara 

orang.


-



Jokowi Teken Perpres Permudah Tenaga Kerja Asing

IHSANUDDIN
Kompas.com - 05/04/2018, 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden 
Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 

Perpres ini diharapkan bisa mempermudah tenaga kerja asing (TKA) masuk ke 
Indonesia yang berujung pada peningkatan investasi dan perbaikan ekonomi 
nasional. 

Dalam perpres ini disebutkan, setiap pemberi kerja TKA yang menggunakan TKA 
harus memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yang disahkan 
menteri atau pejabat yang ditunjuk. 

Namun, pemberi kerja TKA tidak wajib memiliki RPTKA untuk mempekerjakan TKA 
yang merupakan: 

a. pemegang saham yang menjabat anggota direksi atau anggota dewan komisaris 
pada pemberi kerja TKA 
b. pegawai diplomatik dan konsuler pada perwakilan negara asing 
c. TKA pada jenis pekerjaan yang dibutuhkan pemerintah.

Untuk pekerjaan yang bersifat darurat dan mendesak, menurut perpres ini, 
pemberi kerja TKA dapat mempekerjakan TKA dengan mengajukan permohonan 
pengesahan RPTKA kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk paling lama dua hari 
kerja setelah TKA bekerja. 

Dalam perpres ini juga ditegaskan, setiap TKA yang bekerja di Indonesia wajib 
memiliki visa tinggal terbatas (vitas) untuk bekerja yang dimohonkan oleh 
pemberi kerja TKA atau TKA kepada menteri yang membidangi urusan pemerintahan 
di bidang hukum dan hak asasi manusia atau pejabat yang ditunjuk dengan 
melampirkan notifikasi dan bukti pembayaran. 

Permohonan vitas sebagaimana dimaksud sekaligus dapat dijadikan permohonan izin 
tinggal sementara (itas). 

Izin tinggal bagi TKA untuk pertama kali diberikan paling lama dua tahun dan 
dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Pemberian itas bagi TKA sekaligus disertai dengan pemberian izin masuk kembali 
untuk beberapa kali perjalanan yang masa berlakunya sesuai dengan dengan masa 
berlaku itas. 

Perpres ini mewajibkan setiap TKA yang bekerja lebih dari enam bulan di 
Indonesia terdaftar dalam jaminan sosial ketenagakerjaan atau polis asuransi di 
perusahaan asuransi berbadan hukum Indonesia. 

Perpres ini ditandatangani Jokowi pada 26 Maret 2018 dan diundangkan Menteri 
Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 29 Maret 2018. 

Perpres ini berlaku setelah tiga bulan terhitung sejak tanggal diundangkan. 
Perpres ini menggantikan Perpres Nomor 72 Tahun 2014 tentang Penggunaan Tenaga 
Kerja Asing yang dibuat pada era presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. 

Permudah TKA 

Dalam rapat terbatas 6 Maret lalu, Presiden Jokowi meminta agar izin bagi TKA 
yang hendak masuk ke Indonesia dipermudah. 

"Dalam penataan tenaga kerja asing di Indonesia, pertama, saya minta agar 
proses perizinannya tidak berbelit-belit, ini penting sekali," kata Jokowi. 

"Sebab, keluhan-keluhan yang saya terima perizinannya berbelit-belit," tambah 
Kepala Negara. 

Jokowi meminta kondisi ini diubah. TKA yang masuk Indonesia harus dipermudah 
prosedurnya, baik dalam pengajuan rencana pengajuan tenaga kerja asing, 
(RPTKA), izin penempatan tenaga asing atau (IPTA), maupun vitas. 

"Yang saya minta untuk dijalankan lebih cepat dan berbasis online dan dilakukan 
secara terintegrasi, terpadu, antara Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi di 
bawah Kementerian Hukum dan HAM," kata Jokowi.


Penulis : Ihsanuddin
Editor : Sandro Gatra




  • [GELORA45] ... ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
    • Re: [G... ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
      • Re... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
    • AW: [t... Roeslan roesla...@googlemail.com [GELORA45]
    • [GELOR... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]
    • Re: [G... ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
    • Re: [G... ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]
        • ... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
      • Re... Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke