Sangat aneh Bung Chanct,

Semenjak berakhir Perang Imperialisme Dunia ke-II. Filipina dijadikan USA 
sebagai basis Militer untuk mengintervensi negara-negara Asia-Tenggara, dan 
dari Pelabuhan Udara Manila berterbangan pesawat Udara penBom USA memBom 
Vietnam, mengsubversi RRT, Uni Sowyet, mengintervensi, dan mengorganisasi 
segala bentuk aksi penghancuran kekuasaan Negara Republik Indonesia-Presiden 
Soekarno, pemberontakan PRRI, PERMESTA, membantu DII/TII sampai dengan Operasi 
CIA yang dipimpin langsung oleh DUBES USA Marshal Green dan pelaku Lapangan 
John Sotckwell bersama para Jendral TNI September 1965, dan tidak seorangpun 
dari para heroik anti-RRT bilang itu adalah ofensive Imperialisme USA, untuk 
menguasai selanjutnya  regional Asia dan Pacific.

Permulaan Abad ke-XXI muncul RRT di Arena Internasional dengan ofensive Damai 
berusaha mengexpos kehadiran Militer/kekuasaan USA dari Asia & Pacific dan 
berteriak para anti-RRT , "itu adalah Imperialisme", amboi, amboi, Bung Chanct, 
pada Abad ke-XXI banyak bentuk perjuangan, dari kekuatan Demokratis Civilisasi 
Dunia dalam konstalasi imbangan kekuatan, yang selau berobah dan dengan RRT 
yang sedang menuju bentuknya. Lihat umpamyana. Artikel dibawah, belum pernah 
terjadi Volume perdagangan ( Business antara RRT dan Europa Union) dalam tempo 
duabulan terakhir mencapai 100 Milliard USDolar, dan disini kelihatan, bahwa EU 
sedang dalam perobahan konstalasi hubungan Internasional yang serius, dan saya 
ikuti,para Pimpinan RRT sangat-hati-hati, menguasai Perekonomian Imperialisme 
EU bukanlah masalah mudah, dan permulaan telah berjalan dengan baik, dalam 
ketentuan hukum Internasional.

Mungkin pula akan berteriak para heroik anti-RRT, "itu adalah Imperilisme RRT 
menguasai PerekonomianEU...???).

"Make RRT Great and Strong again".

      Tjaniago



Kemendag Tiongkok Sebut Akan Tingkatkan Kerja Sama dengan UE
2019-04-05 09:38:10    
http://indonesian.cri.cn/20190405/1823e3b4-62d0-3f7d-9c16-bd1b3cb08b32.html
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang akan menghadiri Pertemuan Pemimpin 
Tiongkok-Uni Eropa ke-21 di Brussel dan pertemuan pemimpin Tiongkok dengan 
negara-negara Eropa Timur dan Tengah (CEEC) ke-8 di Kroatia pada 8 hingga 12 
April mendatang. Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng dalam 
jumpa pers di Beijing hari Kamis kemarin (4/4) memberikan keterangan tentang 
jadwal kunjungan Li Keqiang tersebut. Ia mengatakan, Tiongkok dan Uni Eropa 
merupakan mitra kerja sama ekonomi dan perdagangan penting antara satu sama 
lain. Tiongkok akan meningkatkan kerja sama pragmatis dengan Uni Eropa di 
berbagai pihak, dengan aktif mendorong perundingan kesepakatan penanaman modal 
Tiongkok-Uni Eropa, bersama-sama memelihara multilateralisme dan perdagangan 
bebas, dan mendorong pembinaan ekonomi dunia tipe terbuka.

Pada dua bulan pertama tahun ini, volume perdagangan antara Tiongkok dan Uni 
Eropa sebesar 100 miliar dolar AS, dan terus memelihara momentum perkembangan 
yang memuaskan. Sementara itu, investasi dua arah dan kerja sama ekonomi antara 
kedua pihak terus meningkat secara stabil.

Gao Feng mengatakan, Tiongkok akan terus meningkatkan kerja sama pragmatis 
dengan Uni Eropa di berbagai pihak di atas dasar saling menghormati dan menang 
bersama. Mengenai perundingan kesepakatan investasi, Gao Feng mengatakan, saat 
ini Tiongkok dan Uni Eropa tengah berupaya mengintensifkan negosiasi terkait 
naskah dokumen agar kesepakatan dapat ditandatangani sedini mungkin.

Pertemuan pemimpin Tiongkok dengan negara-negara Eropa Timur dan Tengah yakni 
CEEC ke-8 akan digelar di Dubrovnik, Kroatia pada 12 April mendatang. Menurut 
keterangan Gao Feng, terhitung hingga saat ini, investasi perusahaan Tiongkok 
di kawasan Eropa timur dan tengah sebesar 10 miliar dolar AS, sedangkan 
investasi dari 16 negara Eropa timur dan tengah di Tiongkok tercatat 1,5 miliar 
dolar AS, yang mencakup sektor permesinan, onderdil otomotif, industri kimia, 
moneter, lingkungan, penerbangan udara dan farmasi.

Gao Feng menyatakan, Tiongkok bersedia terus mendukung integrasi Eropa, serta 
meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara Eropa 
timur dan tengah, sementara itu akan meningkatkan sinergi antara inisiatif 
Sabuk dan Jalan dengan strategi pembangunan negara-negara Eropa timur dan 
tengah, guna mendorong kedua pihak mewujudkan perkembangan bersama kedua pihak 
melalui mekanisme kerja sama “16 plus 1”.




--------------------------------------------
Pada Jum, 5/4/19, ChanCT [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: Re: [GELORA45] Filipina Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina
 Kepada: "GELORA_In" <[email protected]>, "Tatiana Lukman" 
<[email protected]>, "Ajegilelu" <[email protected]>
 Tanggal: Jumat, 5 April, 2019, 3:13 AM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
   
   
     Memang
 SIAPA yang
           hendak perang lawan Filipina??? Bukankah
 RRT-Filipina baru
           saja kemarin berhasil keluarkan kesepakatan:
 "Tiongkok dan Filipina Bahas Soal Laut Tiongkok
           Selatan" 
(https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/243980)
     Kalau saja
 AS boleh
           lancarkan "LATIHAN-PERANG"
 bersama Filipina diperairan
           LTS, kenapa pula Tiongkok tidak boleh dan
 dikatakan konflik
           militer apalagi lancarkan perang terhadap
 Filipina??? Bukankah
           jelas pernyataan ngawur saja, ...!
 
         
     Bahwa
 masih cukup
           banyak nelayan-nelayan yang masuk keperairan laut
 Filipina,
           tentu harus ditertibkan. Kalau memang kenyataan
           nelayan-nelayan Tiongkok itu terus bandel, tidak
 mau turuti
           aturan, dan dianggap sangat mengganggu dan
 merugikan Filipina,
           juga MUDAH saja kok! Tak usah ribut2, ... Jalankan
 saja tindak
           TEGAS menteri Susi, tangkap, SITA dan lelang saja
 kapal mereka
           itu, ...! Tidak perlu kapal2 diledakkan yg bikin
 polusi laut,
           sudah BETUL dirubah jadi sita kapal mereka dan
 dilelang atau
           biar tidak jatuh kembali pada pemilik semula, ...
 diatur saja
           menjadi milik koperasi Nelayan!
 
         
     
 
         
     
 
     
     Tatiana Lukman
 [email protected]
       [GELORA45] 於 4/4/2019 23:45 寫道:
 
     
     
       Ah, sebuah kekuasaan imperialis
 mana kenal
           malu??? Menjarah kekayaan alam milik negeri lain,
 menghisap
           buruh negeri lain di pabrik-pabrik di bawah
 kontrol modal
           Tiongkok...itu kan jelas-jelas perbuatan hina dina
 kaum
           kolonial yang dulu juga menguasai tiongkok... apa
 malu sang
           Kaisar??? Malah dibanggakan oleh para
 pendukungnya!!
       
 
       
     
      On Thursday, April 4, 2019, 4:21:10 PM GMT+2, ajeg
 [email protected]
       [GELORA45] <[email protected]>
       wrote: 
     
 
     
     
 
     
       Lepas dari soal
                         kemampuan senjata, apa Cina tidak
 malu berperang
                         lawan
 Filipina?
     
 
                  
 
     ---
     
 
                  
 
     
     
       Presiden Filipina, Rodrigo
                       Duterte, mengakui adanya potensi
 konflik dengan
                      
 Cina.
       
 
         
       
       Filipina
           Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina
       
 
         
           
 
             
           Reporter:
         
       
       
       Tempo.co
 
         
       
       Editor:
           
 
         
       
       Budi Riza
 
           
       
       
 
           
       
         Kamis, 4 April 2019
               16:55 WIB
       
       
         
         
 
       
       
       TEMPO.CO, Manila –
           Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan
 kehadiran ratusan
           kapal nelayan Cina dekat pulau yang dikuasai
 Manila di Laut
           Cina Selatan sebagai ilegal. Ini juga disebut
 sebagai
           pelanggaran jelas kedaulatan Filipina.
       
       
 
         
       
       “Tindakan-tindakan
           itu jika tidak disangkal oleh pemerintah Cina akan
 terlihat
           bahwa tindakan itu memang dilakukannya,” kata
 kemenlu Filipina
           dalam pernyataan seperti dilansir Reuters pada
 Kamis, 4 April
           2019.
       
       
 
         
       
       Pemerintah
           Filipina mengeluhkan kehadiran kapal nelayan Cina
 di dekat
           pulau Thitu, yang terjadi berulang kali dalam
 periode yang
           lama. Ini memunculkan pertanyaan apakah ada niat
 atau peran
           dalam mendukung tujuan yang bersifat
 koersif.
       
       
 
         
       
       Data
           pemerintah Filipina mencatat ada sekitar 200 kapal
 nelayan
           asal Cina berlayar di dekat pulau Thitu atau
 Pagas, yang
           merupakan nama lokal pulau itu, dari Januari
 hingga Maret
           2019.
       
       
 
         
       
       
         
           
             
               Saat
                   ini, selain Filipina sejumlah negara ASEAN
 juga
                   mengklaim kepemilikan wilayah di Laut Cina
 Selatan
                   seperti Brunei, Malaysia, dan Vietnam. LCS
 diduga
                   memiliki cadangan minyak dan gas berlimpah
 serta
                   menjadi jalur perdagangan dunia dengan
 nilai sekitar
                   US$3.4 triliun atau sekitar Rp48 ribu
 triliun per
                   tahun. 
 
                 
               
                 
 
                   
                 Presiden
                     Filipina, Rodrigo Duterte, mengakui
 adanya potensi
                     konflik dengan Cina. Namun dia menyebut
 kemampuan
                     teknologi persenjataan negara itu masih
 kalah jauh
                     dari Cina sehingga mudah kalah jika
 berperang.
               
             
             
               
 
                 
               
                   Duterte, seperti dilansir Philstar,
 mengaku khawatir
                   karena Cina memiliki rudal jelajah presisi
 yang mampu
                   menghancurkan ibu kota Manila dalam waktu
 tujuh menit
                   sejak diluncurkan.
             
           
         
       
     
   
  不含病毒。www.avg.com              
  
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978 --
   #yiv1096307978ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp #yiv1096307978hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp #yiv1096307978ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp .yiv1096307978ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp .yiv1096307978ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp .yiv1096307978ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor
 #yiv1096307978ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor
 #yiv1096307978ygrp-lc #yiv1096307978hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor
 #yiv1096307978ygrp-lc .yiv1096307978ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978activity span
 .yiv1096307978underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 dd.yiv1096307978last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv1096307978 dd.yiv1096307978last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv1096307978 dd.yiv1096307978last p
 span.yiv1096307978yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978file-title a, #yiv1096307978
 div.yiv1096307978file-title a:active, #yiv1096307978
 div.yiv1096307978file-title a:hover, #yiv1096307978
 div.yiv1096307978file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a,
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a:active,
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a:hover,
 #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 div#yiv1096307978ygrp-mlmsg
 #yiv1096307978ygrp-msg p a span.yiv1096307978yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv1096307978 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978photos div div {
 border:1px solid
 #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv1096307978 .yiv1096307978replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg select,
 #yiv1096307978 input, #yiv1096307978 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg pre, #yiv1096307978
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg #yiv1096307978logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-msg
 p#yiv1096307978attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-reco
 #yiv1096307978reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor #yiv1096307978ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor #yiv1096307978ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor #yiv1096307978ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv1096307978 
 

Kirim email ke