Bung Tjaniago yb,

Tidak berhasil saya menangkap apa yang aneh, bahkan sangat aneh yang bung maksud itu! Bahwa setiap negara didunia ini tentu saja mempunyai sikapnya sendiri dalam menghadapi negara-negara lain didunia, ... Sedang usaha AS mengendalikan negara-negara didunia, khususnya di Asia jadi makin SULIT bahkan satu-persatu mulai rontok. PROTES dan suara rayat makin keras menentang pangkalan militer AS! Termasuk di Jepang, ... Pertarungan menjadi lebih sengit setelah menghadapi kenyataan mulai menguatnya RRT dibidang ekonomi dan teknologi, hanya dibidang pertahanan bisa dikatakan masih tertinggal. Oleh karenanya, RRT diangkat menjadi ANCAMAN terberat AS! Didengungkanlah BAHAYA Tiongkok! Seolah-olah RRT akan unjuk gigi mengangkangi dunia, ... menggantikan posisi AS didunia.

Orang banyak lupa bahwa kemakmuran dan kejayaan RRT yang dicapai dalam 70 tahun terakhirnya, beda deengan jalan yang digunakan AS dan negara-negara kapitalis maju lainnya, yang merampok dan menghisap tenagakerja negara kolonoli! RRT justru tumbuh besar dan kuat dengan menempa kekuatan RAKYAT nya sendiri, TIDAK MENJAJAH negara lain! Adalah HASIL BERDIKARI rakyat Tiongkok sendiri, ...!

Dan sekarang memasuki tahap berbagi untuk maju bersama, memang bersama dan untung bersama dengan negara-negara sedang berkembang didunia ini, .... melawan dominasi imperialisme AS! Usaha RRT dengan Jalan Sutera, OBOR yang digencarkan sekarang ini jutru makin memojokkan dan kewalahan gembong imperialisme AS itu, ... sekalipun usaha menghasut dan membuat tegang suasana dengan pengiriman pesawat bomber-52 di Laut Tiongkok Selatan, latihan militer bersama Filipina digencarkan, tidak merusak hubungan RRT-Filipina yang sudah tergalang. Karena RRT memang tidak menjadikan Filipina sasaran apalagi hendak mencaplok Filipina, tapi menentang sikap AS yang ikut campur sengketa yg terjadi di LTS, dan selalu mengobok-obok bikin keruh di banyak negara didunia ini.

Tentu masalah EU lebih rumit dan sulit lagi, ... tapi nampaknya sekarang juga sudah sulit dipaksa mengekor AS lagi! Lebih-lebih menghadapi kesulitan ekonomi yang dihadapi dan adanya migran dari Arab, Afrika, ... yg menggeruduk. Entah sampai dimana keberhasilan RRT dalam menjalankan politik luar negerinya.

Salam,

ChanCT


DR. Alexander Tjaniago 於 6/4/2019 1:01 寫道:
Sangat aneh Bung Chanct,

Semenjak berakhir Perang Imperialisme Dunia ke-II. Filipina dijadikan USA 
sebagai basis Militer untuk mengintervensi negara-negara Asia-Tenggara, dan 
dari Pelabuhan Udara Manila berterbangan pesawat Udara penBom USA memBom 
Vietnam, mengsubversi RRT, Uni Sowyet, mengintervensi, dan mengorganisasi 
segala bentuk aksi penghancuran kekuasaan Negara Republik Indonesia-Presiden 
Soekarno, pemberontakan PRRI, PERMESTA, membantu DII/TII sampai dengan Operasi 
CIA yang dipimpin langsung oleh DUBES USA Marshal Green dan pelaku Lapangan 
John Sotckwell bersama para Jendral TNI September 1965, dan tidak seorangpun 
dari para heroik anti-RRT bilang itu adalah ofensive Imperialisme USA, untuk 
menguasai selanjutnya  regional Asia dan Pacific.

Permulaan Abad ke-XXI muncul RRT di Arena Internasional dengan ofensive Damai berusaha 
mengexpos kehadiran Militer/kekuasaan USA dari Asia & Pacific dan berteriak para anti-RRT 
, "itu adalah Imperialisme", amboi, amboi, Bung Chanct, pada Abad ke-XXI banyak 
bentuk perjuangan, dari kekuatan Demokratis Civilisasi Dunia dalam konstalasi imbangan 
kekuatan, yang selau berobah dan dengan RRT yang sedang menuju bentuknya. Lihat umpamyana. 
Artikel dibawah, belum pernah terjadi Volume perdagangan ( Business antara RRT dan Europa 
Union) dalam tempo duabulan terakhir mencapai 100 Milliard USDolar, dan disini kelihatan, 
bahwa EU sedang dalam perobahan konstalasi hubungan Internasional yang serius, dan saya 
ikuti,para Pimpinan RRT sangat-hati-hati, menguasai Perekonomian Imperialisme EU bukanlah 
masalah mudah, dan permulaan telah berjalan dengan baik, dalam ketentuan hukum Internasional.

Mungkin pula akan berteriak para heroik anti-RRT, "itu adalah Imperilisme RRT 
menguasai PerekonomianEU...???).

"Make RRT Great and Strong again".

       Tjaniago



Kemendag Tiongkok Sebut Akan Tingkatkan Kerja Sama dengan UE
2019-04-05 09:38:10    
http://indonesian.cri.cn/20190405/1823e3b4-62d0-3f7d-9c16-bd1b3cb08b32.html
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang akan menghadiri Pertemuan Pemimpin 
Tiongkok-Uni Eropa ke-21 di Brussel dan pertemuan pemimpin Tiongkok dengan 
negara-negara Eropa Timur dan Tengah (CEEC) ke-8 di Kroatia pada 8 hingga 12 
April mendatang. Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng dalam 
jumpa pers di Beijing hari Kamis kemarin (4/4) memberikan keterangan tentang 
jadwal kunjungan Li Keqiang tersebut. Ia mengatakan, Tiongkok dan Uni Eropa 
merupakan mitra kerja sama ekonomi dan perdagangan penting antara satu sama 
lain. Tiongkok akan meningkatkan kerja sama pragmatis dengan Uni Eropa di 
berbagai pihak, dengan aktif mendorong perundingan kesepakatan penanaman modal 
Tiongkok-Uni Eropa, bersama-sama memelihara multilateralisme dan perdagangan 
bebas, dan mendorong pembinaan ekonomi dunia tipe terbuka.

Pada dua bulan pertama tahun ini, volume perdagangan antara Tiongkok dan Uni 
Eropa sebesar 100 miliar dolar AS, dan terus memelihara momentum perkembangan 
yang memuaskan. Sementara itu, investasi dua arah dan kerja sama ekonomi antara 
kedua pihak terus meningkat secara stabil.

Gao Feng mengatakan, Tiongkok akan terus meningkatkan kerja sama pragmatis 
dengan Uni Eropa di berbagai pihak di atas dasar saling menghormati dan menang 
bersama. Mengenai perundingan kesepakatan investasi, Gao Feng mengatakan, saat 
ini Tiongkok dan Uni Eropa tengah berupaya mengintensifkan negosiasi terkait 
naskah dokumen agar kesepakatan dapat ditandatangani sedini mungkin.

Pertemuan pemimpin Tiongkok dengan negara-negara Eropa Timur dan Tengah yakni 
CEEC ke-8 akan digelar di Dubrovnik, Kroatia pada 12 April mendatang. Menurut 
keterangan Gao Feng, terhitung hingga saat ini, investasi perusahaan Tiongkok 
di kawasan Eropa timur dan tengah sebesar 10 miliar dolar AS, sedangkan 
investasi dari 16 negara Eropa timur dan tengah di Tiongkok tercatat 1,5 miliar 
dolar AS, yang mencakup sektor permesinan, onderdil otomotif, industri kimia, 
moneter, lingkungan, penerbangan udara dan farmasi.

Gao Feng menyatakan, Tiongkok bersedia terus mendukung integrasi Eropa, serta 
meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara Eropa 
timur dan tengah, sementara itu akan meningkatkan sinergi antara inisiatif 
Sabuk dan Jalan dengan strategi pembangunan negara-negara Eropa timur dan 
tengah, guna mendorong kedua pihak mewujudkan perkembangan bersama kedua pihak 
melalui mekanisme kerja sama “16 plus 1”.




--------------------------------------------
Pada Jum, 5/4/19, ChanCT [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

  Judul: Re: [GELORA45] Filipina Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina
  Kepada: "GELORA_In" <[email protected]>, "Tatiana Lukman" <[email protected]>, 
"Ajegilelu" <[email protected]>
  Tanggal: Jumat, 5 April, 2019, 3:13 AM
Memang
  SIAPA yang
            hendak perang lawan Filipina??? Bukankah
  RRT-Filipina baru
            saja kemarin berhasil keluarkan kesepakatan:
  "Tiongkok dan Filipina Bahas Soal Laut Tiongkok
            Selatan" 
(https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/243980)
      Kalau saja
  AS boleh
            lancarkan "LATIHAN-PERANG"
  bersama Filipina diperairan
            LTS, kenapa pula Tiongkok tidak boleh dan
  dikatakan konflik
            militer apalagi lancarkan perang terhadap
  Filipina??? Bukankah
            jelas pernyataan ngawur saja, ...!
Bahwa
  masih cukup
            banyak nelayan-nelayan yang masuk keperairan laut
  Filipina,
            tentu harus ditertibkan. Kalau memang kenyataan
            nelayan-nelayan Tiongkok itu terus bandel, tidak
  mau turuti
            aturan, dan dianggap sangat mengganggu dan
  merugikan Filipina,
            juga MUDAH saja kok! Tak usah ribut2, ... Jalankan
  saja tindak
            TEGAS menteri Susi, tangkap, SITA dan lelang saja
  kapal mereka
            itu, ...! Tidak perlu kapal2 diledakkan yg bikin
  polusi laut,
            sudah BETUL dirubah jadi sita kapal mereka dan
  dilelang atau
            biar tidak jatuh kembali pada pemilik semula, ...
  diatur saja
            menjadi milik koperasi Nelayan!
Tatiana Lukman
  [email protected]
        [GELORA45] 於 4/4/2019 23:45 寫道:
Ah, sebuah kekuasaan imperialis
  mana kenal
            malu??? Menjarah kekayaan alam milik negeri lain,
  menghisap
            buruh negeri lain di pabrik-pabrik di bawah
  kontrol modal
            Tiongkok...itu kan jelas-jelas perbuatan hina dina
  kaum
            kolonial yang dulu juga menguasai tiongkok... apa
  malu sang
            Kaisar??? Malah dibanggakan oleh para
  pendukungnya!!
On Thursday, April 4, 2019, 4:21:10 PM GMT+2, ajeg
  [email protected]
        [GELORA45] <[email protected]>
        wrote:
  Lepas dari soal
                          kemampuan senjata, apa Cina tidak
  malu berperang
                          lawan
  Filipina?
--- Presiden Filipina, Rodrigo
                        Duterte, mengakui adanya potensi
  konflik dengan
Cina. Filipina
            Protes Kehadiran Ratusan Kapal Cina
Reporter: Tempo.co Editor: Budi Riza Kamis, 4 April 2019
                16:55 WIB
TEMPO.CO, Manila –
            Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan
  kehadiran ratusan
            kapal nelayan Cina dekat pulau yang dikuasai
  Manila di Laut
            Cina Selatan sebagai ilegal. Ini juga disebut
  sebagai
            pelanggaran jelas kedaulatan Filipina.
“Tindakan-tindakan
            itu jika tidak disangkal oleh pemerintah Cina akan
  terlihat
            bahwa tindakan itu memang dilakukannya,” kata
  kemenlu Filipina
            dalam pernyataan seperti dilansir Reuters pada
  Kamis, 4 April
            2019.
Pemerintah
            Filipina mengeluhkan kehadiran kapal nelayan Cina
  di dekat
            pulau Thitu, yang terjadi berulang kali dalam
  periode yang
            lama. Ini memunculkan pertanyaan apakah ada niat
  atau peran
            dalam mendukung tujuan yang bersifat
  koersif.
Data
            pemerintah Filipina mencatat ada sekitar 200 kapal
  nelayan
            asal Cina berlayar di dekat pulau Thitu atau
  Pagas, yang
            merupakan nama lokal pulau itu, dari Januari
  hingga Maret
            2019.
Saat
                    ini, selain Filipina sejumlah negara ASEAN
  juga
                    mengklaim kepemilikan wilayah di Laut Cina
  Selatan
                    seperti Brunei, Malaysia, dan Vietnam. LCS
  diduga
                    memiliki cadangan minyak dan gas berlimpah
  serta
                    menjadi jalur perdagangan dunia dengan
  nilai sekitar
                    US$3.4 triliun atau sekitar Rp48 ribu
  triliun per
                    tahun.
Presiden
                      Filipina, Rodrigo Duterte, mengakui
  adanya potensi
                      konflik dengan Cina. Namun dia menyebut
  kemampuan
                      teknologi persenjataan negara itu masih
  kalah jauh
                      dari Cina sehingga mudah kalah jika
  berperang.
Duterte, seperti dilansir Philstar,
  mengaku khawatir
                    karena Cina memiliki rudal jelajah presisi
  yang mampu
                    menghancurkan ibu kota Manila dalam waktu
  tujuh menit
                    sejak diluncurkan.
不含病毒。www.avg.com #yiv1096307978 #yiv1096307978 --
    #yiv1096307978ygrp-mkp {
  border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
  0;padding:0 10px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp hr {
  border:1px solid #d8d8d8;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp #yiv1096307978hd {
  color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
  0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp #yiv1096307978ads {
  margin-bottom:10px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp .yiv1096307978ad {
  padding:0 0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp .yiv1096307978ad p {
  margin:0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mkp .yiv1096307978ad a {
  color:#0000ff;text-decoration:none;}
  #yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor
  #yiv1096307978ygrp-lc {
  font-family:Arial;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor
  #yiv1096307978ygrp-lc #yiv1096307978hd {
  margin:10px
  0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor
  #yiv1096307978ygrp-lc .yiv1096307978ad {
  margin-bottom:10px;padding:0 0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978actions {
  font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978activity {
  
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978activity span {
  font-weight:700;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978activity span:first-child {
  text-transform:uppercase;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978activity span a {
  color:#5085b6;text-decoration:none;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978activity span span {
  color:#ff7900;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978activity span
  .yiv1096307978underline {
  text-decoration:underline;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978attach {
  clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
  0;width:400px;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978attach div a {
  text-decoration:none;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978attach img {
  border:none;padding-right:5px;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978attach label {
  display:block;margin-bottom:5px;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978attach label a {
  text-decoration:none;}
#yiv1096307978 blockquote {
  margin:0 0 0 4px;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978bold {
  font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978bold a {
  text-decoration:none;}
#yiv1096307978 dd.yiv1096307978last p a {
  font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv1096307978 dd.yiv1096307978last p span {
  margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv1096307978 dd.yiv1096307978last p
  span.yiv1096307978yshortcuts {
  margin-right:0;}
#yiv1096307978 div.yiv1096307978attach-table div div a {
  text-decoration:none;}
#yiv1096307978 div.yiv1096307978attach-table {
  width:400px;}
#yiv1096307978 div.yiv1096307978file-title a, #yiv1096307978
  div.yiv1096307978file-title a:active, #yiv1096307978
  div.yiv1096307978file-title a:hover, #yiv1096307978
  div.yiv1096307978file-title a:visited {
  text-decoration:none;}
#yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a,
  #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a:active,
  #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a:hover,
  #yiv1096307978 div.yiv1096307978photo-title a:visited {
  text-decoration:none;}
#yiv1096307978 div#yiv1096307978ygrp-mlmsg
  #yiv1096307978ygrp-msg p a span.yiv1096307978yshortcuts {
  font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978green {
  color:#628c2a;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978MsoNormal {
  margin:0 0 0 0;}
#yiv1096307978 o {
  font-size:0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978photos div {
  float:left;width:72px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978photos div div {
  border:1px solid
  #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978photos div label {
  
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978reco-category {
  font-size:77%;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978reco-desc {
  font-size:77%;}
#yiv1096307978 .yiv1096307978replbq {
  margin:4px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-actbar div a:first-child {
  margin-right:2px;padding-right:5px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg {
  font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
  sans-serif;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg table {
  font-size:inherit;font:100%;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg select,
  #yiv1096307978 input, #yiv1096307978 textarea {
  font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg pre, #yiv1096307978
  code {
  font:115% monospace;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg * {
  line-height:1.22em;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-mlmsg #yiv1096307978logo {
  padding-bottom:10px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-msg p a {
  font-family:Verdana;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-msg
  p#yiv1096307978attach-count span {
  color:#1E66AE;font-weight:700;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-reco
  #yiv1096307978reco-head {
  color:#ff7900;font-weight:700;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-reco {
  margin-bottom:20px;padding:0px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor #yiv1096307978ov
  li a {
  font-size:130%;text-decoration:none;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor #yiv1096307978ov
  li {
  font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-sponsor #yiv1096307978ov
  ul {
  margin:0;padding:0 0 0 8px;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-text {
  font-family:Georgia;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-text p {
  margin:0 0 1em 0;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-text tt {
  font-size:120%;}
#yiv1096307978 #yiv1096307978ygrp-vital ul li:last-child {
  border-right:none !important;
  }
  #yiv1096307978


---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke