Yang dimaksud dengan kalimat bung spt yg saya kutip berikut: "Betul,
pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi cuma idealisme
atau chayalan, karena tidak akan bisa dipraktekan disebabkan adanya
naluri manusia yg egois, yg sudah ter-program di gen/DNA utk bisa hidup
dgn aman/berkecukupan (survival instinct)." itu yang mana? 
Tulisan dan tanggapan Karl Marx ttg persoalan kemasyarakatan maupun
yang bersifat filosofis kan banyak sekali.

Baiklah agar supaya pembicaraan dan penilaian ttg KM ini tidak
ngelantur dan salah paham, saya ingin bertanya; apakah bung pernah
membaca tulisan Karl Marx mengenai dirinya yang dia kemukakakn sendiri
ttg apa saja yang bisa dikemukakan sebagai karya ciptaan dia?
 
Mengapa saya tanyakan hal ini kepada bung, karena banyak orang salah
paham dan menanggapi ttg karya KM yang berasal dari tulisan orang lain
ttg KM. Untuk seorang Wissenschaftler mestinya metode dan analisis spt
itu kan tidak ilmiah. Dengan berpatokan spt itu paling tidak kita tidak
anut-grubyuk ikut-ikut mengutuk atau memuji hal-hal yang tidak
diperbuat oleh Karl Marx dan menambah dosa sendiri.






Am 02 Jul 2019 06:06:39 +0000
schrieb "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:

> Betul, pandagan Marx bagus atau boleh dibilang "mulia" tetapi cuma
> idealisme atau chayalan, karena tidak akan bisa dipraktekan
> disebabkan adanya naluri manusia yg egois, yg sudah ter-program di
> gen/DNA utk bisa hidup dgn aman/berkecukupan (survival instinct).
> Jadi setiap orang adalah egois dan yg tidak egois adalah pengecualian
> (exception than the rule). Orang lebih menyintai orang lain daripada
> anaknya/keluarganya adalah "exception than the rule" alias tidak
> normal. Untuk menghilangkan egoisme menjadi pandangan Marx diperlukan
> indoktrinasi pada setiap orang, yg jauh lebih sulit atau barangkali
> tidak mungkin dimana egoisme (survival Instinct) sudah ada tertanam
> di gen/DNA disetiap orang sejak pembuahan bibit janin dikandungan
> (tanpa perlu di indoktrinasi utk menjadi egois). Maka dari itu,
> "lebih dari 200 tahun ini, usaha komunisme menciptakan umat manusia
> yang bisa sepenuhnya mengebawahkan kepeentingan pribadi dan
> mendahulukan kepentingan umum masih jauh dari panggang api!" 10000
> tahun juga tidak akan bisa menghilangkan egoisme yg sudah terprogram
> ini. Paling2 ada/menjadikan orang yg memberikan dari kelebihannya
> kalau keperluan pribadi dan keluarga sudah terpenuhi dulu, yg
> biasanya sebagai "donation". 
> 
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
> 
>  BETUUUL juga bung Jo, naluri manusia sejak dilahirkan itu egois, dan
> itulah sebab ribuan tahun usaha Agama yg ada didunia ini berusaha
> agar setiap umatnya bisa mengikis egois berlebih dan bisa peduli pada
> orang disekitar, memabntu sesama dan berbuat sosial, ... sekalipun
> dalam kenyataan juga TIDAK BANYAK hasil nyata didunia ini. Lalu, Marx
> dengan komunisme nya juga berusaha menciptakan umat manusia yang bisa
> lebih dahulu mementingkan umum, menciptakan komunis-komunis yg bisa
> mengebawahkan kepentingan pribadi dengan mendahulukan kepentingan
> umum, ... Lalu Marx hendak menghilangkan hak-milik perseorangan atas
> alat produksi yg dikatakan dasar ekonomi munculnya kapitalisme laknat
> didunia! Kenyataan selama lebih 200 tahun ini, usaha komunisme
> menciptakan umat manusia yang bisa sepenuhnya mengebawahkan
> kepeentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan umum masih jauh
> dari panggang api! Sekalipun PKT berani mengklaim anggota PKT telah
> menyundul 90 juta, tapi mereka juga mengakui kenyataan yang dikatakan
> komunis-komunis baik, anggota PKT yg bisa dijadikan teladan itu tidak
> lebih dari 30 ribu saja! Jadi, keberhasilan menciptakan
> manusia-manusia yang tidak lagi egoistis masih sangat, sangat
> sedikiiiiit sekali! Mengapa? Saya juga setujuuu ada faktor kemiskinan
> disitu! Akibat dari serba masih kekurangan, setiap orang TERPAKSA
> harus berebutan mendahulukan kepentingannya sendiri untuk bisa hidup!
> Jadi, tidak bisa menghilangkan kepentingan pribadi seseorang begitu
> saja, ... itu pula sebab Marx TIDAK BERANI hanya mengatakan hak-milik
> peerseorangan atas alat produksi, tapi tidak berani menjawab kapan
> dan bagaimana membasmi hak-milik perseorangan itu! Ternyata, sampai
> sekarang juga bisa dibasmi begitu saja! Karena hal-milik perseorangan
> atas alat produksi itu justru merupakan rangsang yg kuat untuk
> mendorong maju produksi! Dan nampaknya itu baru bisa diwujudkan
> setelah tingkat kemakmuran masyarakat mencapai tingkat cukup tinggi,
> serba berkecukupan, tidak lagi ada orang harus berebutan untuk
> sandang-pangan yang dibutuhkan dan setiap orang sudah hidup ditingkat
> budaya cukup tinggi, ... Namun, kalau saja berani perhatikan
> perkembangan pengusaha-kapitalis di Tiongkok, saya juga melihat ada
> perbedaan dengan kapitalis dijaman Marx yg begitu kejam dan serakah
> melakukan penghisapan habis-habisan terhadap buruhnya! Artinya,
> kapitalis di Tk, umumnya sudah bisa peduli perhatikan kepentingan
> buruh, berbuat sosial dengan membagikan keuntungan yg didapat untuk
> masyarakat, ... Bahkan kenyataan lebih 30Ribu pengusaha swasta
> terlibat dalam usaha mengentaskan kemiskinan yg tersisa 20 juta
> didesa-terbelakang. Tentu, mengatakan demikian tidak berarti di
> Tiongkok sudah tidak ada lagi kapitalis kejam, yg tetap melanggar
> hukum bahkan penipuan utk meraih keuntungan besar. TETAP saja ada,
> namanya juga manusia ada saja saja yang baik-baik dan juga ada yang
> berjiwa iblis! Yaa, ditindak tegas saja kapitalis-kapitalis nakal yg
> kejam dan melanggar HUKUM, ...! bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45]
> 於 2/7/2019 9:54 寫道: Caplok-mencaplok tidak mungkin dihilangkan
> dari dunia ini sebelum semua manusia bisa hidup dgn kecukupan atau
> makmur. Dan naluri manusia adalah egois yg adalah suatu survival
> instinct dimana akan lebih mementingkan utk dirinya sendiri dan
> keturunan/keluarganya dan baru kemudian utk orang lain. Dan kecukupan
> dan kemakmuran utk semua manusia, kemungkinan sekali, tidak bisa
> terlaksana karena SDA dan SD-lain2 tidak akan cukup utk memenuhi
> pertumbuhan jumlah manusia yg lebih cepat drpd tersedianya SDA dll.
> Dan survival instinct tsb diatas tidak bisa dilenyapkan karena sudah
> di program di gen/DNA nya supaya keturunannya survive. Maka dari itu
> kita harus mau atau bisa bersaing supaya bisa hidup atau tidak
> kekurangan. Wong, misalnya, negara kaya yg bisa memproduksi bahan
> makanan berlimpahan, lebih baik kelebihannya disimpan di gudang
> sampai membusuk atau dibuang kelaut drpd dikasihkan orang/rakyat yg
> kelaparan, yg antara lain utk mempertahankan harganya yg tinggi.
> ---In [email protected] mailto:[email protected],
> <SADAR@...> mailto:SADAR@... wrote : Saya jadi tertarik ikutan
> memberi pemikiran dengan tema "Caplok-mencaplok" yang terjadi
> sepanjang sejarah masyarakat didunia ini. Itulah kenyataan yang
> terjadi sampai sekarang dan, ... akan TERUUUSSS terjadi dalam
> masyarakat dimanapun kita berada. Akibat wajar dari
> kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam masyarakat dalam proses
> kemajuan, .... hilang tumbuh silih berganti. Bergantian generasi tua
> diganti generasi muda dst., ... Kalau saja didalam masyarakat
> kapitalis, caplok-mencaplok itu bisa berakibat krisis ekonomi, dengan
> melonjak naik pengangguran, tapi, ... saya perhatikan justru TIDAK
> besar pengaruhnya di Tiongkok saat menghadapi gempuran krisis-moneter
> akhir tahun 2007 awal 2008. Lebih 30 ribu perusahaan gulung-tikar,
> bahkan majikannya lari begitu saja meninggalkan HUTANG, termasuk
> jutaan gaji buruh lebih sebulan belum dibayar! Pemerintah RRT cukup
> sigap, mengambil alih perushaan yang dianggap penting bagi kehidupan
> rakyat dan meneruskan usaha, sedang yg dianggap tak guna dibiarkan
> saja bankrut! Kebetulan saat itu RRT sedang gencarkan titik-berat
> TUGAS pada pembangunan desa! Jadi, desa-desa asal buruh-buru yg jatuh
> menjadi penganggur bisa tersedot balik kekampung masing-masing. Kalau
> saja diawal tahun-tahun 1980-an BUMN banyak yang dilepas jadi
> swasta, ... orang bilang di tahun 2008 diambil alih kembali menjadi
> BUMN! Begitulah pemerintah RRT yang sangat kuat BERHASIL mengatasi
> dampak gempuran dahsyat krismon 2008 yg terjadi, kalau tidak salah
> ingat ketika itu, GDP tahun 2008 masih 2 digit! Bahkan ditahun 2008
> itu juga, RRT bukan saja harus mengatasi GEMPA BUMI dahsyat di Wen
> Chuan, tapi juga tetap berhasil selenggarakan Olympic-2008 di Beijing
> yg sangat mengagumkan dan spektakular itu, ... Sekarang, kalau
> diperhatikan juga masih saja terjadi caplok-mencaplok
> perusahaan-perusahaan yg beroperasi didunia dan di Tiongkok
> sendiri, ... yg menjadi perhatian hypermarket Carefour dibeli
> Shunning. Ada betulnya kata bung Jo, itulah yg mendorong maju
> kemajuan, ... entah manajemen Carefour yg konservatif dan tidak
> sesuai dengan masyarakat Tiongkok atau mungkin sedang menghadapi
> masalah keuangan, lalu ada perusahaan yg merasa mampu dan bisa
> meneruskan, yaa dibeli sahamnya. Mudah2an saja bisa berjalan lebih
> maju sejahtera, adil dan makmur, ... dan tidak terjadi sebaliknya
> seperti dimasyarakat kapitalis, terjadi penambahan pengangguran dan
> ekonomi makin terpuruk, kehidupan rakyat banyak makin sulit dan
> menderita, ... bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45] 於 2/7/2019 1:03
> 寫道: Survival of the the fittest adalah bukan yg kuat memangsa yg
> lemah tetapi yg bisa beradaptasi akan berkembang (survive) dan yg
> tidak bisa beradaptasi akan musnah. Dalam hal biologi, misal, moyang
> orang kulit putih dulunya (ribuan tahun yg lalu) juga mempunyai kulit
> hitam sebab asalnya dari Afrika. Tetapi karena di daerah2 yg jauh
> dari Equator seperti di Eropa, lebih kurang UV light (daripada
> didaerah Equator) utk membuat vitamin D di kulit mereka, gen dari
> keturunan mereka yg mengalami mutasi utk membuat kulitnya menjadi
> kutih/pucat utk bisa membuat vitamin D lebih banyak akan survive.
> Orang Mongol mempunyai mata sipit karena moyang mereka beradaptasi
> melalui "gen mutasi" utk melindungi mata mereka dari badai pasir
> (sand storms) dimana yg bermata sipit akan survive. Kita, manusia,
> sampai sekarang masih dan akan mengalami adaptasi melalui gen mutasi
> sesuai dgn lingkungannya tetapi karena prosesnya lambat kita tidak
> bisa mengetahuinya dalam kehidupan/umur kita yg relatif pendek.
> Berita sangat menarik dimana orang/manusia mulai tumbuh tulang
> dibelakang batok kepalanya karena penggunaan cell phone, yg
> barangkali bisa diturunkan kepada keturunannya melalui gen mutasi.
> Padahal penggunaan cell phone belum ada 50 tahun.
> https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c
> https://www.washingtonpost.com/nation/2019/06/20/horns-are-growing-young-peoples-skulls-phone-use-is-blame-research-suggests/?utm_term=.cd364b6d120c
> Seperti kita ketahui, dibidang teknologi/ekonomi mobil industri,
> misal, Mercedez Benz, BMW harus beradaptasi utk mulai membuat mobil
> elektrik (electric car) supaya bisa survive dari tantangan dari
> Tesla. Tiongkok dimulai dgn pimpinan Deng X-Ping harus beradaptasi
> ekonomi/teknologinya utk bisa berkembang/makmur/survive dari
> tantangan/lingkungan keunggulan Eropa dan Amerika. Tentang
> Neanderthals memang ada "interbreeding" dgn moyang manusia yg survive
> sekarang ini. ---In [email protected]
> mailto:[email protected], <jonathangoeij@...>
> mailto:jonathangoeij@... wrote : Komentar sedikit, saya kira
> pemahaman BH Jo tentang survival of the fittest sebagai yg kuat
> memangsa yg lemah kurang tepat, fittest dari kata "fit" yg artinya
> "sesuai" atau "cocok" dan hal ini sebenarnya sesuai dengan
> kemanusiaan dalam Pancasila itu. Tentang Neanderthal ada didalam
> kurang lebih 20% DNA manusia modern sekarang ini (National
> Geographic) Surprise! 20 Percent of Neanderthal Genome Lives On in
> Modern Humans, Sc... Two new studies suggest that the contribution
> from Neanderthal DNA was vital to modern human genomes. On Monday,
> July 1, 2019, 12:52:16 AM PDT, Lusi D. <lusi_d@...> mailto:lusi_d@...
> wrote: Maaf - Koreksi, perbaikan. Untuk mempermudah pengertian dlm
> kalimat pd e-mail saya yang lalu ttg penempatan kata Pancasila perlu
> dikoreksi dengan ditempatkan setelah kata menggali dlm kalimat. Kedua
> kalimat sebelum dan sesudah dikoreksi saya kirim ulang. Terimakasih.
> Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: Sun, 30 Jun 2019
> 23:23:41 +0200 Von: "'Lusi D.' lusi_d@... mailto:lusi_d@...
> [nasional-list]" <[email protected]
> mailto:[email protected]> An: <[email protected]
> mailto:[email protected]>, [email protected]
> mailto:[email protected] Betreff: [nasional-list] Fw:
> [GELORA45] Re: caplok-mencaplok Sebelum koreksi: Filosofi yang bung
> kemukakan itu lahir pada era sejarah ketika manusia belum menemukan
> faham kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno yang menggali
> dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi salah satu
> pilar Pancasila. Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah
> yang pernah membawa Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
> tahun-tahun 1965-an. Sesudah dikoreksi: Filosofi yang bung kemukakan
> itu lahir pada era sejarah ketika manusia belum menemukan faham
> kemanusiaan sebagai pandangan hidup. Bung Karno yang menggali
> Pancasila dan menempatkan faham filsafat kemanusiaan itu menjadi
> salah satu pilarnya. Filosofi yang bung kemukakan spt di bawah inilah
> yang pernah membawa Indonesia ke alam dunia mala petaka genocida pada
> tahun-tahun 1965-an. Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: 30
> Jun 2019 17:01:32 +0000 Von: "bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45]"
> <[email protected] mailto:[email protected]> An:
> <[email protected] mailto:[email protected]> Betreff:
> [GELORA45] Re: caplok-mencaplok Survival of the fittest adalah bukan
> pandangan tetapi adalah fakta yg ada di dunia ini, yg bukan berlaku
> utk masalah biology saja. In nature, the strong survive and those
> best suited to survival will out-live the weak. Those with strength
> (economic, physical, technological) flourish and those without are
> destined for extinction. ---In [email protected]
> mailto:[email protected], <lusi_d@... mailto:lusi_d@...>
> wrote : Jiwa pandangan yang bung promosikan itu pernah juga
> diungkapkan oleh Warren Buffet, itu dedengkot imperialis AS, yang
> orisinalnya saya kutipkan sbb.: Warren Buffett Original engl.:
> ”There’s class warfare, all right, but it’s my class, the rich class,
> that’s making war, and we’re winning.” – im Interview mit Ben Stein
> in New York Times, 26. November 2006 Itu memang kesimpulan mutlak
> kaum pemenang macam Waren Buffet bersama-sama para cecunguknya yang
> sedang menikmati hasil nilai lebih dlm proses perang penghisapan dlm
> masyarakat nekolim. Seandainya bung pernah mempelajari hasil
> pemikiran lain ttg pandangan keadilan sosial yang manusiawi pasti
> akan berpandangan yang bijaksana. Am 30 Jun 2019 03:30:46 -0700
> schrieb "bhjo@... mailto:bhjo@... mailto:bhjo@... mailto:bhjo@...
> [GELORA45]" <[email protected] mailto:[email protected]
> mailto:[email protected] mailto:[email protected]>: 
>  > Caplok-mencaplok adalah pendorong kemajuan dan sesuai dgn hukum
>  > alam "Survival of the fittest" seperti species Neanderthals musnah
>  > karena tidak bisa bersaing dgn species manusia, yg sekarang
>  > menguasai dunia. Kalau tidak ada prinsip ini, kita (manusia) akan
>  > tidak ada sekarang ini. Dalam bidang ekonomi seperti Bombardier
>  > bagian pembuatan kapal terbang musnah karena tidak bisa bersaing
>  > utk membuat produksi yg lebih baik dgn Boeing dan Airbus.      
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
> 不含病毒。www.avg.com
> http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
> #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2 
>  
>  
> 
> 

Kirim email ke