Aku kok malah tertarik soal manusia modern ya .... Kalo emang teori evolusi ini ada dan manusia moderen adalah keturunan termudanya ... spertinya ada beberapa lokasi tipe (titik) tumbuhnya homo (bakal manusia:).
Yang cukup menarik adalah bahwa organisme dikatakan satu genus kalao bisa menghasilkan keturunan dan dikatakan satu spesies (species yang sama) seandainya anaknya juga masih dapat memberikan keturunan. Binatang satu genus misalnya ayam alas sama ayam kate yang dapt mempunyai anak ... tapi anak ini tidak dapat memberikan keturunan. Juga beberapa burung disilangkan namun tidak dapat memberikan keturunan. Nah kalo bakal manusia (homo) ini beberapa mempunyai titik tumbuh (walopun ada beberapa yg trus punah seperti Neandrethal) ... namun kok sepertinya bukan sekedar bercabang membentuk species baru ..... tapi sepertinya kok malah ada beberapa species ngumpul trus melahirkan manusia moderen .... gitu kah ? Karena kita ngga mungkin menyatakan orang afrika beda species sama orang eropa atau asia kan ? Walopun (aku tetep yakin) manusia eropa lebih putih bukan berarti wong eropa adalah perkembangan manusia yang paliing moderen evolusinya juga kan ? Adakah contoh hewan (organisme) yg dari dua genus berbeda tetapi berevolusi menjadi satu species yang sama ? RDP "manungsa dibilang keturunan homo kok marah yak ... :)" >berita menarik dari Jawa Barat (media ind)..tapi bisa juga yang ditimur dan >tengah karena erosinya lebih besar?? > >sgm >---- >BANDUNG--MIOL: Kepala Balai Arkeologi (Balar) Bandung Tony Djubiantono, >memperkirakan, usia fosil manusia purba 'Homo Pithecantropus Erectus' di >Tambak Sari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1999 lalu berusia di >atas satu juta tahun atau lebih tua ketimbang manusia purba di Sangiran, >Jawa Timur. >"Perkiraan tersebut berdasarkan hasil penelitian pada gigi manusia purba di >Tambak Sari Tenneesee University, Amerika Serikat," >katanya di Bandung, Kamis. >Tony Djubiantono menyebutkan, manusia purba di Pulau Jawa bagian barat >terhitung lebih tua dibandingkan Jawa bagian tengah dan bagian timur, >mengingat proses pengangkatan permukaan tanah jutaan tahun lalu diawali >dari Pulau Jawa bagian barat. >Menurutnya, ini terbukti dimana ketinggian batuan gamping yang merupakan >batuan di dasar laut, di Jawa Barat mencapai angka 750 meter di bawah >permukaan laut (Mdpl). >"Sedangkan ketinggian batuan gamping di Pulau Jawa bagian tengah dan bagian >timur hanya di kisaran antara 300 Mdpl sampai 400 Mdpl, yang berarti >menunjukkan bahwa pengangkatan permukaan tanah di Pulau Jawa bagian barat >lebih awal," katanya. >Karena itu, katanya, asumsi temuan manusia purba di Pulau Jawa bagian barat >termasuk temuan di Tambak Sari, berusia lebih tua ketimbang temuan manusia >purba di Sangiran. >Dikatakannya, Balar Bandung sampai saat ini masih melakukan proses >'eksavasi' di area temuan manusia purba Tambak Sari, yang tidak menutup >kemungkinan masih ada bukti otentik lainnya perihal manusia purba. >Sebelumnya, Balar Bandung di Tambak Sari telah menemukan ribuan tulang >belulang yang berasal dari manusia purba serta hewan purba, seperti, babi, >kijang, gajah dan kuda nil. >Di samping itu, Balar Bandung tengah melakukan proses penggalian dan >penelitian di beberapa kawasan temuan benda-benda keperbukalaan, seperti, >di Cijurai Cirebon, Pawon Kabupaten Bandung, Situs Gunung Padang Cianjur, >Sukabumi, Kuningan dan Limbangan Garut. >"Khususnya penelitian di situs Gunung Padang dan Limbangan Garut, >merupakan, penemuan berupa batuan zaman 'megalitik'," demikian Tony >Djubiantono. (Ant/Ol-02) > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

