Menarik memang beritanya, tetapi agak simpang siur dan menghubungkan umur pengangkatan 
gamping dan umur fosil hominid rasanya tidak beralasan. Kalau gamping yang dimaksud 
adalah gamping Oligo-Miosen (750 mdpl itu ketinggian topografi di Padalarang - mdpl = 
meter di atas permukaan laut, bukan di bawah permukaan laut) (Rajamandala di Jawa 
Barat dan Kujung/Prupuh, Tuban, Wonosari, Karangbolong, dll. di Jateng-Jatim) maka apa 
hubungannya dengan fosil hominid di Jawa yang selama ini paling tua adalah Early 
Pleistocene. Fosil2 hominid ditemukan di volkanoklastik Pleistosen (Pucangan, Kabuh, 
Notopuro, dll.). Gamping2 sudah terangkat barangkali sebelum hominid2 itu bermigrasi 
ke Pulau Jawa di Plio-Pleistosen (1.75 Ma).
 
Sepanjang Paleogen, ujung Jawa bag. timur lebih tenggelam dibanding ujung baratnya. Di 
umur Ngimbang (Eosen Tengah) sudah banyak gamping Ngimbang. Untuk Oligo-Miosen, dari 
timur ke barat berturut2 gampingnya semakin muda (dil luar Rajamandala), paling muda 
adalah gamping Baturaja di NW Java Basin. Jadi, saya pikir, bukan gamping Jawa Barat 
yang lebih tua (karena terangkat paling tinggi), tetapi gamping Jatim yang dulu 
tenggelam lebih dalam dibanding yang di Jabar (ini di luar gangguan2 lokal karena 
deformasi seperti zona inversi Rembang-Madura-Kangean yang bisa menyingkapkan gamping 
Oligo-Miosen). Bukan pengangkatan di Jabar lebih awal, tetapi wilayah ini tidak 
setenggelam Jateng-Jatim. Apalagi kalau dikaitkan ke teori Jawa masih bersatu dengan 
Sumatra. Semua tepi timur Sundaland lebih tenggelam di banding baratnya.
 
Bagaimanapun, hominid di Tambaksari telah ditemukan, dan ini PR buat para arkeolog 
atau paleontolog hominid untuk merekontruksi jejak migrasinya, sebab sebelumnya tak 
pernah ada fosil hominid lebih tua daripada P. erectus Dubois ditemukan di Jawa Barat; 
sebelumnya hanya ditemukan di daerah Jetis, Jatim (P. robustus Weidenreich; P. 
mojokertensis von Koenigswald, Meganthropus paleojavanicus von Koenigswald). Lagipula 
rasanya jarang terdengar temuan fosil hominid di Jawa Barat, kecuali batu2 megalith.
 
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas

Sanggam Hutabarat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
berita menarik dari Jawa Barat (media ind)..tapi bisa juga yang ditimur dan 
tengah karena erosinya lebih besar??

sgm
----
BANDUNG--MIOL: Kepala Balai Arkeologi (Balar) Bandung Tony Djubiantono, 
memperkirakan, usia fosil manusia purba 'Homo Pithecantropus Erectus' di 
Tambak Sari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1999 lalu berusia di 
atas satu juta tahun atau lebih tua ketimbang manusia purba di Sangiran, 
Jawa Timur.
"Perkiraan tersebut berdasarkan hasil penelitian pada gigi manusia purba di 
Tambak Sari Tenneesee University, Amerika Serikat,"
katanya di Bandung, Kamis.
Tony Djubiantono menyebutkan, manusia purba di Pulau Jawa bagian barat 
terhitung lebih tua dibandingkan Jawa bagian tengah dan bagian timur, 
mengingat proses pengangkatan permukaan tanah jutaan tahun lalu diawali 
dari Pulau Jawa bagian barat.
Menurutnya, ini terbukti dimana ketinggian batuan gamping yang merupakan 
batuan di dasar laut, di Jawa Barat mencapai angka 750 meter di bawah 
permukaan laut (Mdpl).
"Sedangkan ketinggian batuan gamping di Pulau Jawa bagian tengah dan bagian 
timur hanya di kisaran antara 300 Mdpl sampai 400 Mdpl, yang berarti 
menunjukkan bahwa pengangkatan permukaan tanah di Pulau Jawa bagian barat 
lebih awal," katanya.
Karena itu, katanya, asumsi temuan manusia purba di Pulau Jawa bagian barat 
termasuk temuan di Tambak Sari, berusia lebih tua ketimbang temuan manusia 
purba di Sangiran.
Dikatakannya, Balar Bandung sampai saat ini masih melakukan proses 
'eksavasi' di area temuan manusia purba Tambak Sari, yang tidak menutup 
kemungkinan masih ada bukti otentik lainnya perihal manusia purba.
Sebelumnya, Balar Bandung di Tambak Sari telah menemukan ribuan tulang 
belulang yang berasal dari manusia purba serta hewan purba, seperti, babi, 
kijang, gajah dan kuda nil.
Di samping itu, Balar Bandung tengah melakukan proses penggalian dan 
penelitian di beberapa kawasan temuan benda-benda keperbukalaan, seperti, 
di Cijurai Cirebon, Pawon Kabupaten Bandung, Situs Gunung Padang Cianjur, 
Sukabumi, Kuningan dan Limbangan Garut.
"Khususnya penelitian di situs Gunung Padang dan Limbangan Garut, 
merupakan, penemuan berupa batuan zaman 'megalitik'," demikian Tony 
Djubiantono. (Ant/Ol-02)


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

Kirim email ke