saya menikmati sekali ulasan Pak Awang dan PAk Rovicky...

tapi nyimpang sedikit kenapa ya email yg dikirim Pak Awang (2 email) dan PAk Rovicky (1email) dari 4 email yang dikirim so far mengenai topik ini kalau berdasarkan jam yang saya terima lebih tua (dikirim AM) dari email pertama yg saya kirim (1:14PM) ... ada ketidakselarasan/server problem atau?? ...

BTW LAnjut PAk please..

sanggam
---

At 12:35 AM 8/22/2003 -0700, you wrote:
Menarik memang beritanya, tetapi agak simpang siur dan menghubungkan
umur pengangkatan gamping dan umur fosil hominid rasanya tidak
beralasan. Kalau gamping yang dimaksud adalah gamping Oligo-Miosen (750
mdpl itu ketinggian topografi di Padalarang - mdpl = meter di atas
permukaan laut, bukan di bawah permukaan laut) (Rajamandala di Jawa
Barat dan Kujung/Prupuh, Tuban, Wonosari, Karangbolong, dll. di
Jateng-Jatim) maka apa hubungannya dengan fosil hominid di Jawa yang
selama ini paling tua adalah Early Pleistocene. Fosil2 hominid ditemukan
di volkanoklastik Pleistosen (Pucangan, Kabuh, Notopuro, dll.). Gamping2
sudah terangkat barangkali sebelum hominid2 itu bermigrasi ke Pulau Jawa
di Plio-Pleistosen (1.75 Ma).

Sepanjang Paleogen, ujung Jawa bag. timur lebih tenggelam dibanding
ujung baratnya. Di umur Ngimbang (Eosen Tengah) sudah banyak gamping
Ngimbang. Untuk Oligo-Miosen, dari timur ke barat berturut2 gampingnya
semakin muda (dil luar Rajamandala), paling muda adalah gamping Baturaja
di NW Java Basin. Jadi, saya pikir, bukan gamping Jawa Barat yang lebih
tua (karena terangkat paling tinggi), tetapi gamping Jatim yang dulu
tenggelam lebih dalam dibanding yang di Jabar (ini di luar gangguan2
lokal karena deformasi seperti zona inversi Rembang-Madura-Kangean yang
bisa menyingkapkan gamping Oligo-Miosen). Bukan pengangkatan di Jabar
lebih awal, tetapi wilayah ini tidak setenggelam Jateng-Jatim. Apalagi
kalau dikaitkan ke teori Jawa masih bersatu dengan Sumatra. Semua tepi
timur Sundaland lebih tenggelam di banding baratnya.

Bagaimanapun, hominid di Tambaksari telah ditemukan, dan ini PR buat
para arkeolog atau paleontolog hominid untuk merekontruksi jejak
migrasinya, sebab sebelumnya tak pernah ada fosil hominid lebih tua
daripada P. erectus Dubois ditemukan di Jawa Barat; sebelumnya hanya
ditemukan di daerah Jetis, Jatim (P. robustus Weidenreich; P.
mojokertensis von Koenigswald, Meganthropus paleojavanicus von
Koenigswald). Lagipula rasanya jarang terdengar temuan fosil hominid di
Jawa Barat, kecuali batu2 megalith.

Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas

Sanggam Hutabarat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
berita menarik dari Jawa Barat (media ind)..tapi bisa juga yang ditimur
dan
tengah karena erosinya lebih besar??

sgm
----
BANDUNG--MIOL: Kepala Balai Arkeologi (Balar) Bandung Tony Djubiantono,
memperkirakan, usia fosil manusia purba 'Homo Pithecantropus Erectus' di

Tambak Sari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1999 lalu berusia
di
atas satu juta tahun atau lebih tua ketimbang manusia purba di Sangiran,

Jawa Timur.
"Perkiraan tersebut berdasarkan hasil penelitian pada gigi manusia purba
di
Tambak Sari Tenneesee University, Amerika Serikat,"
katanya di Bandung, Kamis.
Tony Djubiantono menyebutkan, manusia purba di Pulau Jawa bagian barat
terhitung lebih tua dibandingkan Jawa bagian tengah dan bagian timur,
mengingat proses pengangkatan permukaan tanah jutaan tahun lalu diawali
dari Pulau Jawa bagian barat.
Menurutnya, ini terbukti dimana ketinggian batuan gamping yang merupakan

batuan di dasar laut, di Jawa Barat mencapai angka 750 meter di bawah
permukaan laut (Mdpl).
"Sedangkan ketinggian batuan gamping di Pulau Jawa bagian tengah dan
bagian
timur hanya di kisaran antara 300 Mdpl sampai 400 Mdpl, yang berarti
menunjukkan bahwa pengangkatan permukaan tanah di Pulau Jawa bagian
barat
lebih awal," katanya.
Karena itu, katanya, asumsi temuan manusia purba di Pulau Jawa bagian
barat
termasuk temuan di Tambak Sari, berusia lebih tua ketimbang temuan
manusia
purba di Sangiran.
Dikatakannya, Balar Bandung sampai saat ini masih melakukan proses
'eksavasi' di area temuan manusia purba Tambak Sari, yang tidak menutup
kemungkinan masih ada bukti otentik lainnya perihal manusia purba.
Sebelumnya, Balar Bandung di Tambak Sari telah menemukan ribuan tulang
belulang yang berasal dari manusia purba serta hewan purba, seperti,
babi,
kijang, gajah dan kuda nil.
Di samping itu, Balar Bandung tengah melakukan proses penggalian dan
penelitian di beberapa kawasan temuan benda-benda keperbukalaan,
seperti,
di Cijurai Cirebon, Pawon Kabupaten Bandung, Situs Gunung Padang
Cianjur,
Sukabumi, Kuningan dan Limbangan Garut.
"Khususnya penelitian di situs Gunung Padang dan Limbangan Garut,
merupakan, penemuan berupa batuan zaman 'megalitik'," demikian Tony
Djubiantono. (Ant/Ol-02)


--------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke