IAGI Netters,
Informasi ditemukannya sebuah gigi (molar atau premolar ?) manusia purba
dari daerah Ciamis, Jawa Barat oleh Dr. Tony Djubiantono sebenarnya sudah
agak lama, sekitar tiga tahun-an yang lalu.
Yang saya pernah dengar, ada yang masih meragukan apakah fosil gigi tersebut
benar2 milik manusia, atau sejenis kera, namun kita ambil positifnya, bahwa
fosil tersebut (mudah2an) milik manusia purba, dan ini merupakan penemuan
pertama fosil hominid dari Jawa Barat. Tiga tahun yang lalu, Pak Tony juga
menjelaskan, meski tanpa bukti pertanggalan radiometri dan stratigrafi yang
masih kurang jelas, bahwa fosil gigi tersebut berasal dari/milik manusia
purba yang umurnya lebih tua dari seluruh fosil manusia purba di Jawa Tengah
dan Jawa Timur yang telah kita kenal selama ini, berdasarkan interpretasi
beliau bahwa pengangkatan Jawa Barat lebih dahulu ketimbang Jawa Tengah dan
Jawa Timur, tanpa disertai bukti2 geologis yang relevan, dan seperti yang
diungkapkan Pak Awang, memang sangat benar bahwa tidak ada hubungannya
antara pengangkatan batugamping di Jawa Barat yang (sekarang ini) elevasinya
lebih tinggi dengan kedudukan batugamping di Jawa Tengah dan Timur, dapat
menentukan usia fosil manusia Jawa Barat lebih tua dari yang di Jawa Tengah
dan Timur.
Menurut saya, terlalu riskan berkesimpulan seperti itu....................

Terima kasih,

Wassalam,

Yahdi Zaim
Departemen Teknik Geologi
FIKTM ITB
Telp.& Fax. : 022.250.21.97

----- Original Message -----
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 22, 2003 2:35 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Batugamping dan Homo P Erectus


> Menarik memang beritanya, tetapi agak simpang siur dan menghubungkan umur
pengangkatan gamping dan umur fosil hominid rasanya tidak beralasan. Kalau
gamping yang dimaksud adalah gamping Oligo-Miosen (750 mdpl itu ketinggian
topografi di Padalarang - mdpl = meter di atas permukaan laut, bukan di
bawah permukaan laut) (Rajamandala di Jawa Barat dan Kujung/Prupuh, Tuban,
Wonosari, Karangbolong, dll. di Jateng-Jatim) maka apa hubungannya dengan
fosil hominid di Jawa yang selama ini paling tua adalah Early Pleistocene.
Fosil2 hominid ditemukan di volkanoklastik Pleistosen (Pucangan, Kabuh,
Notopuro, dll.). Gamping2 sudah terangkat barangkali sebelum hominid2 itu
bermigrasi ke Pulau Jawa di Plio-Pleistosen (1.75 Ma).
>
> Sepanjang Paleogen, ujung Jawa bag. timur lebih tenggelam dibanding ujung
baratnya. Di umur Ngimbang (Eosen Tengah) sudah banyak gamping Ngimbang.
Untuk Oligo-Miosen, dari timur ke barat berturut2 gampingnya semakin muda
(dil luar Rajamandala), paling muda adalah gamping Baturaja di NW Java
Basin. Jadi, saya pikir, bukan gamping Jawa Barat yang lebih tua (karena
terangkat paling tinggi), tetapi gamping Jatim yang dulu tenggelam lebih
dalam dibanding yang di Jabar (ini di luar gangguan2 lokal karena deformasi
seperti zona inversi Rembang-Madura-Kangean yang bisa menyingkapkan gamping
Oligo-Miosen). Bukan pengangkatan di Jabar lebih awal, tetapi wilayah ini
tidak setenggelam Jateng-Jatim. Apalagi kalau dikaitkan ke teori Jawa masih
bersatu dengan Sumatra. Semua tepi timur Sundaland lebih tenggelam di
banding baratnya.
>
> Bagaimanapun, hominid di Tambaksari telah ditemukan, dan ini PR buat para
arkeolog atau paleontolog hominid untuk merekontruksi jejak migrasinya,
sebab sebelumnya tak pernah ada fosil hominid lebih tua daripada P. erectus
Dubois ditemukan di Jawa Barat; sebelumnya hanya ditemukan di daerah Jetis,
Jatim (P. robustus Weidenreich; P. mojokertensis von Koenigswald,
Meganthropus paleojavanicus von Koenigswald). Lagipula rasanya jarang
terdengar temuan fosil hominid di Jawa Barat, kecuali batu2 megalith.
>
> Salam,
> Awang H. Satyana
> Eksplorasi BP Migas
>
> Sanggam Hutabarat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> berita menarik dari Jawa Barat (media ind)..tapi bisa juga yang ditimur
dan
> tengah karena erosinya lebih besar??
>
> sgm
> ----
> BANDUNG--MIOL: Kepala Balai Arkeologi (Balar) Bandung Tony Djubiantono,
> memperkirakan, usia fosil manusia purba 'Homo Pithecantropus Erectus' di
> Tambak Sari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1999 lalu berusia di
> atas satu juta tahun atau lebih tua ketimbang manusia purba di Sangiran,
> Jawa Timur.
> "Perkiraan tersebut berdasarkan hasil penelitian pada gigi manusia purba
di
> Tambak Sari Tenneesee University, Amerika Serikat,"
> katanya di Bandung, Kamis.
> Tony Djubiantono menyebutkan, manusia purba di Pulau Jawa bagian barat
> terhitung lebih tua dibandingkan Jawa bagian tengah dan bagian timur,
> mengingat proses pengangkatan permukaan tanah jutaan tahun lalu diawali
> dari Pulau Jawa bagian barat.
> Menurutnya, ini terbukti dimana ketinggian batuan gamping yang merupakan
> batuan di dasar laut, di Jawa Barat mencapai angka 750 meter di bawah
> permukaan laut (Mdpl).
> "Sedangkan ketinggian batuan gamping di Pulau Jawa bagian tengah dan
bagian
> timur hanya di kisaran antara 300 Mdpl sampai 400 Mdpl, yang berarti
> menunjukkan bahwa pengangkatan permukaan tanah di Pulau Jawa bagian barat
> lebih awal," katanya.
> Karena itu, katanya, asumsi temuan manusia purba di Pulau Jawa bagian
barat
> termasuk temuan di Tambak Sari, berusia lebih tua ketimbang temuan manusia
> purba di Sangiran.
> Dikatakannya, Balar Bandung sampai saat ini masih melakukan proses
> 'eksavasi' di area temuan manusia purba Tambak Sari, yang tidak menutup
> kemungkinan masih ada bukti otentik lainnya perihal manusia purba.
> Sebelumnya, Balar Bandung di Tambak Sari telah menemukan ribuan tulang
> belulang yang berasal dari manusia purba serta hewan purba, seperti, babi,
> kijang, gajah dan kuda nil.
> Di samping itu, Balar Bandung tengah melakukan proses penggalian dan
> penelitian di beberapa kawasan temuan benda-benda keperbukalaan, seperti,
> di Cijurai Cirebon, Pawon Kabupaten Bandung, Situs Gunung Padang Cianjur,
> Sukabumi, Kuningan dan Limbangan Garut.
> "Khususnya penelitian di situs Gunung Padang dan Limbangan Garut,
> merupakan, penemuan berupa batuan zaman 'megalitik'," demikian Tony
> Djubiantono. (Ant/Ol-02)
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke