Evolusi berjalan lewat dua-duanya. Yang satu sumber (sering disebut one lineage atau "anagenesis") akan diperlukan untuk perubahan anatomi di satu spesies. Misalnya, oleh anagenesis-evolusi satu sumber, dalam dua juta tahun ukuran human cranium bertambah dua kali (dari Homo habilis ke Homo sapiens misalnya), atau di dunia binatang, 4 jari kaki kuda menjadi 1 jari seperti sekarang.Kalau sekarang evolusi menghasilkan spesies yang makin tinggi grade-nya itulah hasil evolusi satu sumber. Yang lebih dari dua sumber (several lineages atau "cladogenesis") akan diperlukan untuk diversifikasi spesies atau speciation. Di sini terjadi split lineage menjadi beberapa lineage, akhirnya akan membentuk pohon evolusi (phylogenesis). Kalau sekarang banyak spesies itulah hasil evolusi multi sumber. Dalam sejarah evolusi kedua tipe itu saling bekerja sama. Kalau di perkembangan human evolution, kelihatannya yang anagenesis lebih banyak berperan. Dari sejak Pliosen sampai ke Plistosen akhir ada perkembangan dari : Australopithecines ke Homo habilis ke Homo erectus ke Homo sapiens ke Neanderthal ke Cro-Magnon. Tapi beberapa ahli berpendapat mereka hidup sama-sama secara paralel dalam beberapa lineages, artinya ada lebih dari satu sumber. Nah... Soal Adam dan Hawa dalam sekuen evolusi ? Dulu kita pernah diskusikan ini di milis ini juga di bawah judul "Manusia Purba" (ada yang masih ingat ?). Masalah ini dicari di referensi pun sulit ditemukan. Saya belum menemukan ada referensi yang mengikat langsung secara ilmiah urutan hominid dari evolusi biologis ke Adam dan Hawa. Ada yang membahasnya, tapi dari pandangan creationism yang suka terlalu harafiah melihat sesuatu. Saya pikir juga ini sudah di dua bidang yang berbeda (biologi vs. teologi), tapi ini pula yang selalu menyulut perdebatan sengit - debate of centuries... Apalagi kalau kita masukkan sekalian cerita2 tentang penciptaan Bumi dan Adam-Hawa vs. evolusi biologis, wah... Saya gak pernah menyatukan kedua bidang itu. Saya percaya evolusi biologis terjadi, perkembangan raga hominid sangat jelas walau disusun dari serpihan2 fosil. Tapi, kalau mau dicoba disambungkan si "missing link" itu menjadi menarik. Neanderthal hidup di daratan Eropa dan Mediterania 100-30 ribu tahun yl. Banyak fosilnya ditemukan di Middle East, North Africa, dan western Central Asia. Perhatikan, wilayah2 ini adalah asal nenek moyang manusia sesuai cerita2 di Kitab Suci semua agama. Kemudian, habis itu manusia Cro-Magnons menyusul yang hidup masuk sampai ke Holosen dari 35-10 ribu tyl, masih hidup di lahan yang sama bahkan tahun2 belakangan ini ditemukan fosilnya yang banyak di gua2 Israel (Jebel Qafziah dan Skhul). Kapan Adam dan Hawa hidup, menurut banyak referensi adalah 4000 BC, artinya 6000 tyl. Nah, apakah Adam dan Hawa itu terusan dari Cro-Magnons masih di lahan yang sama ? Menurut saya, tidak usah diperdebatkan sebab itu dua bidang yang berbeda. Teori evolusi moderen bukan hanya mekanistik seperti yang dikeluarkan Darwin dulu dengan seleksi alamiah dan mutasi. Evolusi mental/moral sudah dimasukkan. Dan terdapat loncatan yang sangat jauh antara mentalmoral Cro-Magnon dengan mental/moral Adam dan Hawa, silakan ditafsirkan masing2. Rovicky bertanya : Sakjannya manusia ini 'badan ragawinya' masih terus berevolusi ngga sih ? Di teori evolusi ada dua perubahan ragawi : phyletic (yang kelihatan) dan phenetic (yang sukar kelihatan). Kata ahlinya, tidak banyak perubahan terjadi atas manusia moderen sejak zaman Neanderthal. Tetapi, biologi molekuler yang melihat sampai ke DNA sekarang sudah dilibatkan di penelitian evolusi, mungkin bisa saja melihat ada perubahan phenetic. Mungkin telah terjadi perubahan gen. Dari sejarahnya, perubahan akan terjadi kalau ada environmental pressure (seleksi alam) - ini pernah dilihat langsung terjadi pada percobaan lalat buah Drosophylla melanogaster (nama ini selalu keluar ya di ujian biologi SMA, masih ingat ?). Manusia moderen sekarang apakah menyerah begitu saja ke tekanan alam ? Wah, mereka punya teknologi yang bisa mengatasi tekanan alam sehingga perubahan gen lambat terjadi. Tapi, bisa juga terjadi karena efek teknologi, nah ini mutan namanya, tapi sementara baru banyak muncul di film saja... Salam, Awang H. Satyana Eksplorasi BP MigasJ
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya pernah baca ada beberapa pendapat soal evolusi manusia moderen yg intinya : - Satu sumber : dari satu titik berkembang kemudian yg lain punah dan terisisa satu species manusia moderen dan tumbuh varian setelah species manusia moderen terbentuk. - Beberapa sumber : dari beberapa titik perkembangan bakal manusia moderen yg akhirnya berkumpul menjadi satu species manusia moderen. - Diturunkan sama Tuhan (Adam-Hawa) ... wah yg ini kayaknya bukan ngilmiah sih :( Kang Awang percaya yang mana ? Sakjannya manusia ini 'badan ragawinya' masih terus berevolusi ngga sih ? RDP --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

