Saya forwardkan tulisan rekan kita Soffian dari Surabaya,
Silakan,.... para penggiat geologi teknik untuk menanggapinya
adb
----- Original Message -----
From: Posko Longsor
To: pak Andang ; Pak Danny ; Dik Keyeub ; Pak Hery ; Pak Indra ; Empi ; Dik Fajar ;
Pak Ridwan ; Bapake
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, April 20, 2004 12:47 PM
Subject: microzonation
Dengan hormat , rekan rekan, saya percaya kalau dimasa depan kalau kita sudah
tahu dengan rinci penyebaran dan sifat fisik , termasuk dimensinya, baik lateral
maupun vertical dari batuan, keberadaan patahan maupun retakan, arah sumber daya tekan
maupun tarik, sudah mampu mengukur regangan maupun tegangan, dan ada computer yang
cukup besar untuk mengolahnya kita bisa meprediksi dengan seksama hari H, jam J kapan
terjadinya sebuah gempa.
Menurut pak Untung Sudarsono selama ini, kualitatif kita pakai Richter scale
maupun MMI scale, sedang kuantitatif kita gunakan data BMG (mohon dikoreksi Bapake).
Kalangan teknik sipil mempersiapkan bangunannya untuk "mendapat" beban ayun
horizontal dari segala arah kecuali dari "bawah"(gravitasi negative), meskipun secara
teoritis hal ini mungkin terjadi kalau sumber gempanya tepat berada dibawah kita.
Dari probabilitas ayun yang mungkin muncul tadi secara statistic ada arah ayun
mayoritas, seperti saya yang tinggal di Surabaya, beban ayun yang sampai di kami
selalu dari "Yogya","Pacitan","Malang selatan"atau dari "Banyuwangi selatan",
kadang-kadang dari "Sumenep" atau "Semarang" tidak pernah dari "Banjarmasin"
Secara global kita sudah coba bagi wilayah resiko kegempaan dari sisi Fore arc ,
Middle arc, maupun Back arc, padahal seperti Surabaya, bagian barat terdiri dari
batuan tersier sedang di bagian timur tersusun dari batuan kwarter maupun recent
dimana perilaku daya hantar rambatan gelombang tentunya berlainan ketika sampai
dibangunan kita.
Untuk itu saya berpendapat bagaimana kalau kita mulai mengembangkan
microzonation.
Bentuk konkritnya berupa metoda pengukuran gabungan antara kualitatif dan
kuantitatif, berupa chart yang berisi tanda kerusakan fisik pada bangunan dan batuan
maupun soil mirip MMI/Richter berikut pengukuran kuantitatif dimensi /struktur
kerusakan seperti orientasi arah retakan, lebar bukak an pada retakan , korelasi
struktur retakan terhadap sumbu kekakuan konstruksi bangunan, pengamatan distribusi
beban bangunan dan pola retak yang mungkin muncul dengan tujuan diketahuinya arah umum
pola ayun yang mungkin muncul pada microzona tersebut.Dimana pengetahuan akan arah
mayoritas ini akan sangat membantu dalam perencanaan keamanan bangunan dan kemungkinan
"penghematan" biaya konstruksi yang sangat significant.
Ini baru ide awal tentu penjabarannya perlu banyak langkah ke depan.
Terimakasih atas pencerahan yang anda berikan.
Surabaya 20 April 2004
Salam
Soffian
Anggota IAGI no 2794
--------------------------------------------------------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�