Membuang limbah tanpa studi amdal ? Wah, rasanya sulit dipercaya untuk sekelas New 
Mount. Dan, mestinya ada studi geoteknik dan hidrogeologi untuk penentuan disposal 
site di permukaan.
 
Kebetulan saya minggu lalu ikut workshop dengan KLH, Ditjen Migas, dan para kontraktor 
migas tentang subsurface disposal untuk kegiatan migas, mungkin beberapa info bisa 
berhubungan dengan kegiatan disposal di pertambangan umum. Bahkan, kalau saya tidak 
salah (silakan dikoreksi), aturan subsurface disposal untuk pertambangan umum telah 
lebih dulu diterbitkan dibandingkan untuk migas.
 
Subsurface disposal akan lebih baik dibandingkan surface disposal karena surface 
disposal dekat dengan habitat manusia. Untuk subsurface disposal pun (via sumur 
injeksi disposal kalau di migas) ditentukan syarat-syarat geologis dan reservoir 
bagaimana struktur dan lapisan batuan aman sebagai tempat pembuangan limbah yang 
permanen. Antara lain yang utama adalah bahwa lapisan ini harus jauh dari sumber air 
tanah bawah permukaan (baik masa sekarang maupun masa depan), lapisan pembuangan 
limbah harus tersekat dengan baik sehingga tidak ada kemungkinan bocor, dan secara 
struktur-seismotektonik (katakanlah gempa) aman. Segala jenis limbah (cair, padat, 
gas) bisa dibuang di sini, untuk yang B3 (bahan berbahaya beracun) harus melalui 
treatment tertentu agar layak lingkungan. 
 
Secara umum tempat pembuangan limbah subsurface itu harus : layak secara scientific, 
economic, operational, environmental, dan memenuhi aspek legalitas.
 
Pola hubungan kerja membuat peraturan itu adalah kerjasama antara KLH, Ditjen 
Migas/Pertambangan Umum, kontraktor pertambangan umum, dan badan pengawas kontraktor 
pertambangan.
 
Di samping itu ada pula monitoring periodik untuk melihat keamanan pembuangan limbah. 
Bagaimanapun, membuang limbah di subsurface akan lebih aman daripada di surface. 
 
Salam,
awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Saya sempat baca di kompas kemarin secara singkat sambil nunggu dokter....

Bahwa limbah dari newmonth dibuang ke teluk buyat...sementara amdalnya 
belum ada/belun jelas....

Terlepas dari hal tersebut di atas ..apakah ada andil dari penelitian 
geologi teknik dalam penentuan tempat untuk pembuangan limbah...
mis : kalau dibuang di dalam tanah/ditimbun..berapa kekuatan 
batuan/permeability batuan atau jenis batuan sehingga limbah tersebut 
tidak menyebar ke mana - mana. Atau kalau dibuang ke laut bagaimana dampak 
lingkungannya....?
Mungkin harus banyak juga berhubungan dengan orang kimia...

Ada tidak penanganan khusus dari limbah tersebut / penelitian amdal yang 
berhubungan dengan geologi teknik...?

Regards

Ferdinandus Kartiko Samodro
TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
DKS/TUN/G&G 
0542- 533852




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke