Cost mahal bagi permerintah adalah sangat relative, tergantung bagaimana kita melihatanya. Sisi lain dari brain drain adalah terciptanya kesempatan/lowongan bagi yang muda-muda untuk mengisinya. Kalau kita melihat dari sudut devisa mereka juga akan membawa banyak devisa ke negeri ini, pengalaman mereka di LN adalah juga suatu benefit bagi bangsa ini kelak ketika mereka pulang atau berinteraksi dengan komunitasnya di Negara ini.
Jaman memang sudah berubah, Nationalisme dengan jargon-jargon saja tanpa melihat sisi lain seperti kesejahteraan akan tidak tertanam dengan baik. Saya peribadi lebih suka istilah go internasional dari pada istilah brain drain. Kita mengharap pemerintah dapat menangkap perubahan jaman ini dengan men-treat para S-3, S-2, S-1 yang banyak di Negeri ini dengan fair. Salam Sgl -----Original Message----- From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, February 16, 2005 4:46 PM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Brain Drain Ada "sesuatu" yang agak tidak "sregh" membaca uraian Pak Awang soal brain drain; terutama karena uraiannya hanya menyoroti masalah "konsekwensi"nya bagi negara, dimana negara akan membayar lebih mahal kalau brain drain itu dibiarkan terus terjadi. Apakah ada yang bisa menguraikan ketidak"sregh"an saya tersebut? adb ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, February 16, 2005 3:31 PM Subject: Re: FW: [iagi-net-l] Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus > SDM BPMIGAS sudah mencermati brain drain ini kok, coba perhatikan kalau ada rapat2 RPTK/RPTKA, tapi hak bekerja di mana saja adalah hak asasi setiap orang dan BPMIGAS tak akan mencegah2. Hanya, kalau semakin banyak tenaga expat di oil companies, inilah suatu kompensasi brain drain tenaga nasional yang berpengalaman. Ada yang keluar, ada yang masuk, wajar saja. Dan, ini pula biasanya yang dijadikan alasan para oil companies untuk meminta agar para expat-nya diperpanjang masa kerjanya di Indonesia : "kami kekurangan tenaga nasional berpengalaman Pak, banyak yang keluar dan pergi ke Malaysia dan Timur Tengah". Nah...daripada menerima fresh grad yang butuh >5 tahun dididik biar bepengalaman, jalan pintas dipakai, mendatangkan expat atau memperpanjang yang sudah 6 tahun di Indonesia. > > Kalau banyak tenaga nasional berpengalaman di Indonesia, BPMIGAS akan punya cukup amunisi buat menangkal dan tidak memperpanjang expat, kalau tidak...? > > Ini tidak berakhir di BPMIGAS saja, tetapi bergulir juga di BAPENAS dan Depnaker. Katanya SDM BPMIGAS mau membahas masalah brain drain ini. > > Sekali lagi, bekerja di mana saja adalah hak asasi setiap orang, hanya satu "drain" tak akan berdiri sendiri dan bukannya tanpa akibat. Kalau ada brain drain maka akan ada kekosongan di tempat yang ditinggalkan. Kalau tempat itu diisi expat, yah... negara membayar lebih mahal sebenarnya . > > Salam, > > awang > > "Shofiyuddin" > > > > ess.com> cc: > > Subject: FW: [iagi-net-l] > Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus > 02/16/2005 > > 12:42 PM > > Please respond > > to iagi-net > > > > > > > > Yang lainnya bakalan nyusul seiring dengan keinginan untuk go > international dan untuk investasi buat masa depan anak anaknya. Gaji dan > fasilitas barangkali faktor utama yang mendorong mereka kerja di > overseas ini. > Yang aku cukup tertarik adalah bagaimana reaksi negara dalam hal ini BP > Migas (?) melihat hal ini. Kemarin waktu ada isu wellsite geologist dari > india, kita sudah kelihatan panik sehingga buru buru dicari dan dibuat > listnya. Sekarang bagaimana? > > > > Salam > Shofi > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

