Sisi positifnya memang begitu ya. Mungkin akan lebih baik lagi,
barangkali rekan di malaysia bisa memberikan info, kira kira berpa usia
mereka yang kerja disana? kalo nanti ternyata usia mereka ini adalah
usia produktif (30-50 tahun), maka kemungkinan mereka akan tetap memilih
kerja di LN selama mungkin karena lebih menguntungkan dan bisa menanam
deposito dan mendidik anak anak mereka dengan lebih baik. Disisi lain,
minat kerja di LN akan semakin meningkat kalo sudah ada contohnya yang
sukses. Jadi bisa dibayangin nantinya tenaga G&G kita lebih tertarik
kesana dari pada GOING IN COUNTRY ...
Jadi sisi positif pandangan di bawah ini barangkali menjadi berkurang
artinya karena ketidak pastian menunggu kapan mereka akan pulang ke
tanah air tercinta ini. Temenku expat cukup concern dengan masalah ini
dan ini tentunya peluang untuk mereka juga.
Solusi gaji gede pernah terjadi di iagi net ini, sampai sampai ada yang
mengutarakan bahwa ada aturan gaji expat disini minimum 10 kali lipat
dari lokalnya, katanya aturan bappenas, kebenarannya saya tidak tahu
........ tapi seperti biasa ... gak ada kejelasan lagi akhirnya ......
mungkin debat ini akan hilang juga dengan sendirinya tanpa bekas ... wus
wus ...bablas angine ..... 
kasus wellsite geologist belum juga kedengaran gaung solusinya. mungkin
cak andang bisa ngasih tahu bagaimana prosesnya sekarang ini.
mas Vicky dulu pernah membuat survey salary untuk kita kita ini untuk
bench marking, tapi yang saya dengar cuma beberapa gelintir saja yang
memberi info ......... jadi ya ... wus wus ... lagi ....
bisakah IAGI-HAGI-IATMI duduk bersama sama dengan authority membahas
masalah ini dengan serius dan memberikan solusinya....

 

-----Original Message-----
From: Birean Sagala [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, February 17, 2005 7:50 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Brain Drain


Cost mahal bagi permerintah adalah sangat relative, tergantung bagaimana
kita melihatanya. Sisi lain dari brain drain adalah terciptanya
kesempatan/lowongan bagi yang muda-muda untuk mengisinya. Kalau kita
melihat dari sudut devisa mereka juga akan membawa banyak devisa ke
negeri ini, pengalaman mereka di LN adalah juga suatu benefit bagi
bangsa ini kelak ketika mereka pulang atau berinteraksi dengan
komunitasnya di Negara ini.

Jaman memang sudah berubah, Nationalisme dengan jargon-jargon saja tanpa
melihat sisi lain seperti kesejahteraan akan tidak tertanam dengan baik.
  
Saya peribadi lebih suka istilah go internasional dari pada istilah
brain drain. Kita mengharap pemerintah dapat menangkap perubahan jaman
ini dengan men-treat para S-3, S-2, S-1 yang banyak di Negeri ini dengan
fair.

Salam
Sgl

-----Original Message-----
From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, February 16, 2005 4:46 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Brain Drain

Ada "sesuatu" yang agak tidak "sregh" membaca uraian Pak Awang soal
brain
drain; terutama karena uraiannya hanya menyoroti masalah
"konsekwensi"nya
bagi negara, dimana negara akan membayar lebih mahal kalau brain drain
itu
dibiarkan terus terjadi.

Apakah ada yang bisa menguraikan ketidak"sregh"an saya tersebut?

adb

----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 16, 2005 3:31 PM
Subject: Re: FW: [iagi-net-l] Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus


> SDM BPMIGAS sudah mencermati brain drain ini kok, coba perhatikan
kalau
ada rapat2 RPTK/RPTKA, tapi hak bekerja di mana saja adalah hak asasi
setiap
orang dan BPMIGAS tak akan mencegah2. Hanya, kalau semakin banyak tenaga
expat di oil companies, inilah suatu kompensasi brain drain tenaga
nasional
yang berpengalaman. Ada yang keluar, ada yang masuk, wajar saja. Dan,
ini
pula biasanya yang dijadikan alasan para oil companies untuk meminta
agar
para expat-nya diperpanjang masa kerjanya di Indonesia : "kami
kekurangan
tenaga nasional berpengalaman Pak, banyak yang keluar dan pergi ke
Malaysia
dan Timur Tengah". Nah...daripada menerima fresh grad yang butuh >5
tahun
dididik biar bepengalaman, jalan pintas dipakai, mendatangkan expat atau
memperpanjang yang sudah 6 tahun di Indonesia.
>
> Kalau banyak tenaga nasional berpengalaman di Indonesia, BPMIGAS akan
punya cukup amunisi buat menangkal dan tidak memperpanjang expat, kalau
tidak...?
>
> Ini tidak berakhir di BPMIGAS saja, tetapi bergulir juga di BAPENAS
dan
Depnaker. Katanya SDM BPMIGAS mau membahas masalah brain drain ini.
>
> Sekali lagi, bekerja di mana saja adalah hak asasi setiap orang, hanya
satu "drain" tak akan berdiri sendiri dan bukannya tanpa akibat. Kalau
ada
brain drain maka akan ada kekosongan di tempat yang ditinggalkan. Kalau
tempat itu diisi expat, yah... negara membayar lebih mahal sebenarnya .
>
> Salam,
>
> awang
>
> "Shofiyuddin"
>
>
>
> ess.com> cc:
>
> Subject: FW: [iagi-net-l]
> Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus
> 02/16/2005
>
> 12:42 PM
>
> Please respond
>
> to iagi-net
>
>
>
>
>
>
>
> Yang lainnya bakalan nyusul seiring dengan keinginan untuk go
> international dan untuk investasi buat masa depan anak anaknya. Gaji
dan
> fasilitas barangkali faktor utama yang mendorong mereka kerja di
> overseas ini.
> Yang aku cukup tertarik adalah bagaimana reaksi negara dalam hal ini
BP
> Migas (?) melihat hal ini. Kemarin waktu ada isu wellsite geologist
dari
> india, kita sudah kelihatan panik sehingga buru buru dicari dan dibuat
> listnya. Sekarang bagaimana?
>
>
>
> Salam
> Shofi
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy
Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke