Pak Witan,
Sekarang ada kecenderungan bahwa tenaga G&G di level managerial memang tidak
hijrah go international, tetapi hijrah ke perusahaan2 minyak nasional yang
baru2 itu, semoga bukan perusahaan minyak-minyakan. Kalau di tempat dulu adalah
Exploration Manager, lalu ada yang nawari jadi GM di perusahaan minyak baru
itu, ternyata ada juga beberapa yang mau dan pindah. Entah untuk berapa lama
bisa bertahan..
Salam,
awang
witan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tadinya saya tak khawatir karena pasti akan ada titik jenuhnya juga,
tapi kecenderungan hijrah kok terus meningkat. Yang saya khawatirkan
akan adanya gap pengalaman di perusahaan2 minyak disini.
Tenaga G&G yang sudah di level managerial umumnya tidak tertarik lagi
untuk hijrah, migrasi kebanyakan dilakukan oleh middle level, yang
junior mungkin masih gamang untuk coba2 (walaupun beberapa berhasil),
Akibatnya akan terjadi gap yg cukup besar antara yg sdh duduk di
managerial dan yang masih di level junior. Secara operasional ini kurang
bagus.
Jalan keluarnya mungkin membolehkan G&G local dibayar seperti rekan2nya
yg hijrah ke negri jiran. Negara akan membayar sedikit lebih mahal
dibandingkan kalau mendatangkan expat. Mungkinkan itu dilakukan? Adakah
pembatasan gaji pekerja nasional oleh BPMigas?
Witan
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'