Nice put, Ful...

"Memaklumi Film Indonesia"

hehehehe


Salam,
ER



2009/3/20 iful_17sb <[email protected]>:
> Dilematis memang!
> Sudah 2 eh 3 kali ikut diskusi. yg ujung2 tergantung selera pasar
> (masyarakat). intinya kenapa pusing2 buat film bagus, yg jelek saja
> menguntungkan koq (berarti masyarakat menyukai, toh).
> he he kayak diskusi telur dan ayam, mana yg duluan
> - memperbaiki selera masyarakat supaya industri film menghasikan film
> bermutu....
> - atau memperbaiki kualitas film agar selera masayarat menjadi naik.
>
> Jawabannya: pendidikan. (wah...koq ngga nyambung ya)..eh satu lagi j
> pengetahuan(wawasan) yg luas (lho malah makin jauh aja ya).
>
> Kita disini pasti punya keduanya, karena kita punya akses dan pengetahuan
> sebagai referensi untuk membandingkan dan memfilter mana film yg bagus mana
> yg tidak.
>
> Coba saja kita berimajinasi menjadi pedagang pasar tradisionil yg becek
> bekerja sejak remaja dari pagi subuh hingga sore...tapi suskses jadi
> pedagang, sehingga punya ongkos sesekali nonton ke gedung bioskop tak ber
> THX (emang dia perduli) di kota kecilnya. Atau membeli pemutar VCD, Apa yg
> dia pilih cuma hiburan dari kerja yg penat. Yang simple-simple aja,.sesuatu
> yg menghibur kebutuhan hasrat yg sederhana saja. Puas melihat hasrat
> biologis...eh bukan berarti sex daong lho. artinya kesenangan yg kasat mata.
> Melihat sinetron dng rumah mewah, gedong bak istana (ngga perlu tau cara
> buatnya), senang lihat artis dng akting yg berlebih-lebihan dan
> diulang-ulang. Mereka tak akan pusing2 mikirin apa yg dibisikkan Q ke Picard
> he he he rumit amat sih.
> ...Dan Jumlah orang pekerja keras dan ingin hiburan yg gampang2 aja karena
> keterbatasn pendidikan dan akses untuk mendapatkan wawasan yg beragam dan
> luas spt ilustrasi diatas sangat banyak di Indonesia.
>
> jadi maklum aja...padangan stereotip ttg film Indonesia.
> ehmm....mungkin mentri yg dimaksud bukan mau menghimbau untuk mencitai film
> Indonesia, tapi menghimbau untuk:
> "memaklumi film Indonesia"....ini rasanya lebih tepat, bukan?
>
> /ivul
>
> --- In [email protected], Ario at Yahoo dot Com
> <progexpr...@...> wrote:
>>
>>
> Tapi iyalah, intinya saya cuma mengajak rekan-rekan untuk tidak dengan mudah
> mencerca (saja) film Indonesia, tapi juga diiringi dengan dukungan.
> Harapannya, dukungan ini akan mengarah ke perbaikan. Sukur-sukur, film
> sekualitas Star Trek akan tercapai 40-50 tahun mendatang.
>>
>>
>> Ario
>>
>>
>>
>> ________________________________
>> From: "royspangayo...@..." <royspangayo...@...>
>>
>> Mslhnya film2 Sci-fi kaya StarTrek tuh penggemarnya cuma org2 yg punya IQ
>> & fantasy yg tinggi, yg notabene ngak dipunyain oleh 90% rakyat Indo.
>
>>
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Firandia Ko <firandi...@...>
>>
>>
>> Ya ampuun saya tu nunggu film startrek disini gak pernah masuk..kecewa bgt
>> sama grup 21, malah milih film2 yang gak mutu dan cenderung mengekploitasi
>> perempuan. PAdahal banyak yg bisa di pelajari di film2 startrek, Leadership
>> (Picard...!!!!! :D)..technologi (Warp engine, teleportm holodeck).
>>
>
> 

Kirim email ke